Santai Sambil Belajar Asuransi: Utmost Good Faith

utmost good faith

Hallo para pembaca sekalian mari kita tambah pengetahuan asuransi kita dengan cara mudah dan sederhana, setelah Prinsip Asuransi secara Umum, kali ini saya akan share apa itu Utmost Good Faith yang dalam bahasa Indonesia maksudnya adalah NIAT YANG TERBAIK (Niat di sini bisa kita kaitkan dengan kata TUJUAN).

Jadi tujuan dalam berasuransi itu harus berdasarkan niat yang terbaik (begitu juga tujuan mendirikan perusahaan asuransi harus berdasarkan niat yang terbaik juga).

Note: saat berasuransi (dan perlindungan asuransi yang kita ajukan disetujui) kita akan menerima kontrak asuransi yang biasa disebut POLIS ASURANSI.

Jadi saat anda ingin mengasuransikan Harta atau kepentingan anda (Baca: Insurable Interest) agar anda memperoleh perlindungan dari perusahaan asuransi, niatnya harus yang terbaik, contoh ekstrimnya adalah jangan pernah datang ke perusahaan asuransi dan berniat mau menipu.

loading...

Kalau anda mencari keuntungan yang lebih dari nilai Harta atau Kepentingan yang anda asuransikan maka anda telah melanggar prinsip dasar Utmost Good Faith itu.

Contohnya, nilai asuransi rumah anda seharusnya hanya Rp. 1 milyar, tapi anda mencoba mencari keuntungan kalau terjadi klaim sehngga anda mengasuransikan dengan nilai Rp. 1,5 milyar. Ada juga orang yang mencari keuntungan dengan mengasuransikan harta fiktif dan membuat dokumen-dokumen palsu seolah-olah harta tersebut ada.

Mudah ya mengerti apa itu prinsip Utmost Good Faith, intinya harus jujur dan tidak mencari keuntungan dari perusahaan asuransi. Lalu bagaimana perusahaan asuransi ingin mengetahui seseorang tidak melanggar prinsip Utmost Good Faith?

Pertama-tama ketika Nasabah (disebut TERTANGGUNG) yang ingin memperoleh perlindungan asuransi (disebut PENUTUPAN ASURANSI), harus menyampaikan dokumen dan informasi yang harus dilengkapi atau dijawab dengan jujur.

loading...

Lalu apakah perusahaan asuransi akan memeriksa semua dokumen atau informasi itu? Jawabnya: TIDAK. Lalu kapan perusahaan asuransi akan ememriksa kebenaran informasi dan data yang dibutuhkan? Jawabnya adalah saat terjadi peristiwa yang menimbulkan kerugian sehingga Nasabah (Tertanggung) mengajukan KLAIM!

Ya, saat klaim lah perusahaan asuransi akan membuktikan semua kebenaran data dan informasi yang anda berikan. Oleh karena itu jangan senang dulu bila perusahaan asuransi tidak mencurigai data dan informasi yang anda berikan.

Itu bukan berarti perusahaan asuransi bodoh, tetapi karena bila semua data dan informasi harus diperiksa maka biaya operasional perusahaan asuransi akan tinggi yang kemudian akan dibebankan ke nasabah (Tertanggung) dan akibatnya biaya asuransi (Penutupan Asuransi) juga akan tinggi sehingga tidak ekonomis.

Kadangkala ada perusahaan asuransi yang melakukan survey saat proses Penutupan Asuransi, akan tetapi tujuan utama survey tersebut bukan untuk membuktikan data dan informasi yang anda sediakan, tetapi untuk melihat langsung kondisi harta atau kepentingan yang diasuransikan, dan kelak kalau terjadi klaim perusahaan asuransi tetap akan melakukan pemeriksaan atas kebenaran data dan informasi yang anda berikan.

Apa akibatnya (risiko) bila perusahaan asuransi dapat membuktikan kepalsuan data dan informasi? Yaitu saat terjadi klaim, klaim anda akan ditolak dan penolakan itu kuat sesuai hukum, jadi hati-hati kalau anda membawa ke pengadilan karena bila terbukti anda menipu maka anda akan dipenjara.

Kadang-kadang data dan informasi palsu sampai ke perusahaan asuransi sebelum terjadi klaim, beberapa kasus yang pernah saya temui adalah laporan dari karyawan orang yang ingin menipu, atau pernah juga ditemui identitas (Kartu Tanda Penduduk/KTP) palsu dan walaupun bukan karena laporan perusahaan asuransi, nasabah yang memalsukan KTP ditangkap dan dipenjara oleh Kepolisian, dan ketika hal itu diketahui perusahaan asuransi maka polis asuransi otomatis batal.

loading...

Nah cukup jelas ya? Kalau ingin berasuransi jangan pernah berniat untuk menipu atau menyajikan data-data dan informasi palsu, karena di awal asuransi mungkin tidak ketahuan dan anda telah membayar PREMI ASURANSI. Tetapi saat klaim ketahuan dan klaim ditolak (ingat sesuai hukum dalam kondisi seperti ini tidak ada kewajiban perusahaan asuransi mengembalikan premi yang sudah anda bayar).

Penjelasan di atas relatif singkat dan saya hanya ingin memberi gambaran secara umum dan sederhana apa itu Utmost Good Faith, kalau anda ingin mengetahui lebih dalam lagi silahkan twit saya di @shtobing atau email saya di shtobing@gmail.com.

Mari berasuransi, semoga bermanfaat.
God Bless You God Bless Indonesia
@shtobing

Add a Comment