Renungan Firman TUHAN Berdasar Leksionari 10 Feb 2021

Firman TUHAN tanggal 10 Februari 2021 berdasarkan “Revised Common Lectionary Sundays and Special Days Calendar” (Leksionari) terambil dari Ayub 6:1-13 dan Markus 3:7-12

Renungan

Patuhi Firman Tuhan Maha Kudus

Alkitab Firman Tuhan

Markus 3: 11 Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: “Engkaulah Anak Allah.”

Ayub 6: 10 Itulah yang masih merupakan hiburan bagiku, bahkan aku akan melompat-lompat kegirangan di waktu kepedihan yang tak kenal belas kasihan, sebab aku tidak pernah menyangkal firman Yang Mahakudus.

Siapakah hamba yang berani menyangkal perintah tuannya? Adakah karyawan yang berani menyangkal atasannya? Apakah kita pernah menemukan teman-teman kita menyangkal dan melawan pemimpin mereka, walau mungkin perintah ataupun pendapat dari pemimpin mereka itu tidak “bermutu”? Jawabnya tidak ada, atau sangat jarang kita menemui atau melihat peristiwa itu. Karena sang tuan, atau atasan pasti akan marah dan memberikan hukuman.

loading...

Namun berapa banyak hamba atau karyawan atau bawahan yang di belakang sang tuan atau atasan mengabaikan perintahnya? Seberapa sering kita menemukan orang-orang yang menunduk-nunduk di depan kita, seperti bawahan yang menurut dan baik, namun di belakang kita menjelek-jelekan kita dan tidak menjalankan tugas dengan baik? Jawabannya pasti sering, bahkan mungkin sangat sering.

Melanggar perintah di belakang Tuhan, menghasut dan membuat orang jatuh ke dalam dosa adalah prilaku si jahat, yang kita kenal sebagai iblis. Di “belakang” Tuhan mereka menjerumuskan Hawa dan Adam, dan terus melakukannya itu selama ini, baik membuat Judas menjual Tuhan Yesus Kristus, maupun membuat kita menjadi orang yang menikmati kehidupan dalam dosa.

Di depan Tuhan Yesus, Firman Tuhan Yang Hidup di dunia, para roh jahat tersungkur dan mengakui kuasaNya (Markus 3:11). Namun, entah karena mereka tidak mengerti bahwa Tuhan adalah Maha Tahu, atau memang sifat bebal mereka, “di belakang” Tuhan mereka terus mengganggu manusia, menghasut bahkan merasukinya.

Dengan membaca ayat Alkitab ini, dan berbagai ayat lainnya, seharusnya kita manusia sadar bahwa si jahat sama sekali tidak bisa dipercaya. Oleh karena itu, seharusnya manusia bisa segera mendengking mereka ketika bujuk rayu mulai mereka sebarkan. Namun pada kenyataanya banyak orang yang lupa, karena dengan pengalamannya beribu-ribu tahun, bahkan berjuta-juta tahun, si jahat selalu tahu titik lemah kita, yaitu keinginan duniawi kita. Sehingga kita jatuh ke dalam hasutannya dan “di belakang” Tuhan kita kita melakukan banyak dosa.

loading...

Kita menjadi bodoh dan tidak sadar bahwa walaupun ketika kita berdoa kita menyebutnya datang ke hadapan Tuhan, namun IA Maha Kuasa maka kita tidak bisa menemukan “belakang” Tuhan, dengan kata lain, karena IA Maha Tahu segala-galanya, maka tidak ada “belakang” Tuhan. Tidak ada yang tersembunyi bagiNya.

Titik lemah manusia adalah Harta, Tahta dan Lawan Jenis. Kekayaan, Kekuasaan dan Nafsu adalah titik lemah yang disasar oleh si jahat, sehingga dengan mengolah bujuk rayu atas semuanya itu, si jahat dapat membuat manusia terjatuh.

Namun tidak demikian dengan Ayub. Walau segala-galanya telah hilang, bahkan badannya dipenuhi dengan penyakit, ia terus mengarahkan hati dan pikirannya kepada Tuhan. Sehingga ia dapat bermegah dan mengatakan: “bahagia karena tidak pernah menyangkal Firman Tuhan” (Ayub 6:10). Bahkan imannya tetap teguh walau ejekan dan hasutan yang menimbulkan keraguan dibisikan si jahat melalui teman-teman Ayub.

Firman Tuhan itu Maha Kudus, Ayub mengakui itu, sehingga dia selalu sadar dan tidak goyah karena telah merasakan dan melihat segala sesuatu yang baik dari Tuhan. Segala kebaikan dan berkat Tuhan yang diterima selama ini, tidak akan terhapus dari ingatannya karena penderitaan yang sedang ia alami. Bagaimana dengan kita?

Apakah kita adalah orang-orang yang selalu mentaati firman Tuhan? Apakah kita dengan disiplin, di manapun kita berada, selalu menghargai dan menghormati firmanNya sehingga kita tidak melanggar laranganNya, dan selalu menjalankan perintahNya dengan baik?

Atau kita hanya tunduk dan taat ketika kita di gereja, atau ketika kita sedang dalam kumpulan orang-orang percaya? Atau mungkin kita sadar dan berkomitmen untuk menuruti segala perintahNya hanya ketika kita sedang membaca Alkitab dan merenungkannya saja? Apabila ya, maka melalui firman Tuhan yang kita baca dan renungkan hari ini ingatlah bahwa kita bukanlah kelimpok si jahat!

loading...

Kita bukanlah pengikut si jahat yang hanya tunduk dan tersungkur di depan Tuhan Yesus. Kita bukanlah manusia yang suka melanggar perintahNya, namun terlihat baik di depan orang lain. Kita bukanlah orang yang munafik namun sangat bodoh karena menganggap Tuhan tidak tahu apa yang kita pikirkan dan kita perbuat.

Si jahat bukan hanya menghasut kita namun juga menghasut orang lain untuk membuat kita susah. Oleh karena itu apabila kita sudah bekerja keras namun atasan kita tidak menghargai bahkan menjelekan kita di berbagai kesempatan. Atau kita sudah berusaha keras dan jujur namun bisnis kita diganggu oleh orang lain, dengan menjatuhkan nama baik kita. Janganlah goyah, karena itu adalah ulah si jahat untuk membuat kita jatuh, maka tetaplah patuh pada firman Tuhan dan minta pertolonganNya agar kita tetap tegak berdiri.

Ceritakalah ke segala penjuru dunia atas segala sesuatu yang kita alami namun tidak membuat kita jatuh karena topangan Tuhan, tunjukanlah kepada seluruh umat manusia bahwa dengan terus menuruti firmanNya, walau berbagai tantangan kita hadapi di dunia ini, kita tetap tidak goyah dan bersorak kegirangan sebagaimana halnya yang dilakukan Ayub.    

God bless you, God bless Indonesia.

Renungan firman TUHAN berdasarkan Leksionari lainnya

@shtobing

loading...

Ayub 6:1-13

1 Lalu Ayub menjawab: 2 “Ah, hendaklah kiranya kekesalan hatiku ditimbang, dan kemalanganku ditaruh bersama-sama di atas neraca! 3 Maka beratnya akan melebihi pasir di laut; oleh sebab itu tergesa-gesalah perkataanku.

4 Karena anak panah dari Yang Mahakuasa tertancap pada tubuhku, dan racunnya diisap oleh jiwaku; kedahsyatan Allah seperti pasukan melawan aku. 5 Meringkikkah keledai liar di tempat rumput muda, atau melenguhkah lembu dekat makanannya?

6 Dapatkah makanan tawar dimakan tanpa garam atau apakah putih telur ada rasanya? 7 Aku tidak sudi menjamahnya, semuanya itu makanan yang memualkan bagiku.

8 Ah, kiranya terkabul permintaanku dan Allah memberi apa yang kuharapkan! 9 Kiranya Allah berkenan meremukkan aku, kiranya Ia melepaskan tangan-Nya dan menghabisi nyawaku!

loading...

10 Itulah yang masih merupakan hiburan bagiku, bahkan aku akan melompat-lompat kegirangan di waktu kepedihan yang tak kenal belas kasihan, sebab aku tidak pernah menyangkal firman Yang Mahakudus.

11 Apakah kekuatanku, sehingga aku sanggup bertahan, dan apakah masa depanku, sehingga aku harus bersabar? 12 Apakah kekuatanku seperti kekuatan batu? Apakah tubuhku dari tembaga?

13 Bukankah tidak ada lagi pertolongan bagiku, dan keselamatan jauh dari padaku?

Markus 3:7-12

7 Kemudian Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea, 8 dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya.

9 Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya. 10 Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya.

11 Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: “Engkaulah Anak Allah.”

12 Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.

Add a Comment