Renungan Firman TUHAN Berdasar Leksionari 14 Jan 2021

Firman Tuhan tanggal 14 Januari 2021 berdasarkan “Revised Common Lectionary Sundays and Special Days Calendar” (Leksionari) terambil dari 2 Korintus 10:1-11 dan Hakim-hakim  2:6-15

2 Korintus 10:1-11

Alkitab Firman Tuhan

1 Aku, Paulus, seorang yang tidak berani bila berhadapan muka dengan kamu, tetapi berani terhadap kamu bila berjauhan, aku memperingatkan kamu demi Kristus yang lemah lembut dan ramah. 2 Aku meminta kepada kamu: jangan kamu memaksa aku untuk menunjukkan keberanianku dari dekat, sebagaimana aku berniat bertindak keras terhadap orang-orang tertentu yang menyangka, bahwa kami hidup secara duniawi.

3 Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, 4 karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.

5 Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus, 6 dan kami siap sedia juga untuk menghukum setiap kedurhakaan, bila ketaatan kamu telah menjadi sempurna.

loading...

7 Tengoklah yang nyata di depan mata kamu! Kalau ada seorang benar-benar yakin, bahwa ia adalah milik Kristus, hendaklah ia berpikir di dalam hatinya, bahwa kami juga adalah milik Kristus sama seperti dia. 8 Bahkan, jikalau aku agak berlebih-lebihan bermegah atas kuasa, yang dikaruniakan Tuhan kepada kami untuk membangun dan bukan untuk meruntuhkan kamu, maka dalam hal itu aku tidak akan mendapat malu. 9 Tetapi aku tidak mau kelihatan seolah-olah aku menakut-nakuti kamu dengan surat-suratku.

10 Sebab, kata orang, surat-suratnya memang tegas dan keras, tetapi bila berhadapan muka sikapnya lemah dan perkataan-perkataannya tidak berarti. 11 Tetapi hendaklah orang-orang yang berkata demikian menginsafi, bahwa tindakan kami, bila berhadapan muka, sama seperti perkataan kami dalam surat-surat kami, bila tidak berhadapan muka.

Hakim-hakim  2:6-15

6 Setelah Yosua melepas bangsa itu pergi, maka pergilah orang Israel itu, masing-masing ke milik pusakanya, untuk memiliki negeri itu. 7 Dan bangsa itu beribadah kepada TUHAN sepanjang zaman Yosua dan sepanjang zaman para tua-tua yang hidup lebih lama dari pada Yosua, dan yang telah melihat segenap perbuatan yang besar, yang dilakukan TUHAN bagi orang Israel.

8 Dan Yosua bin Nun, hamba TUHAN itu, mati pada umur seratus sepuluh tahun; 9 ia dikuburkan di daerah milik pusakanya di Timnat-Heres, di pegunungan Efraim, di sebelah utara gunung Gaas.

loading...

10 Setelah seluruh angkatan itu dikumpulkan kepada nenek moyangnya, bangkitlah sesudah mereka itu angkatan yang lain, yang tidak mengenal TUHAN ataupun perbuatan yang dilakukan-Nya bagi orang Israel. 11 Lalu orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dan mereka beribadah kepada para Baal.

12 Mereka meninggalkan TUHAN, Allah nenek moyang mereka yang telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir, lalu mengikuti allah lain, dari antara allah bangsa-bangsa di sekeliling mereka, dan sujud menyembah kepadanya, sehingga mereka menyakiti hati TUHAN. 13 Demikianlah mereka meninggalkan TUHAN dan beribadah kepada Baal dan para Asytoret.

14 Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel. Ia menyerahkan mereka ke dalam tangan perampok dan menjual mereka kepada musuh di sekeliling mereka, sehingga mereka tidak sanggup lagi menghadapi musuh mereka. 15 Setiap kali mereka maju, tangan TUHAN melawan mereka dan mendatangkan malapetaka kepada mereka, sesuai dengan apa yang telah diperingatkan kepada mereka oleh TUHAN dengan sumpah, sehingga mereka sangat terdesak.

Renungan

Keangkuhan Dihukum Tuhan

2 Korintus 10:5, segala sesuatu yang dibangun dari keangkutan manusia pasti akan dirobohkan Tuhan. Oleh Karen itu kita wajib untuk mengingatkan orang-orang di sekitar kita, agar mereka tidak menjadi angkuh atas berbagai kesuksesan yang diperoleh.

Firman Tuhan ini terutama berlaku bagi diri kita terlebih dahulu. Periksalah diri kita apakah kita angkuh atau tidak, apakah kita menepuk dada atas berbagai karya yang kita perbuat atau tidak. Apakah kita lupa bahwa segala sesuatunya bukan semata-mata karya kita atau kita ingat bahwa tanpa kuasa Tuhan yang membimbing maka kita bukanlah apa-apa.

Memiliki seorang teman yang jauh lebih tua dari kita akan membuat kita bijaksana, tentu saja bila teman kita itu seorang yang bijaksana. Bukan hanya tua dan sudah menikmati asin, manis dan pahit getirnya kehidupan, namun seorang yang bijak karena tahu bagaimana kita hidup sehingga kita dapat menghadapi pahit getirnya kehidupan dengan tabah, atau menikmati manisnya kehidupan dengan tidak sombong dengan demikian jauh dari sikap angkuh.

loading...

Berbeda dengan teman yang seumur, teman bijaksana yang lebih tua dari kita sudah tidak meledak-ledak lagi. Ia selalu berkata-kata dengan tenang, dan yang lebih berkesan lagi adalah ia mendengar dan berpikir dengan tenang, teliti dan tidak tergesa-gesa.

Orang-orang muda banyak yang tidak sabar menghadapi orangtua seperti itu, ketenangan dan ketelitiannya sering dinilai sebagai orang yang lambat, lelet dan ketinggalan zaman.

Para pemuda selanjutnya akan membentuk generasi baru, bila mereka tidak memperhatikan apa yang dirasakan dan dialami oleh orang-orangtua mereka. Apabila mereka tidak memperhatikan dan meneladani bagaiaman orangtua mereka memecahkan permasalahan.

Apabila mereka mengabaikan pemikiran orang tua dan menganggapnya ketinggalan zaman, maka pasti generasi baru seperti itu tidak akan bertahan lama. Mereka akan jatuh danterpuruk.

Sebagaimana generasi baru bangsa Insrael setelah Yosua menginggal. Kekuatan dan kekayaan membuat mereka tidak perduli bahkan buta atas peran TUHAN kepada nenek moyang mereka. Mereka mengabaikan segalanya (Hakim-Hakim 2:10-11). Mereka lalu meninggalkan TUHAN dan jatuh kembali ke pemujaan berhala.

Akibatnya kita bisa melihat bagaimana di ayat-ayat selanjutnya TUHAN menghukum bangsa Israel. Hukuman Tuhan sangatlah menyakitkan, karena bangsa Israel yang termasuk kuat saat itu dikalahkan oleh sekumpulan perampok yang tidak lebih banyak dansekuat suku-suku bani Israel.

loading...

Bagaimana hidup kita selama ini, apakah kita tidak perduli pada orang lain? Apakah kita suka mencemooh pekerjaan orang lain karena mereka lebi lemah dari kita? Apakah kita mengabaikan perintah Tuhan untuk mengasihi sesama kita manusia? Apakah kita tidak perduli dengan keadaan orang lain? Karena yang penting adalah kita aman sejahtera?

Mari kita bersama-sama menyadarinya, dan melakukan firman TUHAN dengan menunjukan kepada orang-orang bahwa TUHAN mengasihi mereka melalui kita. Berikan diri kita dengan sukacita, jangan biarkan kita menunjukan sikap kita yang arogan, agar Tuhan melihatnya sebagai kebaikan.

Segala perbuatan yang diperintahkan oleh Tuhan mari kita lakukan bukan hanya supaya dilihat oleh orang lain. Namun lakukanlah dengan segenap kerendahan hati kita, sehingga TUHAN menilanya sebagai ketaatan dan kesetiaan kita kepadaNya, dan kita tidak jatuh ke dalam hukumanNya.

Mari baca dan renungkan firman TUHAN setiap hari, sehingga kita dapat menjadi orang yang diperintahkan TUHAN untuk menyampaikan kabar sukacita kepada setiam orang yang ada di sekitar kita. TUHAN pasti menguatkan kita dan mengiring langkah kita untuk melakukan itu semua, dan membuat setiap orang memuji Nama TUHAN.

loading...

God bless you, God bless Indonesia.

Renungan firman TUHAN berdasarkan Leksionari lainnya

@shtobing

Add a Comment