Renungan Firman TUHAN Berdasar Leksionari 9 Jan 2021

Firman Tuhan tanggal 9 Januari 2021 berdasarkan “Revised Common Lectionary Sundays and Special Days Calendar” (Leksionari) terambil dari 1 Raja-raja 2:1-4, 10-12 dan Lukas 5:1-11

1 Raja-raja 2:1-4, 10-12

Alkitab Firman Tuhan

1 Ketika saat kematian Daud mendekat, ia berpesan kepada Salomo, anaknya: 2 “Aku ini akan menempuh jalan segala yang fana, maka kuatkanlah hatimu dan berlakulah seperti laki-laki.

3 Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, seperti yang tertulis dalam hukum Musa, supaya engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan dalam segala yang kautuju, 4 dan supaya TUHAN menepati janji yang diucapkan-Nya tentang aku, yakni: Jika anak-anakmu laki-laki tetap hidup di hadapan-Ku dengan setia, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa, maka keturunanmu takkan terputus dari takhta kerajaan Israel.

10 Kemudian Daud mendapat perhentian bersama-sama nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di kota Daud. 11 Dan Daud memerintah orang Israel selama empat puluh tahun; di Hebron ia memerintah tujuh tahun, dan di Yerusalem ia memerintah tiga puluh tiga tahun.

loading...

12 Salomo duduk di atas takhta Daud, ayahnya, dan kerajaannya sangat kokoh.

Lukas 5:1-11

1 Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. 2 Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. 3 Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.

4 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” 5 Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.”

6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. 7 Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.

loading...

8 Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.” 9 Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; 10 demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.”

11 Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

Renungan

Apa yang Tuhan perintahkan kepada Daud berlaku juga kepada Salomo dan menjadi teladan bagi kita semua, yaitu lakukan kewajiban kita dengan menjalankan peritah Tuhan dengan setia, segenap hati dan segenap jiwa (1 raja-raja 2: 3-4).

Hal itu pula yang dilakukan oleh murid-murid Yesus, ketika mereka diajak Tuhan untuk menjala manusia, mereka dengan segenap hati mengikutiNya, dan meninggalkan segala sesuatu yang ada di kehidupan mereka yang lama, nelayan pencari ikan (Lukas 5:10-11).

Setiap orang sama di hadapan Tuhan, apakah mereka keluarga raja atau mereka keluarga nelayan. Sehingga ketika TUHAN memerintahkan umat manusia agar taat kepadaNya, tidak ada perbedaaan “tingkat” ketaatan karena kasta yang membedakan mereka. Seorang raja ataupun nelayan, sama-sama harus setia dengan segenap hati dan jiwa.

Oleh karena itu kita sering bertemu dengan orang yang sulit taat dan setia kepada Tuhan karena ia sudah bergelimangan harta. Mereka sangat sulit untuk diajak terjun melayani Tuhan dengan sepenuh hati dan segenap jiwa. Ia mungkin bersedia memberikan persembahan dari kekayaannya, yang ia tujukan untuk menggantikan persembahan waktu dan tenaganya.

loading...

Padahal sebagaimana Daud dan Salomo, banyak orang-orang yang kaya dan dikenal sukses menjadi hamba Tuhan yang sangat berhasil. Berhasil karena dengan kesuksesan mereka dan perjuangan mereka mencapai kesuksesan itu, mereka dapat bersaksi dan memberi pencerahan kepada orang yang mendengar, sehingga melihat bagaimana kasih karunia TUHAN kepada orang-orang yang setia menjalankan perintahnya.

Memang sangat sulit membebaskan hati dan pikiran kita bila kita sudah terbelenggu harta benda dan kekayaan. Oleh karena itu sangat sulit pula focus dalam melayani dan menyampaikan kabar baik bagi setiap manusia, karena Tuhan sudah mengatakan “dimana harta kita di situ hati kita berada”.

Salah satu cara untuk membebaskan kita dari belenggu harta dan uang adalah, kita harus sadar bahwa semua yang kita miliki adalah anugerah dari Tuhan, dan kita dipercaya untuk mengelola dan menyalurkannya kepada orang-orang yang membutuhkan. Jadi janganlah kikir, salurkan berkat Tuhan itu kepada orang-orang yang membutuhkannya.

Semakin sering kita memberi dengan penuh kerelaan, dan terus memupuk pikiran kita agar menyadari bahwa kita ditugaskan menjadi saluran berkat, maka kita akan dengan mudah lepas dari belengu harta dan kekayaan, dan membuat kita dapat lebih focus kepada pekerjaan yang ditugaskan Tuhan kepada kita.

Setiap kita yang bersedia menjalankan perintah Tuhan untuk melayani dan menyelamatkan banyak jiwa, pasti merasa puas dan lega ketika upayanya berhasil membuat orang-orang merasakan kehadiran Kristus di kehidupan dan lingkungan kita.

Menjalankan perintah Tuhan dengan segenap hati dan jiwa membuat kita menjadi orang kreatif, yang berkarya dengan berbagai cara, di tengan pandemi Covid19 yang sangat menakutkan ini. Namun kita harus membaca senditi kitab yang terkait dengan Natal/Kelahiran/Kematian.

loading...

Marilah terus membaca Alkitab Firman Tuhan dan renungkanya setiap waktu, sehingga kita akan mudah menjadikan harta kekayaan kita menjadi kekuatan kita dalam menyampaikan kabar sukacita. Setiap hari perhatikan apakah kehidupan kita sekarang sudah layak di hadapan Tuhan atau belum? Bila masih belum, jangan bosan untuk terus memperbaikinya dengan memperhatikan dan meneladani semua orang percaya yang tertulis di Alkitab. Niscaya kita akan memperoleh damai sejahtera itu dan sudah selayaknya kita bagikan ke setiap orang di sekitar kita.

God bless you, God bless Indonesia.

Klik untuk bacaan dan renungan firman TUHAN berdasarkan Leksionari

@shtobing

loading...

Add a Comment