Renungan Firman TUHAN Berdasar Leksionari 24 Jan 2021

Firman TUHAN tanggal 24 Jan 2021 berdasarkan “Revised Common Lectionary Sundays and Special Days Calendar” (Leksionari) terambil dari Yunus 3:1-5, 10; Mazmur 62:5-12; 1 Korintus 7:29-31 dan Markus 1:14-20

Renungan

Nilai Diri Duniawi atau Nilai Diri Ilahi?

Alkitab Firman TUHAN

Ada seorang ayah yang selalu mengajarkan kepada anaknya bahwa uang adalah segala-galanya, tanpa uang maka hidup kita pasti susah. Dengan uang kita bisa melakukan apa saja, oleh karena itu kita harus kaya. Bagaimanapun caranya kita harus kaya, karena kalau kita tidak kaya, apalagi kalau kita sampai miskin, maka orang pasti menghina kita. Kalau kaya, orang pasti tunduk hormat kepada kita.

Sementara ada seorang ibu yang sanga suka menggosipkan tetangganya. Sebentar-bentar ia melihat keluar kearah rumah tetangganya dan menggerutu ketika melihat tetangganya memakai baju baru. Ketika ada orang yang datang ke rumah, ia pasti mengintip dahulu dan menggerutu bila yang datanga adalah orang yang tidak dia sukai, namun ia tetap mempersilahkan orang itu masuk dan berkata dengan manis dan ramahnya. Seorang anak yang melihat sang ibu seperti itu akhirnya meniru sang ibu, tidak suka bila melihat temannya memiliki barang baru, dan suka menggosip namun berkata manis kepada orang yang dia gosipkan.

Yunus adalah nabi bangsa Yahudi, yang karena merasa TUHAN adalah exklusif milik orang Yahudi, maka pada tugas yang pertama ke Niniwe dia menolaknya. Dalam pikirannya, untuk apa ia ke negara orang kafir, yang tidak mengenal Tuhan? Kalau Niniwe memang penuh dosa sebaiknya TUHAN langsung menghancurkannya saja.

loading...

Namun peristiwa di perintah yang pertama membuat Yunus akhirnya bersedia datang ke Niniwe (Yunus 3:3), namun dalam pikirannya adalah ia akan menyampaikan bencana yang akan menghancurkan Niniwe. Sehingga ketika ternyata penduduk Niniwe bertobat, berkabung dan meminta ampun kepada TUHAN, dan TUHAN jatuh kasihan, maka Yunus merasa tidak senang.

Nilai diri terbentuk dari keluarga dan selanjutnya akan dibentuk lebih lanjut oleh lingkungan. Nilai diri yang salah akan mengakibatkan orang jatuh ke dalam dosa. Sebagaimana contoh keluarga yang mengajarkan anaknya, dengancara apapun harus kaya-raya, atau tanpa sadar mengajarkan anaknya menjadi tukang iri dan tukang gossip. Serta Yunus yang merasa bangsanya adalah bangsa pilihan TUHAN, maka bangsa lain adalah kafir dan layak dibuang TUHAN.

Berbeda bila kita dari kecil sudah diajarkan untuk selalu berbelas kasih kepada orang lain, menjauhi ketamakan, bekerja berat untuk menggapai kesuksesan, menghormati orang tua, menyayangi teman-teman. Tidak iri dengki dan menginginkan milik orang lain, dan selalu berpegang pada firman TUHAN. Maka kita pasti akan hidup dengan nilai ajaran kasih dari TUHAN.

Murid-murid Yesus seperti Simon, Andreas, Yakobus dan Yohanes dipanggil untuk ikut denganNya ketika mereka sedang menjala ikan, atau sedang menjalankan tugasnya sebagai nelayan. Mereka memang keluarga nelayan. Nelayan adalah orang yang tahu bahwa berpegang pada Tuhan adalah hal yang utama dalam menjalankan kehidupan, karena sepanjang mereka menjalankan tugas mereka sebagai nelayan mereka dalam ancaman cuaca buruk, yang bisa setiap saat mencabut nyawa mereka dan membuat keluarga mereka berduka.

loading...

Sebagai keluarga nelayan mereka diajarkan bagaimana mempelajari cuaca dan kondisi alam, mereka juga mempelajari bagaimana mendeteksi keberadaan ikan. Semua itu tidak mudah, oleh karena itu mereka selalu berserah kepada TUHAN. Dan ketika mereka tidak berhasil memperoleh ikan maka mereka tidak putus asa, mereka sadar bahwa ada waktu lain yang disediakan Tuhan untuk memperoleh ikan dan mencukupi makan keluarga mereka.

Oleh karena itu, selain mereka sebelumnya sudah mengenal Yesus dari Yohanes pembaptis, namun mereka sadar bahwa panggilan Tuhan Yesus akan membimbing mereka menjalan tugasnya dengan baik, sebagai nelayan manusia. Sehingga mereka segera meninggalkan alat penangkap ikannya serta meninggalkan orangtuanya untuk menjadi murid Yesus (Markus 1:16-20).

Tuhan Yesus mengajak mereka tanpa janji yang muluk-muluk. Bahkan sebenarnya setelah Yohanes pembaptis ditanggap oleh Herodes Antipas, mereka ada risiko untuk diperlakukan sama oleh Herodes. Namun mereka tidak gentar sedikitpun, karena mereka percaya pada tugas yang akan Tuhan berikan kepada mereka. Mereka tahu bahwa Tuhan Yesus akan mengajarkan nilai-nilai Ilahi kepda mereka dan menyampaikan kabar sukacita (Injil) kepada setiap orang.

Bagaimana nilai diri kita saat ini, apakah kita sedang berjalan dengan nilai diri yang duniawi, sehingga dalam pikiran kita adalah materi, materi dan materi? Atau kita sudah memiliki nilai diri yang Ilahi, yang membuat kita selalu penuh kasih kepada setiap orang, bahkan kepada orang yang memusuhi kita?

Apabila kita masih ragu dengan nilai diri kita, maka cobalah berhenti sejenak dari segala hal yang kita lakukan, renungkan dan lihatlah apakah nilai diri kita Ilahi atau duniawi. Apabila kita belum mengerti apa itu nilai diri Ilahi, maka bacalah firman Tuhan di dalam Alkitab, renungkanlah semua firman TUHAN yang kita baca dan bercerminlah, lihat kepada kedua bola mata kita dan tanyakan apakah kita sudah memenuhi kriteria nilai Ilahi, atau masih terlalu banyak nilai duniawi? Dan kemudian perlahan tapi pasti teruslah berusaha mengaplikasikan nilai diri Ilahi ke dalam setiap langkah hidup kita.

Sampaikan kabar sukacita keberhasilan kita mengaplikasikan nilai Ilahi kepada setiap orang di sekitar kita, buatlah mereka melihat bahwa TUHAN sangat mengasihi seluruh umat manusia dan akan menyelamatkan semua ornag yang percaya kepadaNya.

loading...

God bless you, God bless Indonesia.

Renungan firman TUHAN berdasarkan Leksionari lainnya

@shtobing

Yunus 3:1-5, 10

1 Datanglah firman TUHAN kepada Yunus untuk kedua kalinya, demikian: 2 “Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu.”

3 Bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya. 4 Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru: “Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan.”

5 Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung.

loading...

10 Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Iapun tidak jadi melakukannya.

Mazmur 62:5-12

5 Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku. 6 Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.

7 Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah. 8 Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita. Sela

9 Hanya angin saja orang-orang yang hina, suatu dusta saja orang-orang yang mulia. Pada neraca mereka naik ke atas, mereka sekalian lebih ringan dari pada angin. 10 Janganlah percaya kepada pemerasan, janganlah menaruh harap yang sia-sia kepada perampasan; apabila harta makin bertambah, janganlah hatimu melekat padanya.

loading...

11 Satu kali Allah berfirman, dua hal yang aku dengar: bahwa kuasa dari Allah asalnya, 12 dan dari pada-Mu juga kasih setia, ya Tuhan; sebab Engkau membalas setiap orang menurut perbuatannya.

1 Korintus 7:29-31

29 Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri;

30 dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli;

31 pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.

Markus 1:14-20

14 Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, 15 kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”

16 Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. 17 Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” 18 Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.

19 Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu. 20 Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.

Add a Comment