Renungan Firman TUHAN Berdasar Leksionari 11 Jan 2021

Firman Tuhan tanggal 11 Januari 2021 berdasarkan “Revised Common Lectionary Sundays and Special Days Calendar” (Leksionari) terambil dari Roma 4:1-12 dan Kejadian 17:1-13.

Roma 4:1-12

Alkitab Firman Tuhan

1 Jadi apakah akan kita katakan tentang Abraham, bapa leluhur jasmani kita? 2 Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah. 3 Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? “Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.”

4 Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya. 5 Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran.

6 Seperti juga Daud menyebut berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya: 7 “Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya; 8 berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya.”

loading...

9 Adakah ucapan bahagia ini hanya berlaku bagi orang bersunat saja atau juga bagi orang tak bersunat? Sebab telah kami katakan, bahwa kepada Abraham iman diperhitungkan sebagai kebenaran. 10 Dalam keadaan manakah hal itu diperhitungkan? Sebelum atau sesudah ia disunat? Bukan sesudah disunat, tetapi sebelumnya.

11 Dan tanda sunat itu diterimanya sebagai meterai kebenaran berdasarkan iman yang ditunjukkannya, sebelum ia bersunat. Demikianlah ia dapat menjadi bapa semua orang percaya yang tak bersunat, supaya kebenaran diperhitungkan kepada mereka, 12 dan juga menjadi bapa orang-orang bersunat, yaitu mereka yang bukan hanya bersunat, tetapi juga mengikuti jejak iman Abraham, bapa leluhur kita, pada masa ia belum disunat.

Kejadian 17:1-13

1 Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: “Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela. 2 Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak.”

3 Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya: 4 “Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. 5 Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.

loading...

6 Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak; engkau akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal raja-raja. 7 Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu. 8 Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka.”

9 Lagi firman Allah kepada Abraham: “Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun. 10 Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; 11 haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu.

12 Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu.13 Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal.

Renungan

Ketika masih kecil pembulian kepada anak yang tidak disunat sering terjadi dilakukan oleh teman-teman yang beragama Islam. Sebagai anak-anak, mereka tega berteriak-teriak di jalan berulang kali sambal menyebut nama teman mereka, atau menunjuk anak yang tidak disunat itu. Entah apa yang diajarkan kepada mereka sehingga kepercayaan kewajiban sunat, dan sunat sebagai bukti orang diselamatkan dan yang tidak adalah pantas diejek, mereka tudingkan kepada anak lain yang agamanya berbeda dengan mereka.

Begitu juga kalau mereka mengetahui ada orang Kristen yang ternyata disunat, mereka bertanya-tanya apakah dia benar-benar Kristen atau Islam? Sepertinya agama mereka tidak mengajarkan sehingga mereka tidak tidak mengetahui bahwa sunat juga dilakukan oleh orang Yahudi, jauh sebelum ada agama Islam dan orang Yahudi masih melakukan sunat mengikuti Abraham hingga saat ini.

Orang beragama Kristen tidak dilarang untuk melakukan sunat, sehingga tidak jarang, yang biasanya karena saran dokter, kita menemukan orang Kristen yang disunat. Namun sunat tidak dijadikan umat Kristen sebagai bukti kepercayaan dan ketaatannya kepada  TUHAN, karena tanda sunat yang dilakukan Abraham kepadanya dan kepada semua keluarga serta orang-orangnya, itu adalah tanda SETELAH Abraham terbukti memiliki iman sesuai yang standarnya Tuhan, sehingga ia, Abraham, disebut sebagai bapa orang percaya (Roma 4:11)

loading...

Firman Tuhan hari ini sebagaimana yang disampaikan Paulus melalui suratnya kepada Jemaat di Roma, baik yang keturunan Yahudi (disunat) maupun Non Yahudi, menegaskan, bahwa yang utama adalah iman kita kepada TUHAN, dan itu juga yang dihargai Tuhan kepada Abraham sebelum ia disunat (Roma 4:11). Tanpa iman yang baik dan benar di hadapan Tuhan maka sunat tidak akan menyelamatkan kita, itu yang mau ditegaskan Paulus. Jadi jangan pernah berpikir bahwa kita akan diselamatkan karena sudah disunat sementara kita masih melakukan banyak hal yang menyimpang dari standar seorang yang beriman kepada Tuhan.

Dengan demikian, setiap orang yang imannya baik dan benar di hadapan Tuhan layak menerima predikat anak dari Abraham bapa orang percaya, walau tidak disunat (Roma 4:11), dan itulah yang ditegaskan Tuhan kepada Abraham “…hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.” (Kejadian 17:1).

Begitu juga kita yang sudah dimeteraikan (“sunat”) dengan di baptis dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus, haruslah menjaga iman dan perbuatan kita dengan baik di hadapan Allah, sehingga kita selalu layak disebut anak bapa orang percaya. Tanpa itu, maka baptisan yang kita jalankan itu hanya sebatas ritual saja.

Oleh karena itu pastikan setiap pikiran dan seluruh langkah hidup kita adalah sesuai dengan perintah Tuhan, sebagai bukti bahwa kita memang orang yang beriman dan layak memperoleh anugerah keselamatan dari Tuhan Allah.

Baca, pelajari, renungkan dan ingat firman Tuhan yang terdapat dalam Alkitab. Teladai setiap langkah hidup orang-orang beriman, seperti Abraham dan semua yang terdapat di dalam Alkitab dan yang ada di sekitar kita. Tahan dan jauhi segala hal yang dapat menggoda kita jatuh ke dalam dosa, niscaya kita akan selamat dan layak bersama Tuhan di kekekalan kelak.

God bless you, God bless Indonesia.

loading...

Klik untuk bacaan dan renungan firman TUHAN berdasarkan Leksionari

@shtobing

Add a Comment