Santai Sambil Belajar Asuransi: Insurable Interest

insurable interest

Hallo para pembaca sekalian, mari kita lanjutkan menambah pengetahuan asuransi anda melanjutkan tulisan saya: Yuk Belajar Prinsip-Prinsip Asuransi, kita mempelajari Insurable Interest dengan cara santai.

Gampangnya arti Insurable Interest adalah Kepentingan yang dapat diasuransikan, nah kepentingan siapa? Jawabnya adalah kepentingan dari seseorang yang akan mengasuransikan harta atau aset atau apapun juga (termasuk manusia).

Penjelasan dengan cara lain dari saya adalah, apapun yang akan anda asuransikan, seperti harta atau aset, anda harus punya kepentingan, yang sah secara hukum, atas harta atau barang itu.

Contoh kepentingan adalah: anda memiliki kepentingan atas mobil milik anda sendiri, jadi kalau mobil itu hilang maka anda akan mengalami kerugian, karena mobil itu anda beli dengan uang anda maka kalau hilang dan ingin punya mobil lagi terpaksa anda harus mencari uang dulu untuk membelinya.

loading...

Gampang kan? Bagaimana kalau tubuh anda sendiri? Nah itu lebih mudah lagi, karena segala sesuatu yang mencelakai tubuh anda pasti langsung anda rasakan sakitnya sehingga anda butuh mengeluarkan biaya untuk menyembuhkan sakit anda.

Jadi kalau anda ingin mengasuransikan mobilnya tetangga anda jelas tidak bisa, karena anda tidak punya kepentingan atas mobil itu. Kalau terjadi apa-apa dengan mobil itu, dicuri atau tabrakan misalnya, anda sama sekali tidak mengalami kerugian. Kalau tetangga anda ingin mengganti mobil yang hilang, anda tidak perlu keluar uang bukan?

Nah sudah terbayang apa itu kepentingan? Rasanya sudah punya bayangan ya? Saya kembangkan lebih lanjut contoh kepentingan, sebuah Bank “bisa” memiliki kepentingan atas jiwa seseorang asal orang tersebut adalah seorang “debitur” atau orang yang punya hutang di bank tersebut.

Jadi kalau debitur tersebut kecelakaan sampai meninggal misalnya, maka ia tidak bisa membayar cicilan hutang maka bank pasti rugi. Sehingga dalam hal ini sebuah bank dapat mengasuransikan diri debiturnya, sehingga kalau sang debitur meninggal bank akan mendapat kompensasi sebesar sisa hutang debitur dari perusahaan asuransi.

loading...

Mudah ya mengartikan Insurable Interest? Pasti mudah, nah selanjutnya setelah memperhatikan kepentingan yang terbentu di atas, maka kita bisa melihat bahwa karena adanya ikatan kepemilikan dan hutang di contoh-contoh di atas, maka ada persyaratan lagi yang terkait asuransi, bahwa Insurable Interest (kepentingan yang dapat diasuransikan) tersebut harus sah secara hukum!

Untuk menjaga hal tersebut, perusahaan asuransi selalu menegaskan bahwa “perjanjian asuransi” akan otomatis batal (demi hukum) bila segala sesuatu yang diasuransikan tidak sah menurut hukum yang berlaku. Contoh yang tidak sah menurut hukum:

  1. Insurable Interest (Kepentingan yang diasuransikan) ternyata diperoleh dari tindakan kejahatan (mencuri, korupsi, merampas ataupun mengancam).
  2. Kepentingan yang dapat diasuransikan tidak dapat dibuktikan dengan dokumen-dokumen atau kesaksian-kesaksian sesuai hukum (Rumah atau mpbil ada Surat Kepemilikan yang sah atau bukti-bukti jual beli yang diakui secara hukum, ada dokumen hutang-piutang yang sah, atau ada saksi-saksi yang sah menurut hukum dan sudah diverifikasi oleh yang berwenang).
  3. Barang atau aset yang akan diasuransikan dimiliki oleh orang asing (bukan warga negara Indonesia) sehingga tidak sah menjalankan hukum di Indonesia.
  4. Dan lain sebagainya.

Jadi cukup jelas apa itu Insurable Interest, mungkin ada hal-hal yang ingin anda tanyakan silahkan twit saya di @shtobing atau email saya di shtobing@gmail.com atau silahkan tinggalkan comment di bawah.

Baca juga: 10 hal yang harus dipersiapkan agar mudah saat klaim

God Bless You God Bless Indonesia
@shtobing

Add a Comment