Renungan Firman TUHAN Berdasar Leksionari 19 Jan 2021

Firman TUHAN tanggal 19 Jan 2021 berdasarkan “Revised Common Lectionary Sundays and Special Days Calendar” (Leksionari) terambil dari 1 Samuel 15:10-31; Kisah Para Rasul 5:1-11

Renungan

Demi Menyenangkan Manusia Atau Tuhan?

Alkitab Firman Tuhan

Kita sering mendengar orang berkata “apa kata orang nanti?” dan dalam beberapa iklan menjadi istilah “Apa Kata Dunia?”.

Banyak orang yang tidak berani melakukan hal yang benar di mata TUHAN karena takut pada respon orang lain, sehingga seringkali orang menghindar untuk menegor kesalah orang lain atau pura-pura tidak tahu, bahkan tutup mata atas apa yang diperbuat mereka.

Baru-baru ini ada seorang wanita yang bisa sering pergi keluar negeri bahkan melalukan operasi plastic hingga milyaran Rupiah di negara yang ia kunjungi. Ketika keluar negeri ia selalu membeli tiket di kelas bisnis, bahkan pernah di kelas eksekutif. Bagi dia biaya penerbangan mewah itu tidak ada apa-apanya, semua bisa dibayarnya dengan mudah.

loading...

Dia adalah seorang Pegawai Negeri atau sekarang disebut Aparatur Sipil Negara. Memang ia memiliki jabatan yang cukup tinggi, namun semua orang bisa menakar berapa gaji dan tunjangan yang ia peroleh setiap bulannya. Pasti tidak akan cukup untuk membiaya kehidupan mewahnya dia.

Namun, adakah orang, terutama saudara dan teman-temannya yang perncah bertanya atau bahkan menegor dia, darimana sumber penghasilannya? Padahal suaminyapun bukan seorang yang kaya raya yang mampu membiaya gaya hidupnya. Jelas sumber uang dia harus dipertanyakan. Saya tidak tahu apakah sang suami pernah bertanya kepadanya? Atau diam saja dan ikut menikmati kemewahannya?

Begitu juga saudara-saudara, keluarga dan teman-temannya. Apakah mereka diam saja? Atau mereka pura-pura tidak tahu dan ikut menikmatinya? Saya tidak tahu. Namun yang kita tahu hal itu terjadi pada raja Saul, dimana ia ketakutan kepada perkataan dan sikap orang lain, padahal orang-orang itu adalah rakyatnya sendiri (1 Samuel 15:24).

Akhirnya TUHAN marah dan iapun dihukum, Samuel mengatakan kerajaannya Saul akan diambil dari dia dan akan diberikan kepada orang lain. Begitu juga sang ibu ASN tadi, ia akhirnya tertangkap dan terbongkarlah kebusukannya. Semua itu menjadi aib yang tidak akan bisa dibersihkan dengan mudah. Semua itu memalukan setiap keluarganya, dan pasti semua orang menjauhinya karena takut tersangkut.

loading...

Janganlah kita memikirkan kepentingan pribadi dan mengutamakan nama baik sendiri, apalagi kalau kita sampai menipu Tuhan. Sekli lagi diingatkan bahwa tidak ada yang tersembunyi bagi Tuhan. Ketika Ananias dan Istrinya mengatakan mereka mempersembahkan keseluruhan tanahnya, namun menyembunyikan sebagian hasil penjualannya, Tuhan tahu dan tidak membiarkan hal itu terjad sehingga mereka dihukum (Kisah Para Rasul 5:3).

Banyak orang yang percaya kepada Tuhan, dan dengan yakin mengatakan bahwa Tuhan itu Maha Kuasa, namun seringkali mereka tidak menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga masih melakukan berbagai kejahatan, perbuatan curang dan perbuatan dosa lainnya, seolah-olah mereka tidak percaya bahwa Tuhan itu Maha Tahu, jangankan perbuatan kita, apa yang kita pikirkanpun IA tahu.

Lalu bagaimana bila akibat kita tidak perduli kepada risiko yang akan kita hadapi bila kita menyampaikan kebenaran? Karena dalam dunia kerja, bisa saja, apabila kita tidak mau bekerja sama dengan sesama karyawan atau bahkan dengan atasan kita mencari keuntungan, kita akan dimusuhi, difitnah dan bahkan ditendang keluar dari perusahaan.

Jawabnya adalah, ingat hukuman TUHAN jauh lebih berat daripada kehilangan pekerjaan atau dimusuhi orang lain. Orang lain mungkin bisa memusuhi kita, mempersulit pekerjaan kita, menjelek-jelekan kita dan bahkan memfitnah sehingga kita dipecat, atau mungkin dijebak masuk penjara. Itu semua tidak lebih berat dari hukuman Tuhan yang akan kita terima apabila kita melakukan kejahatan yang IA benci.

Permusuhan dari orang lain hanya sementara saja, bisa jadi dalam sekejap kita akan memperoleh tempat baru, atau apabila itu berlanjut, maka kita bisa menghindari pindah ke kota lain. Namun hukuman Tuhan atas pelanggaran kita akan melekat terus pada diri kita, dan pasti akan memperoleh hukuman, dan hukuman Tuhan adalah abadi selama-lamanya.

Sekarang mari kita bersama-sama melihat, apakah ada hal-hal di sekitar kita, terutama di keluarga kita yang perlu kita tanyakan? Lakukanlah itu segera, karena dengan cara itu anda dapat menyelamatkan jiwa orang yang terjerumus, sehingga bangkit kembali dari dosa.

loading...

Atau itu mungkin kita sendiri, yang bergelimangan harta kekayaan dan hidup mewah, namun semua berasal dari korupsi dan tindakan kejahatan lainnya? Maka segeralah berhenti melakukannya, dan kembalikan semua kekayaan yang anda peroleh dari kejahatan dan korupsi. Karena dengan cara itu mungkin Tuhan akan tergerak dan mengampuni dosamu.

Mari kita berikrar untuk tidak takut kepada apapun yang berasal dari manusia, apalagi kalau hanya sekedar pendapat dan permusuhan. Lakuakn yang benar dan baik di hadapan TUHAN, tanpa pernah ragu. Perkuat iman kita sehingga kita tetap teguh dalam menjalankan firman TUHAN, firman yang dengan mudah kita baca di Alkitab.

Keteguhan dan keberanian anda harus anda bagian kepada setiap orang di sekitar anda, ceritakan betapa bahagianya anda ketika bisa terlepas dari belenggu keraguan. Tuhan memberkati kita dan seluruh keluarga kita.

God bless you, God bless Indonesia.

Renungan firman TUHAN berdasarkan Leksionari lainnya

@shtobing

loading...

1 Samuel 15:10-31

10 Lalu datanglah firman TUHAN kepada Samuel, demikian: 11 “Aku menyesal, karena Aku telah menjadikan Saul raja, sebab ia telah berbalik dari pada Aku dan tidak melaksanakan firman-Ku.” Maka sakit hatilah Samuel dan ia berseru-seru kepada TUHAN semalam-malaman.

12 Lalu Samuel bangun pagi-pagi untuk bertemu dengan Saul, tetapi diberitahukan kepada Samuel, demikian: “Saul telah ke Karmel tadi dan telah didirikannya baginya suatu tanda peringatan; kemudian ia balik dan mengambil jurusan ke Gilgal.” 13 Ketika Samuel sampai kepada Saul, berkatalah Saul kepadanya: “Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN; aku telah melaksanakan firman TUHAN.”

14 Tetapi kata Samuel: “Kalau begitu apakah bunyi kambing domba, yang sampai ke telingaku, dan bunyi lembu-lembu yang kudengar itu?” 15 Jawab Saul: “Semuanya itu dibawa dari pada orang Amalek, sebab rakyat menyelamatkan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dengan maksud untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu; tetapi selebihnya telah kami tumpas.”

16 Lalu berkatalah Samuel kepada Saul: “Sudahlah! Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang difirmankan TUHAN kepadaku tadi malam.” Kata Saul kepadanya: “Katakanlah.” 17 Sesudah itu berkatalah Samuel: “Bukankah engkau, walaupun engkau kecil pada pemandanganmu sendiri, telah menjadi kepala atas suku-suku Israel? Dan bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas Israel?

loading...

18 TUHAN telah menyuruh engkau pergi, dengan pesan: Pergilah, tumpaslah orang-orang berdosa itu, yakni orang Amalek, berperanglah melawan mereka sampai engkau membinasakan mereka. 19 engapa engkau tidak mendengarkan suara TUHAN? Mengapa engkau mengambil jarahan dan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN?”

20 Lalu kata Saul kepada Samuel: “Aku memang mendengarkan suara TUHAN dan mengikuti jalan yang telah disuruh TUHAN kepadaku dan aku membawa Agag, raja orang Amalek, tetapi orang Amalek itu sendiri telah kutumpas. 21 Tetapi rakyat mengambil dari jarahan itu kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dari yang dikhususkan untuk ditumpas itu, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di Gilgal.”

22 Tetapi jawab Samuel: “Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan. 23 Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja.”

24 Berkatalah Saul kepada Samuel: “Aku telah berdosa, sebab telah kulangkahi titah TUHAN dan perkataanmu; tetapi aku takut kepada rakyat, karena itu aku mengabulkan permintaan mereka. 25 Maka sekarang, ampunilah kiranya dosaku; kembalilah bersama-sama dengan aku, maka aku akan sujud menyembah kepada TUHAN.”

26 Tetapi jawab Samuel kepada Saul: “Aku tidak akan kembali bersama-sama dengan engkau, sebab engkau telah menolak firman TUHAN; sebab itu TUHAN telah menolak engkau, sebagai raja atas Israel.”

27 Ketika Samuel berpaling hendak pergi, maka Saul memegang punca jubah Samuel, tetapi terkoyak. 28 Kemudian berkatalah Samuel kepadanya: “TUHAN telah mengoyakkan dari padamu jabatan raja atas Israel pada hari ini dan telah memberikannya kepada orang lain yang lebih baik dari padamu.

29 Lagi Sang Mulia dari Israel tidak berdusta dan Ia tidak tahu menyesal; sebab Ia bukan manusia yang harus menyesal.”

30 Tetapi kata Saul: “Aku telah berdosa; tetapi tunjukkanlah juga hormatmu kepadaku sekarang di depan para tua-tua bangsaku dan di depan orang Israel. Kembalilah bersama-sama dengan aku, maka aku akan sujud menyembah kepada TUHAN, Allahmu.” 31 Sesudah itu kembalilah Samuel mengikuti Saul. Dan Saul sujud menyembah kepada TUHAN.

Kisah Para Rasul 5:1-11

1 Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah. 2 Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul.

3 Tetapi Petrus berkata: “Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? 4 Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.”

5 Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu. 6 Lalu datanglah beberapa orang muda; mereka mengapani mayat itu, mengusungnya ke luar dan pergi menguburnya.

7 Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi. 8 Kata Petrus kepadanya: “Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?” Jawab perempuan itu: “Betul sekian.”

9 Kata Petrus: “Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar.” 10 Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya. Ketika orang-orang muda itu masuk, mereka mendapati dia sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburnya di samping suaminya.

11 Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu.

Add a Comment