Renungan Firman TUHAN Berdasar Leksionari 16 Feb 2021

Firman TUHAN tanggal 16 Februari 2021 berdasarkan “Revised Common Lectionary Sundays and Special Days Calendar” (Leksionari) terambil dari Ayub 19:23-27 dan 1 Timotius 3:14-16

Renungan

Tuhan Penebus Kita Hidup

Alkitab Firman Tuhan

1 Timotius 3:16 Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: “Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.”

Ayub 19: 25 Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, …

Tuhan kok mati, Tuhan kok disalib, Tuhan kok berdarah-darah, Tuhan kok kehausan, Tuhan kok kalah dan banyak lagi ucapan orang-orang tidak percaya, yang mempretanyakan peristiwa penyalibat Yesus Kristus, yang kita kenal dan sembah sebagai Tuhan Yesus.

loading...

Mereka, yang suka menjelek-jelakan agama dan kepercayaan orang lain karena dengan cara itu mereka merasa agama mereka lebih benar, dan agama orang lain, dalam hal ini agama Kristen adalah salah, karena banyak kekurangannya.

Bagi mereka, karena para guru dan orangtua mereka mengajarkan untuk menjelek-jelakan agama lain sejak mereka kecil, maka tidak aneh mereka jadi tidak ingin tahu bagaimana sebenarnya agama Kristen itu. Dengan demikian mereka berusaha agar kaum mereka tidak terpikat dengan apa yang diajarkan Tuhan Yesus, karena terus menjelek-jelekannya setiap waktu.

Akibatnya mereka tidak mau tahu dan menutup telinga, sama seperti orang-orang Farisi, Saduki dan orang Yahudi lainnya yang tidak mau mendengar ketika Yesus berkata-kata. Mereka menutup telinga dan selanjutnya menutup hati mereka. Akhirnya mereka tidak tahu jalan yang benar terbentang bagi setiap orang yang percaya kepada Tuhan, diselamatkan oleh pengorbanan Tuhan Yesus Kristus dan setiap hari dibimbing okeh Roh Kudus.

Jadi ketidaktahuan mereka karena mereka hanya mendengar dan membaca sebatas kehidupan Tuhan ketika datang ke dunia ini. Mereka tidak melihat dan menyadari bahwa sebenarnya peristiwa penyaliban itu ditunjukan Tuhan utnuk memberi contoh bagaiman seharusnya orang Kristen hidup di dunia ini, yaitu siap menghadapi penderitaan karena mengikuti dan menjalankan perintahNya.

loading...

Peristiwa penyaliban mengajarkan kepada kita, dengan praktek langsung oleh Tuhan Yesus, bukan hanya sekedar dengan kata-kata semata. Sehingga kita tahu bagaimana kita harus berkorban demi tercapainya tujuan, yaitu keselamatan umat manusia.

Selama IA berada di dunia, tidak ada yang mustahil bagiNya, badai dibuatNya diam, segala roh jahat dan setan menyembah dan ketakutan menghadapiNya, ribuan orang diberi makan dengan bermodalkan beberapa ketul roti dan beberapa ekor ikan, orang sakit dan cacat disembuhkan, bahkan orang mati dibangkitkanNya. Sehingga kalau mau dengan mudahnya IA menghancurkan orang-orang yang menangkap dan menyalibkanNya.

Namun bukan itu tujuan Tuhan, kalau seperti itu yang dilakukan maka segala perintahNya yang suah disampaikan melalui nabi-nabinya beribu tahun, tidak tergambarkan dengan jelas. Tuhan dapat saja memberi perintah agar manusia harus siap mati ketika menjadi pengikutNya. Namun tanpa contoh yang jelas maka kematian seperti apa tidak dapat digambarkan dan dirasakan oleh manusia. Oleh karena itu peristiwa penyaliban yang sangat hina terjadi dan dilihat oleh seluruh umat manusia hingga sekarang ini.

Menjadi pengikut setia Tuhan harus siap mati, bahkan mati dengan yang bagi manusia adalah cara yang hina, disalibkan.

Setelah kematian di kayu salib, lalu TUHAN menunjukan kuasaNya. IA bangkit dan membungkam maut, sehingga membuat setiap orang percaya semakin dekat dan berpegang teguh kepadaNya.

Ejekan orang-orang tidak percaya itu karena mereka tidak diceritakan dengan komplit, bahkan kisah kelahiran kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus dipelintir sedemikain rupa, dan dibumbuhi dengan ejekan dan hinaan. Namun bagi kita yang sudah melihatnya, bukan melihat dengan mata namun dengan hati dan pikiran kita karena kesaksian orang-orang percaya, kita akan bersyukur karena sungguh agung dan mulia Tuhan kita Yesus Kristus (1 Timotius 3:16).   

loading...

Segala penderitaan yang akan kita hadapi, atau mungkin saat ini sudah kita rasakan karena selalu berjalan di jalan Tuhan, janganlah membuat kita kendor dan berhenti, karena apa yang kita rasakan masih jauh dari pendritaan yang dicontohkan Tuhan Yesus.

Kita mungkin akan dibenci banyak orang-orang dunia, kita mungkin disingkirkan, kita mungkin akan sulit memperoleh pekerjaan dibandingkan orang-orang yang membenci Kristus, kita mungkin dijauhi ornag-orang di sekitar kita, dan berbagai penderitaan lainnnya.

Namun demikian mungkin penderitaan kita itu masih kalah jauh dibandingkan dengan penderitaan Ayub, yang melihat dan merasakan sendiri segala sesuatu yang ada padanya direnggut, sehingga ia hidup sendiri dengan badan yang dipenuhi penyakit. Namun semua itu tidalah membuat dia lupa akan berkat dan pengasihan Tuhan kepadanya sepanjang hidupnya, sebelum dia kehilangan segalanya. Ia tetap berseru “tetapi aku tahu Penebusku hidup…” (Ayub 19:25).

Penebus kita itu hidup, IA tidak mati karena kematian di kayu salib itu hanya sementara saja. IA sudah hidup kembali dan naik ke sorga serta memberikan Roh Kudus kepada kita semua, agar kita selalu ingat akan kasih Tuhan kepada umat manusia melalui peristiwa penyelamatan dan pengorbanan darah Yesus Kristus.

Tidak perlu pusingkan dengan segala hinaan dan ejekan kepada kita orang-orang percaya. Hinaan dan ejekan itu ditujukan semata-mata untuk membuat iman kita goyah dan menjauh dari Tuhan.

Doakan saja setiap orang yang mengejek dan menghina kita dengan ucapan-ucapan mereka yang ditujukan merendahkan Tuhan Yesus Kristus, karena memang ada si jahat yang membuat mereka jadi tidak tahu dan tidak mau mencari kebenaran.

loading...

Sekali lagi, doakan mereka dengan penuh kasih, maka sebagaimana kesaksian orang-orang percaya baru, suatu saat apabila Tuhan berkenan, mereka akan diketuk hatinya, dipanggil untuk menjadi hambaNya yang akan ikut menyampaikan kabar sukacita ke seluruh dunia.

God bless you, God bless Indonesia.

Renungan firman TUHAN berdasarkan Leksionari lainnya

@shtobing

loading...

Ayub 19:23-27

23 Ah, kiranya perkataanku ditulis, dicatat dalam kitab, 24 terpahat dengan besi pengukir dan timah pada gunung batu untuk selama-lamanya!

25 Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu.

26 Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingkupun aku akan melihat Allah, 27 yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu

1 Timotius 3:14-16

14 Semuanya itu kutuliskan kepadamu, walaupun kuharap segera dapat mengunjungi engkau.

15 Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.

16 Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: “Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.”

Add a Comment