Renungan Firman TUHAN Berdasar Leksionari 10 Jan 2021

Firman Tuhan tanggal 10 Januari 2021 berdasarkan “Revised Common Lectionary Sundays and Special Days Calendar” (Leksionari) terambil dari Kejadian 1:1-5; Mazmur 29; Kisah Para Rasul 19:1-7 dan Markus 1:4-11.

Kejadian 1:1-5

Alkitab Firman Tuhan Leksionari

1Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. 2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

3 Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. 4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. 5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.

Mazmur 29

1 Mazmur Daud. Kepada TUHAN, hai penghuni sorgawi, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan! 2 Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan!

loading...

3 Suara TUHAN di atas air, Allah yang mulia mengguntur, TUHAN di atas air yang besar. 4 Suara TUHAN penuh kekuatan, suara TUHAN penuh semarak. 5 Suara TUHAN mematahkan pohon aras, bahkan, TUHAN menumbangkan pohon aras Libanon. 6 Ia membuat gunung Libanon melompat-lompat seperti anak lembu, dan gunung Siryon seperti anak banteng.

7 Suara TUHAN menyemburkan nyala api. 8 Suara TUHAN membuat padang gurun gemetar, TUHAN membuat padang gurun Kadesh gemetar. 9 Suara TUHAN membuat beranak rusa betina yang mengandung, bahkan, hutan digundulinya; dan di dalam bait-Nya setiap orang berseru: “Hormat!”

10 TUHAN bersemayam di atas air bah, TUHAN bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya. 11 TUHAN kiranya memberikan kekuatan kepada umat-Nya, TUHAN kiranya memberkati umat-Nya dengan sejahtera!

Kisah Para Rasul 19:1-7

1 Ketika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid. 2 Katanya kepada mereka: “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?” Akan tetapi mereka menjawab dia: “Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus.”

loading...

3 Lalu kata Paulus kepada mereka: “Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?” Jawab mereka: “Dengan baptisan Yohanes.” 4 Kata Paulus: “Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus.”

5 Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. 6 Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat. 7 Jumlah mereka adalah kira-kira dua belas orang.

Markus 1:4-11

4 demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu.” 5 Lalu datanglah kepadanya orang-orang dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem, dan sambil mengaku dosanya mereka dibaptis di sungai Yordan.

6 Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan. 7 Inilah yang diberitakannya: “Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. 8 Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.”

9 Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes. 10 Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya.

11 Lalu terdengarlah suara dari sorga: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”

loading...

Renungan

Hampir setiap hari ketika berangkat kerja saya bertemu dengan pengawal kendaraan pejabat, yang membuka jalan dengan suara sirene menderu-deru, membuat takut, apalagi cara mereka melaju dengan tidak sabar, sungguh tidak membuat nyaman di pagi hari yang seharusnya nyaman dan tenang.

Berbeda dengan rombongan pengawal presiden Joko Widodo, tidak ada terdengar sirene yang menguing-nguing berisik. Sirene memang tidak perlu kecuali dalam keadaan sangat darurat, seperti ambulance. Karena dari jauh kita sudah bisa melihat di spion dan pasti kita memberi jalan.

Selain itu, para pengawal presiden ketika melewati saya, terlihat wajah yang tenang dan saya merasa wajah mereka memancarkan permintaan maaf karena telah mengganggu jalan kami.

Sedangkan pengguna kendaraan dinas dengan lampu strobonya, sebagaimana para pejabat yang sebenarnya jauh tingkatnya di bawah presiden, saya lihat mereka tidak memperlihatkan rasa menyesal sudah mengganggu jalan kami.

Bahkan mereka sering dimanfaatkan oleh kendaraan lain yang ikut merangsek mengambil sela yang ditinggalkan, dan mereka, para penyerobot itu menampilkan wajah yang garang seperti siap untuk berkelahi.

Saya dan sebagian besar pengemudi lainnya yang waras dan sehat mental, tersenyum kasihan kepada para penyerobot yang menempel ketat kendaraan pejabat, dan menjadikan para pejabat itu sebagai pembuka jalan. Paling-paling kami hanya berkata dalam hati, orang-orang seperti itu akan menerima hukumannya kelak.

loading...

Semakin tinggi jabatan dan status seseorang memang membuat mereka semakin rendah hati. Sehingga mereka tidak menggunakan kekuasaannya itu untuk dihormati, karena dengan mengenal mereka saja orang sudah hormat.

Oleh karena itu tidak aneh ketika TUHAN datang ke dunia ini dalam Yesus Kristus yang IA sebut sebagai anakNya yang IA kasihi (Markus 1:11). Tuhan tidak memerlukan pengawal atau pembuka jalan yang menakutkan dan garang. Tuhan hanya menugaskan seorang Nabi yaitu Yohanes, yang kita kenal sebagai Yohanes pembaptis, dan IA dibaptis disungai bukan di dalam kolam yang mewah di istana.

Karena Tuhan tidak perlu itu semua, IA sudah memiliki segala-galanya dan segala-galanya datang dari DIA.

Pengertian dan pengetahun kuasa dan kemegahan Tuhan itu hanya bisa kita peroleh dan pahami apabila ada Roh Kudus dalam diri kita. Roh Kudus yang dikaruniakan TUHAN kepada kita.

loading...

Oleh karena itu Paulus mengingatkan bahwa para pengikut Kristus harus dibaptis dalam Bapa, Putra dan Roh Kudus (Kisah Para Rasul 19:5-6).

Kuasa Tuhan tidak perlu kita ragukan lagi, dan hal itu sudah disaksikan sendiri oleh orang-orang percaya sejak dulu kala. Semuanya dicatat lalu dituliskan dan dikumpulkan di dalam Alkitab, menjadi kesaksian yang kekal dapat dibaca dan dimengerti oleh seluruh umat manusia yang telah dikaruniai Roh Kudus.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah mengerti firman Tuhan dengan baik dan menjalankannya dalam setiap langkah hidup kita? Sehingga, salah satunya adalah, kita selalu merendahkan hati dan menjauhi sikap tinggi hati, dan tidak memanfaatkan fasilitas ataupun sarana yang kita miliki karena kita menjadi pejabat atau penguasa.

Tuhan menunjukan dan memberi contoh kepada kita semua bagaimana hidup dan tampil dengan rendah hati, sehingga wajah dan sikap kita akan memancarkan kasih yang menyejukan. Bukan wajah garang angkuh dan membuat prang menjauh.

Mari kita baca dan renungkan firman TUHAN, sehingga kita dapat hidup sebagaimana yang Ia perintahkan dan kita dapat menyampaikan kabar sukacita kepada setiap manusia di sekitar kita dan ke seluruh dunia.

God bless you, God bless Indonesia.

Klik untuk bacaan dan renungan firman TUHAN berdasarkan Leksionari

@shtobing

Add a Comment