Renungan Firman TUHAN Berdasar Leksionari 26 Jan 2021

Firman TUHAN tanggal 26 Januari 2021 berdasarkan “Revised Common Lectionary Sundays and Special Days Calendar” (Leksionari) terambil dari Kejadian 45:25-46:7 dan Kisah Para Rasul 5:33-42

Renungan

Mau Mendengar dan Percaya

Alkitab Firman TUHAN

Siapa yang dapat percaya kepada ucapan orang yang selalu mengecewakan kita? Orang-orang yang suka berbohong, bahkan berbuat keji karena rasa iri mereka kepada orang yang kita kasihi, tentunya sangat sulit kita ampuni, apalagi kita percaya perkataannya.

Banyak orang yang mengatakan bahwa sikap orang yang kecewa terhadap orang lain yang membohongi dia adalah manusiawi (wajar). Sangat wajar dan manusiwai apabila orang yang dikecewakan membenci sang pembohong itu.

Kakak-kakak Yusuf yang bertahun-tahun berbohong kepada Yakub, dimana mereka mengatakan Yusuf mati karena srigala padahal mereka jual sebagai budak, sudah tidak dipercaya lagi oleh Yakub. Hati Yakub sudah dingin membeku, dan tetap dingin ketika mereka, para pembohong itu mengatakan bahwa Yusuf masih hidup (Kejadian 45:26).

loading...

Yakub tidak percaya lagi kepada anak-anaknya itu. Mereka sudah tercatat sebagai pembohong, pendusta dan orang yang penuh dosa karena membuat Yusuf tidak jelas apakah mati atau hilang entah kemana. Sehingga apapun perkataan mereka bagi Yakub hanyalah anging lalu.

Yusuf menyadari itu semua, oleh karena itu, karena Yusuf tidak bisa datang sendiri, maka ia menyampaikan apa yang harus disampaikan kepada bapaknya, Yakub, dan memberikan bukti yang sangat kuat. Sehingga tanpa banyak bertanya lagi Yakub percaya dan siap pergi ke Mesir menemui panggilan anak kesayangannya itu (Kejadian 45:27-28).

Meyampaikan informasi dan petunjuk yang jelas adalah sangat penting, sehingga orang yang sudah bertahun-tahun hidup dalam kekecewaan, atau hidup dalam kecurigaan dapat diyakinkan. Dan tanpa ragu lagi ia akan menuruti apa yang kita sampaikan.

Hidup dalam kesalahan ajaran dan didikan juga dapat membuat orang menjadi dingin hatinya dan tidak mau menerima kabar baik yang benar. Semua yang dia percaya selama ini adalah benar menurut apa yang diajarkan, sehingga apabila ada pihak lain yang mengajaknya untuk membuka diri dan wawasannya, pastilah sangat sulit.

loading...

Bahkan walaupun berbagai bukti sudah pernah dia lihat atau dia dengar dari kesaksian orang lain.

Apabila tidak ada bukti dan saksi mungkin kita dapat memakluminya, namun ketika hati sudah dingin dan mata sudah tertutup, maka jadilah gelap mata, yang membuat orang nekat untuk membunuh orang lain untuk mempertahankan apa yang dipercayanya itu.

Hal itu terjadi kepada bangsa Yahudi yang ingin membunuh Petrus dan Rasul lainnya karena bersaksi dan menunjukan bukti-bukti bahwa Yeuslah Tuhan dan Juruselamat yang ditunggu-tunggu, namun mereka (bangsa Yahudi) malah membunuhNya. 

Mendengar kesaksian itu bukannya mereka menjadi sadar dan meminta ampun akan dosa-dosa mereka malah akan membuat dosa baru, dosa yang lebihj keji lagi yaitu membunuh Petrus dan Rasul-Rasul lainnya (Kisah rasul 5: 33).

Berbeda dengan nenek moyang mereka, yaitu Yakub, bangsa Yahudi sudah menjadi bangsa yang keras kepala dan beku hatinya. Mereka menutup mata atas segala bukti dan kesaksian yang ada di depan mata mereka. Sehingga mereka sama sekali tidak percaya dan berbalik ke jalan Tuhan.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita termasuk orang sulit diajak kembali ke jalan yang benar dari berbagai dosa yang kita lakukan? Apakah hati dan pikiran dikita sudah demikain membeku, sehingga tidak dapat kembali cair dan mengakui segala dosa yang kita buat dan tanpa ragu kembali ke jalan yang TUHAN tunjukan?

loading...

Atau mungkin kita seperti bangsa Yahudi yang tidak sadar bahwa selama ini kita sudah diajarkan oleh guru yang salah? Guru yang bukannya membimbing murid-muridnya untuk berjalan di jalan Tuhan, tetapi malah menyesatkan kita?

Yang lebih parah lagi kita telah belajar kepada guru-guru yang tidak tahu jalan kebenaran. Guru-guru yang tidak dapat melihat bagaimana kasih TUHAN telah dikaruniakan kepada manusia melalui Tuhan Yesus?

Tiliklah diri kita, apakah semua yang kita ketahui, apakah semua yang kita kerjakan, dan apakah semua sikap serta tingkah laku kita benar-benar mengarah kepada nilai-nilai yang TUHAN ajarkan? Atau kita ternyata hanya belajar nilai-nilai manusia yang terjebak dengan nilai duniawi dan sudah menyimpang jauh dari nilai Ilahi?

Periksalah apakah setiap tindakan kita benar-benar adalah berdasarkan kasih yang TUHAN ajarkan? Atau ternyata tidak ada kasih sama sekali pada setiap tindakan kita? Perhatikan dengan seksama apakah semua yang kita kerjakan, yang kita tekuni benar-benar terarah kepada TUHAN, Bapa di sorga berdasarkan apa yang diajarkan Tuhan Yesus dan bimbingan Roh Kudus? Atau ternyata semua yang kita lakukan sudah menyimpang jauh dari nilai-nilai ilahi.

Jangan ragu, segeralah mencari dan melihat begitu banyak kesaksian serta bukti kehidupan orang percaya yang terdapat di Alkitab. Bagaimana mereka mau melihat bukti dan kesaksian dari orang-orang percaya, sehingga mereka kembali ke jalan yang benar sebagaimana Tuhan Yesus arahkan.

Jangan terlambat, segera introspeksi diri kita. Baca Alkitab berukang kali dan renungkan, sehingga kita dengan mudah akan melihat apakah kita sudah benar-benar melakukan perintah TUHAN atau ternyata belum. Segera kuatkan hati kita dan kembalilah berjalan di jalan TUHAN.

loading...

God bless you, God bless Indonesia.

Renungan firman TUHAN berdasarkan Leksionari lainnya

@shtobing

Kejadian 45:25-46:7

25 Demikianlah mereka pergi dari tanah Mesir dan sampai di tanah Kanaan, kepada Yakub, ayah mereka. 26 Mereka menceritakan kepadanya: “Yusuf masih hidup, bahkan dialah yang menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir.” Tetapi hati Yakub tetap dingin, sebab ia tidak dapat mempercayai mereka.

loading...

27 Tetapi ketika mereka menyampaikan kepadanya segala perkataan yang diucapkan Yusuf, dan ketika dilihatnya kereta yang dikirim oleh Yusuf untuk menjemputnya, maka bangkitlah kembali semangat Yakub, ayah mereka itu. 28 Kata Yakub: “Cukuplah itu; anakku Yusuf masih hidup; aku mau pergi melihatnya, sebelum aku mati.”

46:1 Jadi berangkatlah Israel dengan segala miliknya dan ia tiba di Bersyeba, lalu dipersembahkannya korban sembelihan kepada Allah Ishak ayahnya.

2 Berfirmanlah Allah kepada Israel dalam penglihatan waktu malam: “Yakub, Yakub!” Sahutnya: “Ya, Tuhan.” 3 Lalu firman-Nya: “Akulah Allah, Allah ayahmu, janganlah takut pergi ke Mesir, sebab Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar di sana. 4 Aku sendiri akan menyertai engkau pergi ke Mesir dan tentulah Aku juga akan membawa engkau kembali; dan tangan Yusuflah yang akan mengatupkan kelopak matamu nanti.”

5 Lalu berangkatlah Yakub dari Bersyeba, dan anak-anak Israel membawa Yakub, ayah mereka, beserta anak dan isteri mereka, dan mereka menaiki kereta yang dikirim Firaun untuk menjemputnya.

6 Mereka membawa juga ternaknya dan harta bendanya, yang telah diperoleh mereka di tanah Kanaan, lalu tibalah mereka di Mesir, yakni Yakub dan seluruh keturunannya bersama-sama dengan dia. 7 Anak-anak dan cucu-cucunya laki-laki dan perempuan, seluruh keturunannya dibawanyalah ke Mesir.

Kisah Para Rasul 5:33-42

33 Mendengar perkataan itu sangatlah tertusuk hati mereka dan mereka bermaksud membunuh rasul-rasul itu. 34 Tetapi seorang Farisi dalam Mahkamah Agama itu, yang bernama Gamaliel, seorang ahli Taurat yang sangat dihormati seluruh orang banyak, bangkit dan meminta, supaya orang-orang itu disuruh keluar sebentar.

35 Sesudah itu ia berkata kepada sidang: “Hai orang-orang Israel, pertimbangkanlah baik-baik, apa yang hendak kamu perbuat terhadap orang-orang ini! 36 Sebab dahulu telah muncul si Teudas, yang mengaku dirinya seorang istimewa dan ia mempunyai kira-kira empat ratus orang pengikut; tetapi ia dibunuh dan cerai-berailah seluruh pengikutnya dan lenyap.

37 Sesudah dia, pada waktu pendaftaran penduduk, muncullah si Yudas, seorang Galilea. Ia menyeret banyak orang dalam pemberontakannya, tetapi ia juga tewas dan cerai-berailah seluruh pengikutnya.

38 Karena itu aku berkata kepadamu: Janganlah bertindak terhadap orang-orang ini. Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap, 39 tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah.” Nasihat itu diterima.

40 Mereka memanggil rasul-rasul itu, lalu menyesah mereka dan melarang mereka mengajar dalam nama Yesus. Sesudah itu mereka dilepaskan.

41 Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus. 42 Dan setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka di Bait Allah dan di rumah-rumah orang dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias.

Add a Comment