Legal Risk – Risiko Hukum

Hallo para pembaca sekalian, saya kali ini akan sharing mengenai Risiko Hukum (Legal Risk), risiko hukum adalah risiko yang dapat terjadi sehingga mengakibatkan tujuan (perusahaan atau pribadi) tidak tercapai, akibat terjadinya pelanggaran hukum. Baik hukum sesuai perundangan yang ada, maupun hukum akibat kontrak dan perjanjian dua belah pihak.

Contoh sederhananya adalah perusahaan yang ingin meningkatkan penjualan (sales) tetapi tidak tercapai, karena produk atau jasa yang dijual tidak sah menurut hukum. Dimana perusahaan dapat terkena sanksi hukum dari mulai larangan berjualan, tuntutan hukum dari pelanggan/pesaing/otoritas, denda, penyitaan dan bahkan hukuman badan.

Risiko hukum
Penyelesaian proyek bisa tidak tercapai apabila terjadi kasus hukum, misalnya akibat: Pelanggaran ijin, tuntutan lingkungan, tidak adanya alat keselamatan kerja, dll

Contoh untuk pribadi: misalnya tidak dapat mencapai tujuannya pergi ke kota lain dengan mengendarai kendaraan, karena mengendarai dengan ceroboh dan mengakibatkan orang lain celaka bahkan mungkin meninggal dunia.

Pelanggaran pada aturan lalu lintas mengakibatkan orang dapat terkena sanksi hukum, denda atau bahkan penjara, sehingga dia tidak dapat mencapai kota yang dituju, akibatnya gagal melakukan tugasnya di kota tujuan tersebut.

Contoh lainnya, misalnya sebuah perusahaan memiliki produk atau jasa yang sah menurut hukum, akan tetapi ternyata setiap ada permintaan konsumen kualitas yang diterima selalu tidak sesuai.

Konsumen selain dapat berhenti membeli, juga dapat menuntut pengembalian uangnya, atau apabila kualitas produk tersebut mengakibatkan penyakit konsumen berhak menuntut secara hukum, misalnya untuk memperoleh ganti rugi biaya pengobatan.

loading...

Kualitas produk yang mengakibatkan kematian atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan dapat mengakibatkan hukuman badan bagi pengelola perusahaan.

Dengan melihat beberapa contoh sederhana di atas, maka jelaslah bahwa risiko hukum adalah salah satu risiko yang harus dikendalikan dengan baik. Perlu diingat juga, saat mengidentifikasi risiko hukum harus dilihat di seluruh bisnis proses, karena risiko hukum melekat hampir di seluruh aktivitas bisnis dan dapat mengakibatkan kerugian yang sangat besar.

Itu sedikti contoh Manajemen Risiko agar anda menjadi lebih sadar risiko hukum, dan segera mengontrolnya, semoga bermanfaat.

God bless you, God bless Indonesia

@shtobing

Add a Comment