Renungan Firman TUHAN Berdasar Leksionari 14 Feb 2021

Firman TUHAN tanggal 14 Februari 2021 berdasarkan “Revised Common Lectionary Sundays and Special Days Calendar” (Leksionari) terambil dari 2 Raja-raja 2:1-12; Mazmur 50:1-6; 2 Korintus 4:3-6 dan Markus 9:2-9

Renungan

Inilah Tuhan Kita

Alkitab Firman Tuhan

Markus 9: 7 Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.”

2 Korintus 4: 5 Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus.

2 Raja-Raja 2: 1 Menjelang saatnya TUHAN hendak menaikkan Elia ke sorga dalam angin badai, Elia dan Elisa sedang berjalan dari GilgalMazmur 50: 3 Allah kita datang dan tidak akan berdiam diri, di hadapan-Nya api menjilat, sekeliling-Nya bertiup badai yang dahsyat

loading...

Mazmur 50: 2 Dari Sion, puncak keindahan, Allah tampil bersinar. 3 Allah kita datang dan tidak akan berdiam diri, di hadapan-Nya api menjilat, sekeliling-Nya bertiup badai yang dahsyat.

Saya pertama kali mendengar nama Almarhum Oom William Soerjadja (Oom Willem), pendiri Astra International, ketika saya masih kuliah.

Ketertarikan saya diawali ketika melihat ada program beasiswa dari Astra untuk mahasiswa berprestasi, dengan nilai beasiswa yang lumayan ketika itu, setara dengan biaya hidup dan membeli buku selama sebulan. Ketika mencari tahu tentang Astra dan orang yang mendirikannya, sejak itulah saya mulai mengenal Oom Willem.

Ketika itu mencari informasi adalah aktivitas yang cukup sulit, dan mahal, namun mencari informasi tentang Oom Willem tidaklah begitu sulit. Apalagi nama besar perusahaannya, Astra, membuat setiap liputan tentang Astra selalu dikaitkan dengan Oom Willem.

loading...

Di toko-toko buku pun kita dapat menemukan beberapa buku yang bercerita tentang perjuangan, sepak terjang dan keberhasilan Oom Willem mendirikan dan membesarkan Astra. Bahkan beberapa skripsi yang terkait ekonomi maupun bisnis, cukup banyak yang mengulas atau mengutip berbagai referensi tentang Oom Willem.

Ketertarikan itu membuat saya ingin bekerja di Astra, dengan harapan dapat semakin mengenal Oom Willem, dan tentu saja kebanggaan tersendiri bekerja di perusahaan besar dan terkenal.

Namun saya bukanlah orang hebat yang dapat langsung diterima bekerja di Astra, karena setelah mencoba beberapa kali test lowongan dan saya sempat 3 tahun bekerja di perusahaan lain, akhirnya saya baru bisa diterima bekerja di Astra.

Berbagai kisah dan kesaksian para karyawan Astra, dari Direksi hingga Office Boy tentang Oom Willem membuat saya semakin kagum, dan sangat senang sekali bila ada kesempatan bertemu atau sekedar berpapasan dengannya.

Kekaguman saya semakin dalam ketika Oom Willem rela melepaskan kepemilikan sahamnya di Astra untuk “menyelamatkan” nama baik keluarga. Suatu pengorbanan yang luar biasa, yang membuat saya semakin bergetar setiap mengenangnya, termasuk menuliskannya di renungan kali ini.

Perasaan senang dan kagum tak terkirakan yang dirasakan Petrus, Yohanes dan Yakobus, ketika melihat gurunya, Yesus Kristus, bersama-sama dengan idola bangsa Israel, Nabi Musa dan Elia, membuat mereka terpesona.

loading...

Tiga sosok yang membuat mereka, dan para murid lainnya, pasti akan sangat bahagia bila ada kesempatan untuk bersama-sama mereka. Sehingga Petrus, dengan keluguannya, menawarkan membangun tenda untuk mereka bertiga.

Dan puncaknya adalah ketika mereka mendengar ucapan Tuhan: “Inilah Anak yang kukasihi, dengarkanlah Dia” (Markus 9: 7).         

Mendengar cerita dan membaca kesaksian, bagaimana Tuhan Yang Maha Kuasa berperan dalam menyelamatkan dan membuat bangsa Israel menjadi bangsa yang besar saja, sudah membuat mereka sangat kagum dan gemetar, apalagi kini mereka mendengar langsung suara Tuhan.

Semua itu membuat setiap orang percaya rela menjadi pelayan Tuhan sepanjang hidupnya, bahkan ketika bahaya dan maut mengancam, mereka tetap menyampaikan kabar sukacita Tuhan kepada semua orang, termasuk kepada orang-orang yang memusuhi dan membenci mereka.

Semua itu dapat kita saksikan di Alkitab, bagaimana Elisa menyaksikan sendiri ketika Tuhan mengangkat Elia (2 Raja-Raja 2:1). Pujian raja Asaf yang mengalami sendiri kuasa Tuhan yang menyelamatkan dan menjadi Hakim Agung Yang Maha Adil (Mazmur 50:3). Dan Paulus yang berubah 180 derajat dari pembunuh orang Kirsten menjadi Rasul yang setia menyebarkan Injil Tuhan, karena ia bersaksi bahwa apa yang ia beritakan, yaitu Injil keselamatan, adalah berasal dari Tuhan sendiri, bukan karangannya (2 Korintus 4:5).

Bagaimana dengan kita? apakah dengan membaca Alkitab dan renungan ini kita disadarkan untuk tidak bermain-main mengabaikan firman Tuhan? Aoakah kita sadar bahwa apa yang kita baca di Alkitab adalah tentang Tuhan, Hakim Yang maha Adil dan Agung? Apakah kita sadar dan percaya karena semua yang dialami orang-orang percaya, para Nabi dan Rasul, bukalah isapan jempol biasa?

loading...

 Apabila hari ini anda “kebetulan” membaca firman Tuhan dan renungan ini, maka percayalah bahwa itu adalah salah satu cara Tuhan menyapa kita. Bila anda masih berada di luar jalan Tuhan, segeralah kembali. Bila anda adalah orang yang giat dalam pelayanan menyampaikan kabar sukacita, lanjutkan terus janga pernah ragu karena setiap orang percaya, para Nabi dan Rasul, sudah melihat dan mengalami sendiri pengasihan Tuhan.

Mari jangan ragu apalagi menunda menyampaikan berita keselamatan dari Tuhan yang bukan hanya kita dengar dari serita saja, namun dari kesaksian orang percaya, para Nabi dan Rasul, agar semakin banyak orang yang diselamatkan dan memperoleh hidup yang kekal.

God bless you, God bless Indonesia.

Renungan firman TUHAN berdasarkan Leksionari lainnya

loading...

@shtobing

2 Raja-raja 2:1-12

1 Menjelang saatnya TUHAN hendak menaikkan Elia ke sorga dalam angin badai, Elia dan Elisa sedang berjalan dari Gilgal.

2 Berkatalah Elia kepada Elisa: “Baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke Betel.” Tetapi Elisa menjawab: “Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau.” Lalu pergilah mereka ke Betel.

3 Pada waktu itu keluarlah rombongan nabi yang ada di Betel mendapatkan Elisa, lalu berkatalah mereka kepadanya: “Sudahkah engkau tahu, bahwa pada hari ini tuanmu akan diambil dari padamu oleh TUHAN terangkat ke sorga?” Jawabnya: “Aku juga tahu, diamlah!”

4 Berkatalah Elia kepadanya: “Hai Elisa, baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke Yerikho.” Tetapi jawabnya: “Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau.” Lalu sampailah mereka di Yerikho.

5 Pada waktu itu mendekatlah rombongan nabi yang ada di Yerikho kepada Elisa serta berkata kepadanya: “Sudahkah engkau tahu, bahwa pada hari ini tuanmu akan diambil dari padamu oleh TUHAN terangkat ke sorga?” Jawabnya: “Aku juga tahu, diamlah!”

6 Berkatalah Elia kepadanya: “Baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke sungai Yordan.” Jawabnya: “Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau.” Lalu berjalanlah keduanya.

7 Lima puluh orang dari rombongan nabi itu ikut berjalan, tetapi mereka berdiri memandang dari jauh, ketika keduanya berdiri di tepi sungai Yordan.

8 Lalu Elia mengambil jubahnya, digulungnya, dipukulkannya ke atas air itu, maka terbagilah air itu ke sebelah sini dan ke sebelah sana, sehingga menyeberanglah keduanya dengan berjalan di tanah yang kering.

9 Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: “Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu.” Jawab Elisa: “Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu.”

10 Berkatalah Elia: “Yang kauminta itu adalah sukar. Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian, dan jika tidak, tidak akan terjadi.”

11 Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai.12 Ketika Elisa melihat itu, maka berteriaklah ia: “Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!” Kemudian tidak dilihatnya lagi, lalu direnggutkannya pakaiannya dan dikoyakkannya menjadi dua koyakan.

Mazmur 50:1-6

1 Mazmur Asaf. Yang Mahakuasa, TUHAN Allah, berfirman dan memanggil bumi, dari terbitnya matahari sampai kepada terbenamnya.

2 Dari Sion, puncak keindahan, Allah tampil bersinar. 3 Allah kita datang dan tidak akan berdiam diri, di hadapan-Nya api menjilat, sekeliling-Nya bertiup badai yang dahsyat.

4 Ia berseru kepada langit di atas, dan kepada bumi untuk mengadili umat-Nya: 5 “Bawalah kemari orang-orang yang Kukasihi, yang mengikat perjanjian dengan Aku berdasarkan korban sembelihan!”

6 Langit memberitakan keadilan-Nya, sebab Allah sendirilah Hakim.

2 Korintus 4:3-6

3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, 4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

5 Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus.

6 Sebab Allah yang telah berfirman: “Dari dalam gelap akan terbit terang!”, Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.

Markus 9:2-9

2 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka, 3 dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu.

4 Maka nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus.

5 Kata Petrus kepada Yesus: “Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.”

6 Ia berkata demikian, sebab tidak tahu apa yang harus dikatakannya, karena mereka sangat ketakutan.

7 Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.”

8 Dan sekonyong-konyong waktu mereka memandang sekeliling mereka, mereka tidak melihat seorangpun lagi bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri.

9 Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka, supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorangpun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati.

Add a Comment