Pandemi Risk, Sudah Anda Antisipasi?

Hallo anda yang di sana, apakah perusahaan anda sudah membuat analisa prediksi akibat terjadinya risiko wabah penyakit, yang masuk kategori pendemi, terhadap kelangsungan usaha anda?

Saya perhatikan sangat sedikit perusahaan masa kini yang melakukan hal tersebut. Apalagi perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Stress Test

pandemi risk
Lakukan analisa dan dampak risiko dengan
baik dan mari berselancar dengan tenang!

Kesimpulan tersebut saya dapat dari beberapa pertanyaan kepada beberapa manager akunting.

Dengan pertanyaan sederhana, apakah selama ini anda sudah melakukan “stress test” dengan skenario wabah penyakit yang masuk dalam kategori pandemi?

Jawabannya, dan beberapa terlihat hanya berkilah, bahwa akibat pendemi tersebut adalah anjloknya mata uang dan pasar saham.

Sehingga menurut mereka sudah termasuk dalam skenario stress test yang selama ini, atau yang dilakukan di tahun buku terakhir.

loading...

Tetapi ketika saya tanya, apakah skenario yang selama ini dengan asumsi ekonomi makro dan mikro, memang sudah termasuk gangguan ekonomi akibat wabah pandemi?

Tidak ada satupun yang menjawab ya, karena mereka tidak menyangka bahwa risiko wabah penyakit ini, ternyata lebih tidak pasti dampaknya terhadap perusahaanya, daripada misalnya risiko perang antar negara.

Dan perlu kita ketahui bahwa apabila tidak ada keyakinan bagaimana dampak sebuah risiko, maka bila terjadi biasanya akan menyebabkan katastrop. Sebagaimana risiko pandemi ini.

Terus terang ketika saya bertugas di fungsi Risk Management di tempat saya bekerja, saya juga tidak terpikir memasukannya sebagai Top Risk yang harus diwaspadai.

Pelajaran Berharga: Evaluasi Top Risk Anda

Jadi ini memang pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua, untuk semakin kritis dalam menentukan Top Risk perusahaan kita.

Kita harus meningkatkan terus pengetahuan dan budaya risiko di perusahaan kita, sehingga fungsi Risk Management benar-benar telah memetakan semua risiko yang mungkin dapat terjadi dan menjadi Top Risk perusahaan, termasuk risiko pandemi.

loading...

Selanjutnya perusahaan benar-benar telah melakukan Stress Test dengan berbagai skenario untuk menjawab Top Risk tersebut.

Management yang menganggap bahwa fungsi Risk Management hanyalah sebuah fungsi yang “nice to have”, atau fungsi yang dipaksa oleh regulator, mungkin tidak setuju dengan pemikiran tersebut di atas, sehingga mereka akan mengabaikannya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut maka saya menghimbau para pemilik perusahaan, atau para komisaris yang diberi amanah oleh pemegang saham untuk melakukan pengawasan sedikit lebih dalam.

Waspada terhadap sikap management (Direksi dan Staff) perusahaan yang dalam pengawasannya, yang mengabaikan hal tersebut, karena sikap management seperti itu setiap saat dapat menghancurkan perusahaan.

Management Ketinggalan Zaman

Management yang tidak memperhatikan pengelolaan risiko dengan baik, dan tidak membuat skenario-skenario yang terbaik, dan menentukan kontrol aktivity yang terbaik, menurut saya adalah management yang ketinggalan zaman.

Bayangan saya mereka adalah para management yang hidup di masa sebelum krisis ekonomi Indonesia tahun 1997-1998.

Memang yang terjadi saat itu bukan risiko pandemi, tetapi sebuah krisis yang membuat banyak sekali perusahaan di Indonesia bangkrut dan diambil alih pemerintah, bahkan cukup banyak yang dibeli asing.

Karena para management perusahaan-perusahaan tersebut, sama sekali tidak memperhatikan kondisi ekonomi negara kita, dengan hutang yang saat itu yang hampir sama dengan PDB.

Mereka tidak mengerti, tidak sadar atau sama sekali tidak perduli, bahwa kondisi perekonomian negara dapat membuat perusahaan mereka ikut kolaps.

Saya perhatikan, masih banyak management tidak mengerti Risk Management dengan baik, bahkan mereka yang ada di perusahaan-perusahaan yang cukup besar.

loading...

Tentu saja management seperti ini tidak akan terpikir bahwa, ada risiko pandemi yang bisa menimpa perusahaannya. Mereka berpikir “everything have been controlled well”.

Skenario Kemungkinan Terburuk

Oleh karena itu saran saya kepada pemegang saham adalah uji para management yang anda pilih.

Apakah dengan merebaknya wabah penyakit, yang sudah dikategorikan sebagai pandemi ini, mereka segera melakukan stress testing atau tidak?

Kalau mereka lakukan, agar diperhatikan skenarionya apakah sudah melingkupi dampak yang paling ekstrim dan “long-tail” atau tidak.

Pastikan itu dilakukan untuk memastikan perusahaan anda tetap survive setelah wabah pandemi ini ditemukan cara mengendalikannya.

Kalau tidak mereka lakukan lebih baik segera anda ganti, untuk apa memelihara mereka?

Ingat tidak ada perusahaan, yang tidak menerapkan Risk management yang baik, dapat terus bertumbuh dan berkembang jangka panjang.

Silahkan baca berbagai contoh akibat Risk Management yang buruk di tautan ini.

Risiko pandemi sangatlah besar. Mungkin tidak menimpa secara langsung perusahaan kita. Tetapi apa yang akan diperoleh perusahaan apabila pelanggan tidak ada yang mampu membeli produk kita.

Atau apa yang akan dihasilkan perusahaan apabila suplier tidak ada yang mampu memproduksi dan mendelivery bahan baku kita? Apa yang akan dilakukan apabila karena pandemi semua lini harus berhenti?

Kalau hal tersebut tidak terpikir oleh anda, maka pasti anda bukan managemnet yang baik, yang mampu membuat perusahaan anda sustain dan terus bertumbuh walau menghadapi pandemi.

Semoga bermanfaat. God bless you, God bless Indonesia.

@shtobing

Add a Comment