Rekor Baru Pertambahan Virus Corona Covid19 di Indonesia

Pemecahan rekor, atau pencatatan rekor baru akan membuat semua orang bangga, kalau rekor yang dicatat adalah prestasi positif.

Tetapi pencatatan rekor baru untuk hal negatif adalah sangat memalukan. Memalukan rakyat dan bangsa Indonesia. Rekor kok pertumbuhan penyakit?

Tidak Peduli, Tidak Disiplin

Ketidak disiplinan dan ketidak perdulian, menurut saya dalah salah satu penyebab pertumbuhan Covid19 tidak melandai tapi terus menanjak. Hal ini disebabkan sifat manusia yang memang tidak gentar bila belum mengalaminya sendiri. Belum merasakan menderitanya tertular covid19, sehingga mereka merasa kebal atau dilindungi oleh Tuhannya.

Kita ingat di awal tahun 2020 ini, ketika Covid19 belum merebak di Indonesia. Sebagian besar rakyat Indonesia dengan angkuhnya mengatakan bahwa, bangsa Indonesia tidak mempan dengan virus corona penyebab wabah covid19.

rekor baru terus
Ini buka virus corona

Kebodohan Menimbulkan Keangkuhan

Bahkan di tengah banjir awal tahun 2020, banyak juga yang mengakatan karena virus corona tidak berani masuk ke tubuh orang Indonesia yang sudah dipenuhi berbagai virus. Seperti virus penyebab kolera, malaria, cacar, TBC dan sebagainya.

Tetapi ketika di akhir Februari 2020 dan awal Maret 2020 mulai muncul penderita, maka gemparlah bangsa ini. Sebagian mulai panik, tetapi sebagian besar masih wait and see, memastikan apakah benar itu kroban yang sial atau akan menulari mereka.

loading...

Karena wait and see maka sangat banyak orang yang abai. Bahkan di akhir Maret 2020, saya masih mengadakan acara kebersamaan hingga hampir 200 orang di daerah Lido. Walaupun sudah melengkapi dengan hand sanitizer dan selalu cuci tangan, teteapi sebagian besar masih tidak sadar pentingnya masker. Syukur, sekembalinya dari acara tersebut tidak ada yang tertular covid19.

Rekor Baru Yang Memalukan

Dalam beberapa bulan ini pertamabahan penderita covid19 di Indonesia selalu membuat rekor, baik rekor harian, atau rekor bulanan. Terus bertumbuh, begitu juga rekor yang meninggal juga bertambah. Walau yang sembuh juga banyak. Namun secara keseluruhan rekor di Indonesia sudah menagalahkan engara Asia Tenggara.

Rekor itu terus bertambah hari ini sebagaimana detik tuliskan, bertambah 4.176 memecahkan rekor sebelumnya sejumlah 4.168 (Baca). Rekor yang memalukan dan membuat gemas bagi kita semua yang berusaha mengikuti protokol kesehatan sebaik mungkin.

Bukan Karena Pendidikan Tapi Kebodohan

Ketidak pedulian sebagian bangsa Indonesia, sehingga menimbulkan rekor pertumbuhan covid19, bukan karena mereka kurang pendidikan. Bahkan menurut pengamatan saya banyak orang yang berpendidikan sangat menganggap remeh kasus covid19 ini. Tetangga saya yang saya ketahui memiliki pendidikan yang cukup tinggi, kebih dari Strata 2, juga abai dengan penularan covid19 ini.

Baca Juga: Jadi bukan pendidikan, tetapi kebodohan dan keangkuhan mereka yang tidak perduli, menyebabkan terjadi terus pemecahan rekor covid19 terus.

Apalagi dengan orang yang berpendidikan rendah dan hidupnya selalu bergelut dengan risiko. Mereka masih banyak yang mentertawai, atau bahkan marah ketika kita ingatkan untuk menggunakan masker dengan benar. Mereka tidak perduli, karena dalam pikirannya kalau mati ya mati saja. Padahal yang jadi masalah adalah bukan hanya mati, tapi kalau tidak mati dan membuat rumah sakit penuh. (Baca: Rumah sakit dan Kuburan Penuh).

loading...

Imunitas Bisa Bobol

Entah apalagi yang pantas disebutkan untuk mereka. Kita bisa saja tidak perduli yang penting kita menjalankan protokol dengan baik. Namun oleh karena kebengalan mereka, maka peluang terjadinya risiko tertular covid19 menjadi semakin besar. Bisa jadi suatu sat pertahanan kita yang utama, yaitu imunitas tubuh bobol dan sang virus berkembang di tubuh kita.

Oleh karena itu sekali lagi saya himbau anda semua, pembaca mapunu siapa saja di luar sana. Jalankan protokol kesehatan dengan disiplin, agar tidak terjadi rekor baru lagi.

loading...

Protokol Kesehatan Bukan Hanya Masker

Ingat protokol kesehatan bukan hanya memakai masker dengan benar. Tapi kalau pakai masker saja anda tidak mau, atau pakai dengan asal-asalan, apalagi protokol kesehatan lainnya, seperti:

  1. Cuci tangan dengan sabun sesering mungkin
  2. Jaga jarak minimal 1.5 meter
  3. Batas usia agar selalu di rumah saja
  4. Tidak menerima tamu bila tidak penting sekali
  5. Tidak melakukan perjalanan ke daerah merah
  6. Mengganti maksimal 2 jam sekali masker dan mencuci bersih
  7. Tidak berada di ruangan tertutup bersama-sama dengan orang-orang lain lebih dari 15 menit
  8. Karantina pribadi bila baru bertamu atau bekerja di daerah merah
  9. dan sebagainya

Semoga pemerintah pusat dan aparatnya, benar-benar tegas menghukum setiap orang yang abai menjalankan protokol kesehatan dengan baik. Hukum seberat-beratnya sehingga tidak terbentuk lagi rekor baru covid19.

God bless you, God bless Indonesia.

@shtobing

Add a Comment