Renungan Firman TUHAN Berdasar Leksionari 22 Jan 2021

Firman TUHAN tanggal 22 Jan 2021 berdasarkan “Revised Common Lectionary Sundays and Special Days Calendar” (Leksionari) terambil dari Yeremia 20:7-13 dan 2 Petrus 3:1-7

Renungan

Percaya Kuasa Tuhan dengan Segenap Hati

Alkitab Firman TUHAN

Baru sekitar 15 tahun yang lalu saya mulai sering mendengar, orang Kristen mengatakan Puji TUHAN apabila ada hal-hal yang baik mereka peroleh, atau ada kabar baik dari saudara ata teman-teman. Puji Tuhan juga mulai sering diucapkan apabila ada teman atau saudara yang memuji kita. Sebelumnya saya sangat jarang mendengar kecuali dari seorang pendeta, penatua atau orang-orangtua yang suka bersaksi dan memberi nasehat.

Ucapan puji Tuhan, syukur kepada Tuhan ketika itu hanya kita dengar apabila ada yang sedang memimpin sebuah renungan, baik dari ayat Alkitab yang dibacanya atau ia ucapkan untuk mengajak setiap pendengarnya memuji Tuhan. Biasanya saya dengar juga di dalam syair lagu-lagu rohani, penyembahan dan pujian Kristen. Namun sangat jarang muncul dari mulut orang Kristen, biasanya apabila ada orang lain yang memujinya mereka hanya tersenyum saja.

Entah karena kebiasaan atau karena tidak diajarkan, memang orang Kristen (lebih 15 tahun yang lalu), sangat jarang mengucapkan Puji Tuhan. Kalau karena kebiasaan, bisa jadi karena tidak ingin dituduh “sok alim” dari orang yang mendengarnya. Namun Puji Tuhan, sekarang ucapan Puji Tuhan baik melalui lisan maupun tertulis adalah hal yang sudah biasa kita dengar atau baca.

loading...

Bahkan ucapan Puji Tuhan dari mulut orang Kristen sudah seperti menjadi kewajiban, yang otomatis diucapkan bukan hanya bila memperoleh berkat, atau kabar baik, tetapi juga apabila ada hal yang kurang baik yang diterima. Apabila ada hal yang kurang baik yang diterima, maka kalimat “Puji Tuhan walaupun hal tidak baik ini terjadi namun saya merasakan bahwa TUHAN selalu menyertai saya, dan IA Pasti akan menopang saya. Puji Tuhan kadang dengan kata-kata Halelulya, sudah biasa kita dengar saat ini.

Namun jangan sampai ucapan Puji Tuhan itu menjadi lips service, supaya orang menilai kita positif. Murid Tuhan yang tahu berterima kasih atas kasih Tuhan kepada kita. Namun pastikan ucapan Puji tuhan itu datang dari hati dan pikiran yang bersih, tulus dan benar-benar untuk memuji Tuhan sehingga orang lain turut merasakan kasih TUHAN di sekitar mereka.

Haleluya adalah ucapan yang biasa bagi orang Yahudi dan orang Kristen mula-mula. Namun sebagian dari mereka ternyata menggunakan itu hanya lips service semata. Karena orang yang mengucapkan Haleluya Puji Tuhan seharusnya juga percaya akan karya dan rancangan. Dan percaya bahwa apapun yang diakatakan TUHAN pasti akan terjadi. Namun mereka malah mengeluarkan ucapan yang meragukan kuasa TUHAN (2 Petrus 3:4).

Baru beberapa tahun Tuhan Yesus naik ke sorga dan Roh Kudus dicurahkan, mereka sudah bertanya-tanya kepada kedatanganNya kembali. Mereka tidak mau mendengar apalagi menginat bahwa Tuhan Yesus sendiri mengatakan “Hanya Bapa yang tahu kapan waktunya akan tiba”. Ketidak percayaan mereka bahkan dilihat Petrus sebagai orang-orang yang mengabaikan kuasa TUHAN, termasuk penciptaan atas dunia dan seisi alam semesta ini.

loading...

Ketidakpercayaan orang-orang Yahudi juga membuat mereka mempersekusi Yeremia. Mereka melecehkan Yeremia, nabi yang diutus Tuhan. Bahkan orang-orang yang menjadi sahabat karib Yeremia pun ingin melihat Yeremia jatuh (Yeremia 20:10).

Haeluya, Puji Tuhan adalah ucapan yang baik apabila benar-benar muncul dari diri kita yang terdalam. Namun apabila itu semua hanya supaya kita disebut sebagai orang Kristen yang baik, orang Kristen yang sangat bersyukur pada TUHAN, maka akibatnya tidak baik bagi diri kita. Ingat kita bisa menipu orang-orang yang mendengar ucapan dan seruan kita itu, namun TUHAN tahu isi hati dan pikiran kita.

Oleh karena itu pastikan hati dan pikiran kita benar-benar dipimpin oleh Roh Kudus, sehingga kita 100% percaya dan menjalankan firman TUHAN dengan sungguh-sungguh. Percaya akan kuasaNya, percaya akan janji-janjiNya, percaya akan perintahNya dan percaya bahwa setiap orang percaya yang bertahan sampai akhir akan diselamatkan dan bersama dengan TUHAN di kekekala kelak.

Mempelajari firman TUHAN yang terdapad di Alkitab, dan merenanungkan serta menjalankannya setiap hari akan membuat iman kita semakin kuat. Iman yang kuat akan terpancar dari diri kita, bukan hanya dalam bentuk ucapan pujian, bukan hanya dalam bentuk pujian yang kita nyanyikan, tetapi tulus tanpa kepalsuan. Sehingga setiap orang di sekitar kita akan turut merasakan kasih TUHAN, dan mereka otomatis ingin selalu dekat dengan TUHAN bersama-sama kita.  

God bless you, God bless Indonesia.

Renungan firman TUHAN berdasarkan Leksionari lainnya

loading...

@shtobing

Yeremia 20:7-13

7 Engkau telah membujuk aku, ya TUHAN, dan aku telah membiarkan diriku dibujuk; Engkau terlalu kuat bagiku dan Engkau menundukkan aku. Aku telah menjadi tertawaan sepanjang hari, semuanya mereka mengolok-olokkan aku. 8 Sebab setiap kali aku berbicara, terpaksa aku berteriak, terpaksa berseru: “Kelaliman! Aniaya!” Sebab firman TUHAN telah menjadi cela dan cemooh bagiku, sepanjang hari.

9 Tetapi apabila aku berpikir: “Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya”, maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup.

10 Aku telah mendengar bisikan banyak orang: “Kegentaran datang dari segala jurusan! Adukanlah dia! Kita mau mengadukan dia!” Semua orang sahabat karibku mengintai apakah aku tersandung jatuh: “Barangkali ia membiarkan dirinya dibujuk, sehingga kita dapat mengalahkan dia dan dapat melakukan pembalasan kita terhadap dia!”

11 Tetapi TUHAN menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil, suatu noda yang selama-lamanya tidak terlupakan!

12 Ya TUHAN semesta alam, yang menguji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku. 13 Menyanyilah untuk TUHAN, pujilah TUHAN! Sebab ia telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat.

loading...

2 Petrus 3:1-7

1 Saudara-saudara yang kekasih, ini sudah surat yang kedua, yang kutulis kepadamu. Di dalam kedua surat itu aku berusaha menghidupkan pengertian yang murni oleh peringatan-peringatan, 2 supaya kamu mengingat akan perkataan yang dahulu telah diucapkan oleh nabi-nabi kudus dan mengingat akan perintah Tuhan dan Juruselamat yang telah disampaikan oleh rasul-rasulmu kepadamu.

3 Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya. 4 Kata mereka: “Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan.”

5 Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air, 6 dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah. 7 Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik

Add a Comment