Renungan Firman TUHAN Berdasar Leksionari 15 Jan 2021

Firman Tuhan tanggal 15 Januari 2021 berdasarkan “Revised Common Lectionary Sundays and Special Days Calendar” (Leksionari) terambil dari Kisah Para Rasul 13:16-25 dan Hakim-hakim  2:16-23

Kisah Para Rasul 13:16-25

Alkitab Firman TUHAN

16 Maka bangkitlah Paulus. Ia memberi isyarat dengan tangannya, lalu berkata: “Hai orang-orang Israel dan kamu yang takut akan Allah, dengarkanlah! 17 Allah umat Israel ini telah memilih nenek moyang kita dan membuat umat itu menjadi besar, ketika mereka tinggal di Mesir sebagai orang asing. Dengan tangan-Nya yang luhur Ia telah memimpin mereka keluar dari negeri itu.

18 Empat puluh tahun lamanya Ia sabar terhadap tingkah laku mereka di padang gurun. 19 Dan setelah membinasakan tujuh bangsa di tanah Kanaan, Ia membagi-bagikan tanah itu kepada mereka untuk menjadi warisan mereka 20 selama kira-kira empat ratus lima puluh tahun. Sesudah itu Ia memberikan mereka hakim-hakim sampai pada zaman nabi Samuel.

21 Kemudian mereka meminta seorang raja dan Allah memberikan kepada mereka Saul bin Kish dari suku Benyamin, empat puluh tahun lamanya.

loading...

22 Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku. 23 Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus.

24 Menjelang kedatangan-Nya Yohanes telah menyerukan kepada seluruh bangsa Israel supaya mereka bertobat dan memberi diri dibaptis. 25 Dan ketika Yohanes hampir selesai menunaikan tugasnya, ia berkata: Aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi Ia akan datang kemudian dari padaku. Membuka kasut dari kaki-Nyapun aku tidak layak.

Hakim-hakim  2:16-23

16 Maka TUHAN membangkitkan hakim-hakim, yang menyelamatkan mereka dari tangan perampok itu. 17 Tetapi juga para hakim itu tidak mereka hiraukan, karena mereka berzinah dengan mengikuti allah lain dan sujud menyembah kepadanya. Mereka segera menyimpang dari jalan yang ditempuh oleh nenek moyangnya yang mendengarkan perintah TUHAN; mereka melakukan yang tidak patut.

18 Setiap kali apabila TUHAN membangkitkan seorang hakim bagi mereka, maka TUHAN menyertai hakim itu dan menyelamatkan mereka dari tangan musuh mereka selama hakim itu hidup; sebab TUHAN berbelas kasihan mendengar rintihan mereka karena orang-orang yang mendesak dan menindas mereka. 19 Tetapi apabila hakim itu mati, kembalilah mereka berlaku jahat, lebih jahat dari nenek moyang mereka, dengan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya; dalam hal apapun mereka tidak berhenti dengan perbuatan dan kelakuan mereka yang tegar itu.

loading...

20 Apabila murka TUHAN bangkit terhadap orang Israel, berfirmanlah Ia: “Karena bangsa ini melanggar perjanjian yang telah Kuperintahkan kepada nenek moyang mereka, dan tidak mendengarkan firman-Ku, 21 maka Akupun tidak mau menghalau lagi dari depan mereka satupun dari bangsa-bangsa yang ditinggalkan Yosua pada waktu matinya,  22 supaya dengan perantaraan bangsa-bangsa itu Aku mencobai orang Israel, apakah mereka tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN, seperti yang dilakukan oleh nenek moyang mereka, atau tidak.”

23 Demikianlah TUHAN membiarkan bangsa-bangsa itu tinggal dengan tidak segera menghalau mereka; mereka tidak diserahkan-Nya ke dalam tangan Yosua

Renungan

Menjadi Murid TUHAN Yang Dewasa

Ketika memimpin sebuah team saya selalu mengingatkan mereka agar bekerja tanpa perlu diawasi atasan. Dengan demikian mereka harus mengawasi diri mereka sendiri. Hal ini saya lakukan untuk melatih team saya agar mereka menjadi karyawan yang bertanggungjawab, menjalankan tugasnya tanpa diingatkan dan pasti akan mempercepat proses kerja mereka.

Karyawan yang ingin maju dengan senang hati menjalankan hal tersebut. Mereka dari hari ke hari belajar bertanggungjawab dengan mengawasi diri mereka sendiri. Mereka membuat system ataupun alat bantu yang dapat membantu mereka memonitor pekerjaan mereka. Pekerjaan mana yang masih dalam proses dan mana yang sudah selesai. Mana pekerjaan yang harus segera diselesaikan dan mana pekerjaan yang harus didiskusikan dengan saya, sehingga permasalahan dapat dipecahkan segera. Berbagai cara ia lakukan untuk mencegah pekerjaan yang terabaikan.

Hasilnya bagi karyawan yang melakukan hal tersebut adalah, mereka berhasil memuaskan pelanggan mereka. Baik kepada pelanggan yang mereka layani, maupun sesama karyawan yang merupakan next processnya. Sehingga mereka menjadi karyawan, yang secara obyektif, dinilai berprestasi oleh semua pihak (bukan hanya saya sendiri sebagai atasan mereka). Semua senang bahkan puas atas kinerjanya, karena mereka merasakan tidak ada pekerjaan yang tertunda, bahkan pekerjaan yang sulitpun dapat diselesaikan tanpa kendala.

Pengawasan yang melekat dari orang lain membuat kita menjadi orang yang tidak mandiri, karena membuat kita hanya menjalankan tugas dan mengerjakannya apabila ada yang menegor kita. Atau kita hanya mendiskusikan tugas dan menyelesaikannya hanya bila ada yang bertanya, dan mungkin sudah menimbulkan masalah karena sudah ada yang complain akibat keterlambatan pekerjaan kita.

loading...

Hal itu juga yang terjadi pada bangsa Israel di jaman Hakim-Hakim. Niat baik TUHAN dan kasihNya kepada bangsa pilihan, membuat IA mengirim para Hakim untuk membantu agar bangsa Israel, agar selalu ingat keselamatan yang dikaruniakan TUHAN kepada nenek moyang mereka, dan mereka menjalankan semua firman TUHAN dengan baik, ternyata hanya efektif ketika para Hakim tersebut masih hidup. Ketika para Hakim meninggal, bangsa Israel kembali lagi terjerumus melakukan berbagai dosa di hadapan TUHAN (Hakim-Hakim 2:18-19).

Kesabaran TUHAN kepada bangsa Israel juga diingatkan oleh Paulus, bagaimana TUHAN harus sabar selama 40 tahun setelah bangsa Israel IA selamatkan dari tanah Mesir. Namun peristiwa keselamatan dan peran Hakim-Hakim tidak membuat bangsa Israel tetap setia pada TUHAN tanpa diawasi, mereka bahkan selanjutnya meminta raja utnuk memimpin mereka.

Paulus menyatakan sebagaimana yang dinyatakan oleh Yohanes Pembaptis, bahwa untuk melengkapi kasih TUHAN kepada umat manusia, IA sendiri telah mengutus anakNya Yang Tunggal untuk menebus manusia, sehingga manusia diselamatkan dari dosa dunia.

Kasih karunia TUHAN itu sudah kita terima, dan bagaimana kita menjadi orang yang sellau setia dan menjalankan perintahNya tanpa perlu diawasi? Berlaku disiplin membaca dan merenungkan firman TUHAN, serta mengingat berbagai kesaksian orang percaya di dalam Alkitab dan dalam kehidupan kita sehari-hari, serta SEGERA menerapkannya dalam kehidupan kita adalah jawabnya.

Tidak perlu ada orang lain yang menginatkan kita untuk menjalankan firmanNya dengan setia, karena yang paling tahu apakah kita setia adalah diri kita sendiri dan TUHAN. Semua perbuatan kecil dan besar yang kita lakukan tidak ada yang tersembunyi bagiNya.

Apa yang kita pikirkan dan rencanakan, tidak ada yang tidak dapat TUHAN lihat dan dengar. Oleh karena itu mari kita baca firman TUHAN, lihat dan dengar kesaksian semua orang percaya, dan lihatlah bagaimana TUHAN akan menguatkan iman kita, sehingga kita memperoleh pencerahan untuk menjalankan firmanNya. Kita memperoleh bimbingan baik dengan kata maupun dengan karya, untuk menunjukan kepada setiap umat manusia bahwa TUHAN Yang Maha Kuasa itu, bahkan membuka tali kasut dari kakiNyapun Yohanes Pembabtis tidak layak (Kisah Para Rasul 13:25b), sudah datang ke dunia dan memberikan kabar keselamatan kepada semua manusia. Bukan hanya kepada bangsa Israel saja.

loading...

Mari kita sampaikan kabar keselamatan ini ke seluruh dunia, dan memberikan sukacita bagia setiap orang yang mendengar dan menyaksikannya.

God bless you, God bless Indonesia  

Renungan firman TUHAN berdasarkan Leksionari lainnya

@shtobing

loading...

Add a Comment