Renungan Firman TUHAN Berdasar Leksionari 09 Feb 2021

Firman TUHAN tanggal 09 Februari 2021 berdasarkan “Revised Common Lectionary Sundays and Special Days Calendar” (Leksionari) terambil dari 2 Raja-raja 8:1-6 dan Kisah Para Rasul 15:36-41

Renungan

Terus Bersaksi dan Melayani

Alkitab Firman Tuhan

Kepemimpinan dalam sebuah perusahaan ada juga yang seperti dalam partai politik. Ya benar, walaupun pada sebuah perusahaan di sebuah group besar selalu ada kelompok pro dan kontra.

Terbentuknya kelompok pro dan kontra sebenarnya tidak aneh bila terjadi di sebuah perusahaan, sehingga menimbulkan perang dingin atau perpecahan. Bahkan, sebagaimana partai politik sepertinya perpecahan itu memang “dipelihara”, sehingga tidak ada seseorang/kelompok yang terlalu kuat untuk dapat menggoyahkan pimpinan puncak.

Saling serang dan saling menjatuhkan antar kubu dilakukan dengan berbagai cara, baik dengan terang-terangan maupun dengan aksi yang tidak terlihat. Bagi kubu yang lalai, maka setiap saat mereka dapat jatuh dan tersingkir. Oleh karena itu mereka selalu siaga 24 jam, tidak mengenal istirahat untuk mengawasi kubu “lawannya”.

loading...

Ketika ada kegiatan perusahaan yang dilihat oleh seluruh karyawan, dan para pemimpin berdiri di depan, merekapun harus mampu bersandiwara sehingga terlihat kompak untuk memajukan perusahaan. Mereka tertawa bersama, bersama-sama meneriakan slogan maupun yel-yel untuk memberi semangat karyawan. Padahal aura kebencian tampak dengan jelas bagi yang mengetahuinya.

Bagi yang tidak memihak ke salah satu kubu, mungkin  akan aman dari konflik tersebut, namun jangan harap dapat naik jabatan dengan mulus, karena para pemimpin kubu pasti mengutamakan stafnya yang jelas-jelas memihak kepadanya.

Sehingga kita yang tidak memihak salah satunya, pasti hanya bisa “mengurut dada”, dan menghela nafas menenangkan diri melihat orang-orang yang prestasinya biasa-biasa saja, bahkan pengetahuan dan keahliannya di bawah kita, melaju, naik jabatan, memperoleh fasilitas dan pangkat lebih cepat melewati kita.

Perang dingin dan saling menjatuhkan, membuat banyak professional yang berprestasi hengkang ke perusahaan lain, atau mendirikan perusahaan baru, dan biasanya menjadi competitor yang berat bagi perusahaan yang ditinggalkan.

loading...

Namun para pemimpin yang berperang itu tidak perduli, bagi mereka yang penting para karyawan dapat terus dipacu dan posisi mereka aman, sehingga bonus besar selalu memenuhi pundi-pundi mereka.

Perbedaan pendapat dalam pelayanan kadang terjadi juga. Bahkan kadang menjadi tajam dan kurang sedap untuk dilihat atau dikenang, sebagaimana yang terjadi antara Paulus dan Barnabas (Kisah rasul 15:39).

Namun perbedaan pendapat tersebut sama sekali bukan untuk mencari keuntungan pribadi, sebagaimana yang terjadi di perusahaan atau di partai politik, karena mereka (Paulus dan Barnabas) terus mengembangkan pelayanan tanpa mencari keuntungan.

Kita sering mendengar perpecahan di gereja sehingga terbentuk gereja lain yang saling bersaing, dan para gembalanya bermusuhan. Peristiwa seperti itu membuat kita sebagai pengikut Kristus malu. Namun jelas bahwa perpecahan yang terjadi seperti ini benar-benar untuk kepentingan pribadi, ketenaran dan nama baik masing-masing.

Namun lucunya, nama baik mereka kejar dengan saling memusuhi dan menjelekan, akibatnya malah nama buruk yang mereka dapatkan, dan lebih parah lagi membuat para jemaat menjadi tersesat bila ikut ke dalam konflik tersebut.

Melalui Firman Tuhan ini, jadilah kuat untuk terus bersaksi menyampaikan kabar sukacita kepada seluruh umat manusia, sehingga kerajaan Tuhan semakin besar dan namaNya dimuliakan.

loading...

Itulah tugas dan kewajiban kita, untuk memuliakan nama Tuhan! Bukan nama kita yang semakin besar tetapi nama Tuhanlah yang semakin besar.

Terutama bagi kita yang jelas-jelas sudah merasakan kasih karunia Tuhan. Kita yang dari sejak lahir maupun sejak menjadi orang percaya selalu dibimbing Tuhan. Termasuk juga membimbing kita dan keluarga kita agar jauh dari segala permasalahan. Sebagaimana perempuang Sunem yang bersama keluarganya dibimbing pergi ke tempat lain karena ada bencana kelaparan (2 Raja-Raja 8:1-3).

Bagi kita yang tidak merasa bahwa kuasa Tuhan selalu menyertai kita, saya sarankan untuk melihat kembali dengan seksama segala peristiwa yang pernah terjadi di hidup kita. Perhatikanlah dengan seksama bahwa tangan Tuhan sangat sering menopang kita mencapai berbagai prestasi.

Tangan Tuhan acapkali membopong kita menjauhi permasalahan dan bahaya. Suara Tuhan seringkali membuat kita tersadar dari berbagai dosa yang telah membuat kita jatuh. Dan rangkulan Tuhan juga yang selalu siap meraih dan mengangkat kita untuk kembali ke pangkuanNya.

Pengakuan dan kesaksian itu semua haruslah kita lakukan, sehingga semua orang ikut melihat kuasa Tuhan dan menjadi percaya.

Seorang rajapun terkagum-kagum dengan kuasa Tuhan melalui Nabi Elisa. Sehingga ketika perempuan Sunem itu bercerita dan bersaksi, sang raja dengan penuh sukacita bertindak bijaksana, yaitu langsung membantunya untuk meperoleh hak atas tanah yang ditinggalnya selama pengungsian itu (2 Raja-Raja 8: 6).

loading...

Bagaimana setelah membaca renungan ini, apakah anda ingin segera bersaksi atas begitu besar kasih Tuhan kepada anda dan keluarga anda? Segera tuliskan dan sampaikan kesaksian anda melalui berbagai media, sehingga dapat tersebar ke seluruh penjuru dunia, dan setiap saat kita dapat membacanya dan mengingat kembali atas kasih Tuhan kepada kita.

Apabila anda memiliki permasalahan dalam pekerjaan karena kubu-kubu di tempat anda bekerja, jangan takut dan ragu untuk memohon bimbingan dan perlindungan dari Tuhan. Teruslah bekerja dengan baik dan benar, dan lihatlah kuasa Tuhan, IA akan membuat kita menjadi lebih hebat dan lebih besar daripada para pimpinan/staf lain yang sibuk berpolitik, saling mengincar, menjelekan dan saling menjatuhkan.

Bahkan selain lebih besar, kita juga akan menjadi pribadi yang lebih tenang dan bahagia karena pikiran dan hati kita hanya ditujukan kepada Tuhan saja yang abadi, bukan hanya kepada kekuasaan yang fana dan akan musna ditelan masa.

Untuk menguatkan hati dan pikiran dalam menjalankan peran kita menyampaikan kabar baik, dan kabar sukacita, bacalah selalu Firman Tuhan di Alkitab. Baca dengan tekun dan lihatlah Tuhan akan membuat kita semakin tegak berdiri dengan gagah menghadapi berbagai tantangan dunia ini. 

loading...

God bless you, God bless Indonesia.

Renungan firman TUHAN berdasarkan Leksionari lainnya@shtobing

2 Raja-raja 8:1-6

1 Elisa telah berbicara kepada perempuan yang anaknya dihidupkannya kembali, katanya: “Berkemaslah dan pergilah bersama-sama dengan keluargamu, dan tinggallah di mana saja engkau dapat menetap sebagai pendatang, sebab TUHAN telah mendatangkan kelaparan, yang pasti menimpa negeri ini tujuh tahun lamanya.”

2 Lalu berkemaslah perempuan itu dan dilakukannyalah seperti perkataan abdi Allah itu. Ia pergi bersama-sama dengan keluarganya, lalu tinggal menetap sebagai pendatang di negeri orang Filistin tujuh tahun lamanya.

3 Dan setelah lewat ketujuh tahun itu, pulanglah perempuan itu dari negeri orang Filistin. Kemudian ia pergi mengadukan perihal rumahnya dan ladangnya kepada raja.

4 Raja sedang berbicara kepada Gehazi, bujang abdi Allah itu, katanya: “Cobalah ceritakan kepadaku tentang segala perbuatan besar yang dilakukan Elisa.”

5 Sedang ia menceritakan kepada raja tentang Elisa menghidupkan anak yang sudah mati itu, tampaklah perempuan yang anaknya dihidupkan itu datang mengadukan perihal rumahnya dan ladangnya kepada raja. Lalu berkatalah Gehazi: “Ya tuanku raja! Inilah perempuan itu dan inilah anaknya yang dihidupkan Elisa.”

6 Lalu raja bertanya-tanya, dan perempuan itu menceritakan semuanya kepadanya. Kemudian raja menugaskan seorang pegawai istana menyertai perempuan itu dengan pesan: “Pulangkanlah segala miliknya dan segala hasil ladang itu sejak ia meninggalkan negeri ini sampai sekarang.”

Kisah Para Rasul 15:36-41

36 Tetapi beberapa waktu kemudian berkatalah Paulus kepada Barnabas: “Baiklah kita kembali kepada saudara-saudara kita di setiap kota, di mana kita telah memberitakan firman Tuhan, untuk melihat, bagaimana keadaan mereka.”

37 Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus; 38 tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka.

39 Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus.

40 Tetapi Paulus memilih Silas, dan sesudah diserahkan oleh saudara-saudara itu kepada kasih karunia Tuhan 41 berangkatlah ia mengelilingi Siria dan Kilikia sambil meneguhkan jemaat-jemaat di situ.

Add a Comment