Renungan Firman TUHAN Berdasar Leksionari 15 Feb 2021

Firman TUHAN tanggal 15 Februari 2021 berdasarkan “Revised Common Lectionary Sundays and Special Days Calendar” (Leksionari) terambil dari Keluaran 19:7-25 dan Ibrani 2:1-4

Renungan

Jangan Sia-Siakan Keselamatan dari TUHAN

Alkitab Firman Tuhan

Ibrani 2: 3 bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai…

Keluaran 19: 7 Lalu datanglah Musa dan memanggil para tua-tua bangsa itu dan membawa ke depan mereka segala firman yang diperintahkan TUHAN kepadanya. 8 Seluruh bangsa itu menjawab bersama-sama: “Segala yang difirmankan TUHAN akan kami lakukan.” Lalu Musapun menyampaikan jawab bangsa itu kepada TUHAN.

Di masa liburan sekolah, terutama di bulan Juli, salah satu kegiatan yang suka saya lakukan bersama teman-teman adalah hiking, menyusuri kaki gunung hingga menaikinya hingga pinggang gunung.

loading...

Namun karena sekedar hobby, dan kami tahu stamina dan perlengkapan yang diperlukan untuk naik gunung, maka kami hanya naik sampai ketinggian dimana kami sudah dapat menikmati kota dari ketinggian.

Selama perjalanan menaiki gunung tersebut kami beberapa kali bertanya kepada penduduk, petani atau mungkin sesama “pendaki” yang sedang turun, bagaimana kondisi di atas. Jawaban mereka menjadi petunjuk bagi kami agar kami selamat.

Karena tujuan kami adalah untuk bersenang-senang, tujuan tersebut sudah pasti tidak tercapai kalau salah satu dari kami celaka. Sehingga kami memperhatikan setiap petunjuk, peringatan dan cuaca. Dengan menjalankan itu semua, maka selama saya dan teman-teman saya menjalankan hoby hiking, tidak ada yang celaka.

Sehingga bila kembali mengingat itu semua, saya masih bisa merasakan nyamannya memandang kota dari ketinggian dengan diselimuti udara yang sejuk.

loading...

Memperhatikan firman Tuhan, dan bukan hanya sekedar mendengarkan atau membaca firmanNya, tetapi melakukannya dengan benar, yang akan menghantarkan kita kepada keselematan yang kekal. Jangan sampai semua itu tidak dapat kita nikmati, hanya karena kita mengabaikan petunjuk dan kesaksian dari orang-orang yang sudah mengalami pemeliharaan dan keselamatan dair Tuhan.

Kesaksian dan petunjuk dari orang yang mengalami sendiri adalah bukti yang dapat dipercaya, sehingga kita dapat menjadikannya patokan dalam menjalani kehidupan ini (Ibrani 2:3). Jangan sia-siakan semua itu, lihat dan rasakanlah betapa kasih karunia Tuhan menyelimuti kita setiap hari, dan membimbing kita mencapai keselamatan yang abadi.

Kesaksian Musa yang dituliskan dalam kita Keluaran, ketika ia dipakai Tuhan untuk membimbing bangsa Israel mencapai tanah perjanjian, kembali mengingatkan kita betapa Tuhan tidak pernah meninggalkan umatNya berjalan sendiri.

Tiang awan di siang hari dan tiang api di malam hari, membimbing bangsa itu sehingga mereka tidak tersesat. Selain itu, firman Tuhan terus disampaikan kepada mereka. Dengan demikian mereka dengan semangat mengatakan “segala yang di firmankan TUHAN akan kami lakukan” kepada Musa (Keluaran 19:7).

Namun seperti acapkali kita lakukan, ketika berkat Tuhan sudah melimpahi kita dan setiap langkah hidup kita dibuatNya nyaman, karena kita mengikuti dan berpegang kepada segala petunjukNya, kita bukannya semakin erat berpegang kepada Tuhan, namun kita mencoba-coba menyimpang dari jalanNya.

Manusia seringkali seperti anak kecil, ketika masih belajar berjalan mereka selalu dekat dengan orangtuanya. Mereka selalu minta digandeng orangtuanya, dan mau berjalan dengan sabar dan hati-hati. Namun ketika sudah mampu berjalan dengan tegak dan berlari, mereka berjalan sendiri dan berlari yang kadang membawa mereka ke dalam bahaya.

loading...

Apabila saat ini kita sedang menjauh dari Tuhan, baik di dalam kegiatan kita sehari-hari apalagi dalam persekutuan dan pelayanan, maka segeralah kembali mendekat kepada Tuhan. Jangan biarkan diri kita berjalan jauh, dan menyimpang sendirian sehingga setiap saat malah jatuh ke dalam bimbingan dan arahan si jahat, menuju kehancuran.

Ketika mendaki gunung, sekecil apapun petunjuk dan tanda-tanda yang menunjukan adanya bahaya, haruslah diperhatikan. Misalnya dijalan setapak yang kita lalui ada sedikit bagian yang runtuh, walau kecil dan kita dapat melaluinya, maka berhentilah terlebih dahulu, amati sekitarnya dengan seksama, apakah keruntuhan tersebut berpotensi menjadi longsor besar atau tidak? Setelah semuanya aman baru kita lanjutkan pendakian kita, kalau tidak, segeralah turun dan sampaikan informasinya kepada orang-orang yang anda temui.

Perhatikan langkah hidup kita dengan seksama, sekecil apapun potensi dosa yang akan kita lakukan, segera berhenti dan hindari, agar kita selamat sampai ke tujuan kita yang utama, yaitu kehidupan kekal bersama Tuhan Yesus Kristus.

Beritakanlah segala hal yang anda alami kepada setiap orang yang anda temui, agar mereka juga diselamatkan, karena mereka turut menyaksikan bagaimana Tuhan melindungi dan memelihara anda dan seisi rumah anda.

God bless you, God bless Indonesia.

Renungan firman TUHAN berdasarkan Leksionari lainnya

loading...

@shtobing

Keluaran 19:7-25

7 Lalu datanglah Musa dan memanggil para tua-tua bangsa itu dan membawa ke depan mereka segala firman yang diperintahkan TUHAN kepadanya.

8 Seluruh bangsa itu menjawab bersama-sama: “Segala yang difirmankan TUHAN akan kami lakukan.” Lalu Musapun menyampaikan jawab bangsa itu kepada TUHAN.

9 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Sesungguhnya Aku akan datang kepadamu dalam awan yang tebal, dengan maksud supaya dapat didengar oleh bangsa itu apabila Aku berbicara dengan engkau, dan juga supaya mereka senantiasa percaya kepadamu.” Lalu Musa memberitahukan perkataan bangsa itu kepada TUHAN.

loading...

10 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Pergilah kepada bangsa itu; suruhlah mereka menguduskan diri pada hari ini dan besok, dan mereka harus mencuci pakaiannya.

11 Menjelang hari ketiga mereka harus bersiap, sebab pada hari ketiga TUHAN akan turun di depan mata seluruh bangsa itu di gunung Sinai.

12 Sebab itu haruslah engkau memasang batas bagi bangsa itu berkeliling sambil berkata: Jagalah baik-baik, jangan kamu mendaki gunung itu atau kena kepada kakinya, sebab siapapun yang kena kepada gunung itu, pastilah ia dihukum mati.

13 Tangan seorangpun tidak boleh merabanya, sebab pastilah ia dilempari dengan batu atau dipanahi sampai mati; baik binatang baik manusia, ia tidak akan dibiarkan hidup. Hanya apabila sangkakala berbunyi panjang, barulah mereka boleh mendaki gunung itu.”

14 Lalu turunlah Musa dari gunung mendapatkan bangsa itu; disuruhnyalah bangsa itu menguduskan diri dan merekapun mencuci pakaiannya.

15 Maka kata Musa kepada bangsa itu: “Bersiaplah menjelang hari yang ketiga, dan janganlah kamu bersetubuh dengan perempuan.”

16 Dan terjadilah pada hari ketiga, pada waktu terbit fajar, ada guruh dan kilat dan awan padat di atas gunung dan bunyi sangkakala yang sangat keras, sehingga gemetarlah seluruh bangsa yang ada di perkemahan.

17 Lalu Musa membawa bangsa itu keluar dari perkemahan untuk menjumpai Allah dan berdirilah mereka pada kaki gunung.

18 Gunung Sinai ditutupi seluruhnya dengan asap, karena TUHAN turun ke atasnya dalam api; asapnya membubung seperti asap dari dapur, dan seluruh gunung itu gemetar sangat.

19 Bunyi sangkakala kian lama kian keras. Berbicaralah Musa, lalu Allah menjawabnya dalam guruh.

20 Lalu turunlah TUHAN ke atas gunung Sinai, ke atas puncak gunung itu, maka TUHAN memanggil Musa ke puncak gunung itu, dan naiklah Musa ke atas.

21 Kemudian TUHAN berfirman kepada Musa: “Turunlah, peringatkanlah kepada bangsa itu, supaya mereka jangan menembus mendapatkan TUHAN hendak melihat-lihat; sebab tentulah banyak dari mereka akan binasa.

22 Juga para imam yang datang mendekat kepada TUHAN haruslah menguduskan dirinya, supaya TUHAN jangan melanda mereka.”

23 Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: “Tidak akan mungkin bangsa itu mendaki gunung Sinai ini, sebab Engkau sendiri telah memperingatkan kepada kami, demikian: Pasanglah batas sekeliling gunung itu dan nyatakanlah itu kudus.”

24 Lalu TUHAN berfirman kepadanya: “Pergilah, turunlah, kemudian naiklah pula, engkau beserta Harun; tetapi para imam dan rakyat tidak boleh menembus untuk mendaki menghadap TUHAN, supaya mereka jangan dilanda-Nya.”

25 Lalu turunlah Musa mendapatkan bangsa itu dan menyatakan hal itu kepada mereka

Ibrani 2:1-4

1 Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus.

2 Sebab kalau firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap berlaku, dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal,

3 bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai, sedangkan

4 Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karena Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya.   

Add a Comment