Renungan Firman TUHAN Berdasar Leksionari 12 Jan 2021

Firman Tuhan tanggal 12 Januari 2021 berdasarkan “Revised Common Lectionary Sundays and Special Days Calendar” (Leksionari) terambil dari Kisah Para Rasul 22:2-16 dan Keluaran 30:22-38

Kisah Para Rasul 22:2-16

Alkitab Firman Tuhan

2 Ketika orang banyak itu mendengar ia berbicara dalam bahasa Ibrani, makin tenanglah mereka. Ia berkata: 3 “Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini; dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah sama seperti kamu semua pada waktu ini. 4 Dan aku telah menganiaya pengikut-pengikut Jalan Tuhan sampai mereka mati; laki-laki dan perempuan kutangkap dan kuserahkan ke dalam penjara.

5 Tentang hal itu baik Imam Besar maupun Majelis Tua-Tua dapat memberi kesaksian. Dari mereka aku telah membawa surat-surat untuk saudara-saudara di Damsyik dan aku telah pergi ke sana untuk menangkap penganut-penganut Jalan Tuhan, yang terdapat juga di situ dan membawa mereka ke Yerusalem untuk dihukum.

6 Tetapi dalam perjalananku ke sana, ketika aku sudah dekat Damsyik, yaitu waktu tengah hari, tiba-tiba memancarlah cahaya yang menyilaukan dari langit mengelilingi aku. 7 Maka rebahlah aku ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang berkata kepadaku: Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku? 8 Jawabku: Siapakah Engkau, Tuhan? Kata-Nya: Akulah Yesus, orang Nazaret, yang kauaniaya itu.

loading...

9 Dan mereka yang menyertai aku, memang melihat cahaya itu, tetapi suara Dia, yang berkata kepadaku, tidak mereka dengar. 10 Maka kataku: Tuhan, apakah yang harus kuperbuat? Kata Tuhan kepadaku: Bangkitlah dan pergilah ke Damsyik. Di sana akan diberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu.

11 Dan karena aku tidak dapat melihat oleh karena cahaya yang menyilaukan mata itu, maka kawan-kawan seperjalananku memegang tanganku dan menuntun aku ke Damsyik. 12 Di situ ada seorang bernama Ananias, seorang saleh yang menurut hukum Taurat dan terkenal baik di antara semua orang Yahudi yang ada di situ. 13 Ia datang berdiri di dekatku dan berkata: Saulus, saudaraku, bukalah matamu dan melihatlah! Dan seketika itu juga aku melihat kembali dan menatap dia.

14 Lalu katanya: Allah nenek moyang kita telah menetapkan engkau untuk mengetahui kehendak-Nya, untuk melihat Yang Benar dan untuk mendengar suara yang keluar dari mulut-Nya. 15 Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan yang kaudengar.

16 Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan!

loading...

Keluaran 30:22-38

22 Lalu ingatlah Allah akan Rahel; Allah mendengarkan permohonannya serta membuka kandungannya. 23 Maka mengandunglah Rahel dan melahirkan seorang anak laki-laki. Berkatalah ia: “Allah telah menghapuskan aibku.” 24 Maka ia menamai anak itu Yusuf, sambil berkata: “Mudah-mudahan TUHAN menambah seorang anak laki-laki lagi bagiku.”

25 Setelah Rahel melahirkan Yusuf, berkatalah Yakub kepada Laban: “Izinkanlah aku pergi, supaya aku pulang ke tempat kelahiranku dan ke negeriku. 26 Berikanlah isteri-isteriku dan anak-anakku, yang menjadi upahku selama aku bekerja padamu, supaya aku pulang, sebab engkau tahu, betapa keras aku bekerja padamu.”

27 Tetapi Laban berkata kepadanya: “Sekiranya aku mendapat kasihmu! Telah nyata kepadaku, bahwa TUHAN memberkati aku karena engkau.” 28 Lagi katanya: “Tentukanlah upahmu yang harus kubayar, maka aku akan memberikannya.”

29 Sahut Yakub kepadanya: “Engkau sendiri tahu, bagaimana aku bekerja padamu, dan bagaimana keadaan ternakmu dalam penjagaanku, 30 sebab harta milikmu tidak begitu banyak sebelum aku datang, tetapi sekarang telah berkembang dengan sangat, dan TUHAN telah memberkati engkau sejak aku berada di sini; jadi, bilakah dapat aku bekerja untuk rumah tanggaku sendiri?”

31 Kata Laban: “Apakah yang harus kuberikan kepadamu?” Jawab Yakub: “Tidak usah kauberikan apa-apa kepadaku; aku mau lagi menggembalakan kambing dombamu dan menjaganya, asal engkau mengizinkan hal ini kepadaku: 32 Hari ini aku akan lewat dari tengah-tengah segala kambing dombamu dan akan mengasingkan dari situ setiap binatang yang berbintik-bintik dan berbelang-belang; segala domba yang hitam dan segala kambing yang berbelang-belang dan berbintik-bintik, itulah upahku.

33 Dan kejujuranku akan terbukti di kemudian hari, apabila engkau datang memeriksa upahku: Segala yang tidak berbintik-bintik atau berbelang-belang di antara kambing-kambing dan yang tidak hitam di antara domba-domba, anggaplah itu tercuri olehku.”

loading...

34 Kemudian kata Laban: “Baik, jadilah seperti perkataanmu itu.” 35 Lalu diasingkannyalah pada hari itu kambing-kambing jantan yang bercoreng-coreng dan berbelang-belang dan segala kambing yang berbintik-bintik dan berbelang-belang, segala yang ada warna putih pada badannya, serta segala yang hitam di antara domba-domba, dan diserahkannyalah semuanya itu kepada anak-anaknya untuk dijaga.

36 Kemudian Laban menentukan jarak tiga hari perjalanan jauhnya antara dia dan Yakub, maka tetaplah Yakub menggembalakan kambing domba yang tinggal itu.

37 Lalu Yakub mengambil dahan hijau dari pohon hawar, pohon badam dan pohon berangan, dikupasnyalah dahan-dahan itu sehingga berbelang-belang, sampai yang putihnya kelihatan.38 Ia meletakkan dahan-dahan yang dikupasnya itu dalam palungan, dalam tempat minum, ke mana kambing domba itu datang minum, sehingga tepat di depan kambing domba itu. Adapun kambing domba itu suka berkelamin pada waktu datang minum.

Renungan

Dari orang yang membenci jadi pejuang dan saksi Kristus yang sejati dan rela disiksa dan mati dalam penjara. Ketika ia bertemua Tuhan, ia tidak berdaya, namun ia tidak mengeraskan kepalanya dan mengatakan “Apa yang harus kuperbuat Tuhan”. Itulah, kata Saulus sebelum namanya berubah menjadi Paulus.

Ketetapan Tuhan tidak ada yang bisa menggagalkan atau merobahnya. Semua pasti terjadi sebagaimana yang Tuhan mau. Setiap orang pilihan Tuhan akan dibuatNya mengetahui kehendakNya, melihat yang benar dan mendengar suara Tuhan dan menjadi saksi Tuhan atas apa yang dilihat dan didengar (Kisah Para Rasul 22:14-15).

Menjadi saksi Tuhan akan membuat orang sekitar kita sadar bagaimana Tuhan memberkati orang-orang yang ada di sekitar kita, adalah tugas kita pula. Yaitu menjadi saksi Tuhan yang menyampaikan kesaksian bukan dengan teriakan dan ancaman, namun melakukan perbuatan maupun dan bekerja dengan baik. Sehingga semua maka orang lain akan bersyukur dan percaya bahwa Tuhan Maha Kuasa Pengasih dan sangat mengasihi umat manusia.

loading...

Paulus dengan semangat terus bekerja dan menyampaikan berita sukacita, begitu juga Yakub yang rajin bekerja dengan Laban, sehingga apa yang dilakukan membuat Laban menjadi diberkati. Labanpun menyadari itu semua sehingga dengan sukacita ia memberikan Yakub hadiah yang ia minta (Kejadian 30:27-28)

Bagaimana dengan kita? Apakah kita telah dengan sepenuh hati bekerja untuk Tuhan? Ataukah kita masih mendua hati dan hanya berdoa, menyembah dan memuji Tuhan namun tidak mau menjadi saksi atas pemeliharaan TUHAN?

Beribadah, berdoa dan menyambah Tuhan adalah sangat baik. Itu semua membuat kita dekat dengan Tuhan dan semakin akrab serta mengenal Tuhan dengan baik. Namun itu semua tidak cukup, karena menjadi saksi, atas apa yang kita lihat dan kita dengar supaya semakin banyak jiwa yang diselamatkan, adalah tugas yang tidak boleh kita abaikan.

Menjadi saksi dapat kita lakukan dengan bekerja sebaik mungkin, menjauhi perbuatan curang, menolak ajakan kolusi yang merugikan perusahaan dan tetap tegar walaupun banyak orang yang tidak menyukai kita. Namun jangan goyah, arahkan setiap apa yang kita lakukan untuk kemuliaan Tuhan dan agar orang-orang melihat bagaimana seharusnya kehidupan seseorang yang percaya kepada Tuhan.

loading...

Diperkajaan saya tidak jarang mendengar orang-orang yang menyudutkan orang lain yang berbuat baik dengan kata-kata “sok alim”, “wah calon pendeta nih”,  “orang jujur akan luntur”, atau “sudah deh Tuhan juga tahu kita butuh makan”.

Anehnya akibat dari perkataan itu banyak orang baik yang malu, bukannya bersyukur karena orang lain sudah menilai kita adalah orang benar. Apabila anda mengalami hal seperti itu, jangan malu, namun katakana kepada orang-orang jahat tersebut “Ya saya memang pengikut Yesus yang setia dan akan terus setia menjalankan kebaikan dan kebenaran”.

Paulus dari orang yang memusuhi Tuhan menjadi orang yang sangat taat dan menguatkan setiap orang yang membaca surat-suratnya. Sementara bagi kita yang dilahirkan dari keluarga yang sudah dipilih dan diselamat Tuhan, masakan kita hanya berdiam diri saja mengabaikan panggilan Tuhan?

Mari baca terus firman Tuhan dalan Alkitab dan lihatlah begitu banyak kesaksian yang akan menjadikan kita kuat dan menjalankan perintah Tuhan, menjadi saksi atas apa yang kita lihat dan kita dengar, dan membuat setiap orang di sekitar kita terbuka matanya dan jadi percaya.

God bless you, God bless Indonesia.

Renungan firman TUHAN berdasarkan Leksionari lainnya

@shtobing

Add a Comment