Renungan Firman TUHAN Berdasar Leksionari 16 Jan 2021

Firman TUHAN tanggal 16 Jan 2021 berdasarkan “Revised Common Lectionary Sundays and Special Days Calendar” (Leksionari) terambil dari Matius 25:1-13 dan 1 Samuel 2:21-25

Matius 25:1-13

Alkitab Firman TUHAN

1 “Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. 2 Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. 3 Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, 4 sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.

5 Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur. 6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia! 7 Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.

8 Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. 9 Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ.

loading...

10 Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup. 11 Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! 12 Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu.

13 Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.”

1 Samuel 2:21-25

21 Dan TUHAN mengindahkan Hana, sehingga dia mengandung dan melahirkan tiga anak laki-laki dan dua anak perempuan lagi. Sementara itu makin besarlah Samuel yang muda itu di hadapan TUHAN.

22 Eli telah sangat tua. Apabila didengarnya segala sesuatu yang dilakukan anak-anaknya terhadap semua orang Israel dan bahwa mereka itu tidur dengan perempuan-perempuan yang melayani di depan pintu Kemah Pertemuan,

loading...

23 berkatalah ia kepada mereka: “Mengapa kamu melakukan hal-hal yang begitu, sehingga kudengar dari segenap bangsa ini tentang perbuatan-perbuatanmu yang jahat itu? 24 Janganlah begitu, anak-anakku. Bukan kabar baik yang kudengar itu bahwa kamu menyebabkan umat TUHAN melakukan pelanggaran.

25 Jika seseorang berdosa terhadap seorang yang lain, maka Allah yang akan mengadili; tetapi jika seseorang berdosa terhadap TUHAN, siapakah yang menjadi perantara baginya?” Tetapi tidaklah didengarkan mereka perkataan ayahnya itu, sebab TUHAN hendak mematikan mereka.

Renungan

Jangan Terlambat

Di masa kuliah, saya dan mahasiswa lain yang rajin mencatat dengan rapih biasanya was-was ketika menjelang ujian Semester. Karena sering terjadi buku catatan mereka yang rapih dan jelas untuk dipelajari itu, hilang entah kemana. Dugaan kami, dan kami dengar juga dari beberapa teman, buku catatan itu dicuri oleh mahasiswa lain yang malas mencatat.

Hal itu terbukti karena menjelang ujian semester, sering kami melihat fotocopy dari catatan yang hilang itu beredar di mahasiswa yang memang terkenal malas mencatat, atau mereka yang sering bolos dan hanya titip absen agar persyaratan kehadiran terpenuhi.

Sebenarnya kami yang rajin mencatat tidak keberatan kalau ada teman yang meminjam dan memfotocopy, asal segera dikembalikan. Namun banyak para pemalas yang mengambil jalan pintas, mencuri dan tanpa rasa bersalah menghilangkannya supaya tidak ketahuan.

Oleh karena itu kami mencari akal agar sang pencuri tidak dapat menggunakan buku catatan kami, salah satunya menulis catatan menggunakan kode-kode atau singkatan, yang hanya dimenergti kami (penulis). Bagi mahasiswa yang memiliki uang cukup, ia akan memfotocopy sebagai backup. Untuk masa sekarang back up bisa dibuat dengan memfoto catatan kita dan menyimpannya dalam google drive pribadi.

loading...

Para pemalas, dan lebih buruk lagi, para pencuri, biasanya memang mencari buku catatan menjelang ujian, karena sudah lengkap. Sehingga ketika mereka berhasil mencuri buku catatan tapi ternyata sebagian besar tulisannya tidak mereka mengerti, karena ditulis dengan kode-kode khusus, mereka (para pencuri) pasti akan kelabakan dan semuanya terlambat. Mereka tidak siap ketika ujian tiba.

Menunda pekerjaan untuk mengerjakan hal lain yang tidak penting sering kita lakukan. Hal-hal yang tidak penting seperti mencari berita yang sedang ngetrend, atau banyak dibicarakan orang lain, padahal sama sekali tidak penting untuk kehidupan kita, sering kita lakukan supaya sekedar mendapat predikat paling update.

Menonton TV atau channel youtube yang berisi aktivitas seseorang artis atau yang berisi polemik, bisa kita lakukan berjam-jam, dan kegiatan itu semua membuang waktu kita percuma. Sedangkan pekerjaan atau pelajaran yang seharusnya kita persiapkan sebaik dan sesegera mungkin, jadi terbengkelai, dan ketika tiba waktunya, semua sudah terlambat, pekerjaan dan pelajaran kita lakukan seadanya dan pasti akan memperoleh nilai buruk.

Orang yang tidak siap dan terlambat digambarkan Tuhan Yesus sebagai orang yang bodoh, sebagaimana  5 gadis yang hanya membawa pelita tanpa cadangan minyak (Matius 25:1-2), sehingga mereka ditolak oleh Sang Pengantin. Begitu juga anak-anak Imam Eli, anak yang hidup sangat dekat dengan firman TUHAN bahkan dengan Tabut Perjanjian, mereka mengabaikan semua itu, sehingga perbuatan jahat mereka tidak memperoleh pengampunan TUHAN (1 Samuel 2:25)

Bijaksana adalah apa yang Tuhan inginkan dari kita. Bijaksana menggunakan waktu seefektif mungkin, sehingga tidak ada pelajaran, pekerjaan atau tugas yang terlambat diselesaikan yang membuat kita “ditolak”.

Ditolak orang lain sangatlah mengecewakan, sayangnya bagi beberapa orang yang tidak bijaksana, mereka menutupinya dengan amarah bahkan menebarkan kebencian dan memusuhi orang yang menolak dia. Namun apabila yang menolak kita adalah Tuhan sendiri, maka tidak ada gunanya kita marah apalagi memusuhiNya.

loading...

Jadi lebih baik, kepada siapapun yang “menolak” karena kebodohan dan kelalaian kita, segera minta maaf dan memperbaiki diri, sehingga kita tidak menyesal di kemudian hari karena melakukan hal-hal tidak patut di hadapan TUHAN dan kebodohan lainnya.

Alangkah senang dan membanggakan ketika TUHAN menilai kita sebagai orang yang bijaksana, yang pastinya setara dengan orang-orang bijaksana lainnya yang tertulis di Alkitab. Namun alangkah memalukan dan menyedihkan apabila kita termasuk orang-orang yang dinilai Tuhan sebagai orang bodoh, oleh karena it uterus baca Alkitab untuk memperoleh hikmatNya.

Alkitab berisi sangat banyak kesaksian orang-orang percaya, baik dari orang yang sangat sederhana hingga para raja. Bahkan bagaimana TUHAN menyampaikan kabar sukacita den keselamatan bagi umat manusia. Tidak terhitung banyaknya orang yang diselamatkan karena menjadi bijaksana setelah membaca Alitab, firman TUHAN. Oleh karena itu mari baca, pelajari dan terapkan dalam kehidupan kita. Niscaya TUHAN akan terus membimbing kita menjadi orang yang bijaksana dalam setiap langkah hidup kita.

Sampaikan kabar sukacita yang kita peroleh kepada setiap orang yang ada di sekitar kita, sehingga semakin banyak orang yang bersyukur atas kasih Tuhan kepada umat manusia, dan menjadi percaya.

loading...

Renungan firman TUHAN berdasarkan Leksionari lainnya

God bless you, God bless Indonesia.

@shtobing

Add a Comment