Renungan Firman TUHAN Berdasar Leksionari 08 Feb 2021

Firman TUHAN tanggal 08 Februari 2021 berdasarkan “Revised Common Lectionary Sundays and Special Days Calendar” (Leksionari) terambil dari 2 Raja-raja 4:8-17, 32-37 dan Kisah Para Rasul 14:1-7

Renungan

Menyambut Hamba Tuhan dengan Baik

Alkitab Firman TUHAN

Ketika mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di salah satu kecamatan di propinsi Lampung, kami para mahasiswa yang masih sangat muda dan kurang berpengalaman, terkejut ketika ternyata Camat dan jajarannya, termasuk para kepala desa menyambut kami dengan baik.

Begitu juga seminggu setelahnya ketika kami berkumpul kembali dan menyampaikan hasil pengamatan kami atas desa-desa yang akan menjadi tempat kami menjalankan tugas sebulan lamanya. Segala catatan dan improvement yang dibutuhkan desa-desa tersebut kami sampaikan, dan pihak kecamatan menindaklanjutinya dengan mengirim petugasnya ke desa-desa tersebut.

Tidak banyak catatan negatif yang kami berikan atas kondisi desa-desa tempat kami KKN, karena memang kecamatan yang kami kunjungi memang sangat memperhatikan kesejahteraan desa-desa mereka. Semua desa-desanya sudah swasembada dan memiliki jalan penghubung antar kantor desa dan kecamatan yang sudah diaspal semua.

loading...

Kecamatan tersebut memang dikenal sangat antusias menyambut dan menindak lanjuti saran-saran dari pihak kabupaten maupun propinsi, termasuk juga dari Universitas kami. Kerjasama yang baik itu membuat bantuan dana sangat mudah mengalir ke kecamtan ini, sehingga segala program yang meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan dapat dijalankan dengan baik dan penduduknya senang dan sejahtera.

Menyambut dengan baik petugas dari kabupaten, propinsi bahkan dari perguruan tinggi, menghasilkan apresiasi yang sangat baik, karena mempermudah kerja semua pihak. Untuk manusia saja kita melakukan penyambutan yang baik, apalagi untuk hamba-hamba Tuhan yang dipilih Tuhan untuk menyelamatkan umat manusia.

Dengan menerima dan melayani dengan tulus hamba-hamba Tuhan pasti akan menyukakan hati Tuhan, dan berkatNya akan melimpahi kita dan setiap keluarga kita. Begitu juga bila kebalikannya, yaitu kita tidak menerima dengan baik hamba Tuhan, maka jangan menyesal bila berkat Tuhan tidak kunjung datang.

Hamba Tuhan yang ditolak tidak akan kekurangan, karena pasti ada orang lain yang dengan penuh sukcaita akan menerima hamba Tuhan itu. Sebagaimana Paulus dan Barnabas, karena ada sebagian orang Yahudi yang akan menangkap dan membunuh mereka, maka Tuhan mengarahkan mereka ke kota-kota lain, yaitu Listra dan Derbe. Sehingga berkat Tuhan melimpah di kedua kota tersebut, karena kebenaran Injil diberitakan di sana. (Kisah Para Rasul 14:6-7).

loading...

Menerima hamba Tuhan dengan baik akan membuat Tuhan mencurahkan berkatNya sudah terbukti ketika Elisa diterima oleh orang Sunem. Bahkan bukan hanya di terima, namun disiapkan tempat khusus yang nyaman dan sangat menyukakan hati Elisa (2 Raja-raja 4:9-10)

Oleh karena itu Tuhan pun bersuka dan melalui Elisa memberkati perempuan Sunem itu mengandung di usianya yang sudah tidak muda lagi. Sehingga setahun kemudian melahirkan seorang anak laki-laki, yang sudah pasti memberi sukacita bagi seluruh keluarga.

Berkat Tuhan terus tercurah kepada orang yang menerima hambaNya, dan itu terbukti kembali ketika, beberapa tahun kemudian, anak laki-laki perempuan Sunem tersebut meninggal. Tuhan melalui perantaraan Elisa berkenan membangkitkan kembali anak itu (2 Raja-raja 4:36-37).  

Dari kedua bacaan di atas, karena setiap orang yang menerima dan menyambut hamba Tuhan akan memperoleh berkat dari Tuhan, maka bisa disimpulkan bahwa menerima hamba Tuhan yang ditugaskan Tuhan untuk menyampaikan kabar kebenaran dan sukacita dari Tuhan, adalah sama dengan menerima Tuhan sendiri.

Oleh karena itu berhati-hatilah, jangan sampai  kita menolak hamba Tuhan. Memang pernyataan ini selalu diberi catatan: “hamba Tuhan yang bagaimana?”. Jawabannya tidaklah mudah. Saya akan mengajak kita semua untuk memperhatikan seperti apa sikap dari hamba Tuhan itu, kalau ternyata mereka adalah layaknya nabi palsu (seperti ditulis dalam Yeremia 23:26-27), maka menolak mereka bukan berarti menolak hamba Tuhan, namun menolak manusia yang tidak taat kepada Allah.

Musang berbuluh domba adalah istilah yang tepat bagi orang yang berpakaian sebagai hamba Tuhan namun bertingkah laku tidak sesuai dengan apa yang diperintahkan Tuhan. Bisa jadi orang tersebut memiliki jabatan gerejawi, namun apabila ia tidak bersikap terpuji sesuai dengan apa yang Tuhan perintahkan kepadanya untuk “menggembalakan domba-domba Tuhan”, maka ia telah menipu Tuhan dan jemaatNya melalui jubah yang ia pakai.

loading...

Hamba Tuhan bukanlah dari jubahnya, namun dari setiap buah yang baik yang muncul dari perkataan dan pengajarannya. Bila tidak, bahkan menimbulkan perpecahan dan permusuhan maka dia adalah hamba palsu. Perhatikan dengan seksama jangan sampai kita jatuh ke dalam bujuk rayu si hamba palsu itu, temukan berbagai kejanggalan darinya dan jangan ragu-ragu sampaikan kepada setiap orang di sekitar anda. Jangan biarkan hamba palsu menghancurkan kita semua.

Sudahkah anda menyiapkan tempat bagi hamba Tuhan (yang asli tentunya), sehingga mereka dapat menjalankan Tugasnya dengan baik? Modelnya bisa beraneka ragam, baik dengan menyediakan kamar khusus, atau menyediakan fasilitas sejenis, misalnya rumah pastori gereja.

Mungkin kita tidak bisa membelikan rumah untuk hamba Tuhan, namun bersama-sama dengan umat Tuhan kita dapat mengumpulkannya, sehingga jumlahnya cukup besar untuk membelikan sebuah rumah. 

Mari persembahkan hartamu untuk mendukung gereja memberikan tempat berteduh, dan fasilitas pendukung lainnya, sehingga setiap pelayanan-pelayan yang dipilih Tuhan mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Pasti kita akan memperoleh limpahan kasih Tuhan, karena menerima hamba Tuhan sama dengan menerima Tuhan sendiri.

God bless you, God bless Indonesia.

Renungan firman TUHAN berdasarkan Leksionari lainnya

loading...

@shtobing

2 Raja-raja 4:8-17, 32-37

2 Raja-raja 4:8-17, 32-37; Kisah Para Rasul 14:1-7

8 Pada suatu hari Elisa pergi ke Sunem. Di sana tinggal seorang perempuan kaya yang mengundang dia makan. Dan seberapa kali ia dalam perjalanan, singgahlah ia ke sana untuk makan.

9 Berkatalah perempuan itu kepada suaminya: “Sesungguhnya aku sudah tahu bahwa orang yang selalu datang kepada kita itu adalah abdi Allah yang kudus.

loading...

10 Baiklah kita membuat sebuah kamar atas yang kecil yang berdinding batu, dan baiklah kita menaruh di sana baginya sebuah tempat tidur, sebuah meja, sebuah kursi dan sebuah kandil, maka apabila ia datang kepada kita, ia boleh masuk ke sana.”

11 Pada suatu hari datanglah ia ke sana, lalu masuklah ia ke kamar atas itu dan tidur di situ.

12 Kemudian berkatalah ia kepada Gehazi, bujangnya: “Panggillah perempuan Sunem itu.” Lalu dipanggilnyalah perempuan itu dan dia berdiri di depan Gehazi.

13 Elisa telah berkata kepada Gehazi: “Cobalah katakan kepadanya: Sesungguhnya engkau telah sangat bersusah-susah seperti ini untuk kami. Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Adakah yang dapat kubicarakan tentang engkau kepada raja atau kepala tentara?” Jawab perempuan itu: “Aku ini tinggal di tengah-tengah kaumku!”

14 Kemudian berkatalah Elisa: “Apakah yang dapat kuperbuat baginya?” Jawab Gehazi: “Ah, ia tidak mempunyai anak, dan suaminya sudah tua.”

15 Lalu berkatalah Elisa: “Panggillah dia!” Dan sesudah dipanggilnya, berdirilah perempuan itu di pintu.

16 Berkatalah Elisa: “Pada waktu seperti ini juga, tahun depan, engkau ini akan menggendong seorang anak laki-laki.” Tetapi jawab perempuan itu: “Janganlah tuanku, ya abdi Allah, janganlah berdusta kepada hambamu ini!”

17 Mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan seorang anak laki-laki pada waktu seperti itu juga, pada tahun berikutnya, seperti yang dikatakan Elisa kepadanya

32 Dan ketika Elisa masuk ke rumah, ternyata anak itu sudah mati dan terbaring di atas tempat tidurnya.

33 Sesudah ia masuk, ditutupnyalah pintu, sehingga ia sendiri dengan anak itu di dalam kamar, kemudian berdoalah ia kepada TUHAN.

34 Lalu ia membaringkan dirinya di atas anak itu dengan mulutnya di atas mulut anak itu, dan matanya di atas mata anak itu, serta telapak tangannya di atas telapak tangan anak itu; dan karena ia meniarap di atas anak itu, maka menjadi panaslah badan anak itu.

35 Sesudah itu ia berdiri kembali dan berjalan dalam rumah itu sekali ke sana dan sekali ke sini, kemudian meniarap pulalah ia di atas anak itu. Maka bersinlah anak itu sampai tujuh kali, lalu membuka matanya.

36 Kemudian Elisa memanggil Gehazi dan berkata: “Panggillah perempuan Sunem itu!” Dipanggilnyalah dia, lalu datanglah ia kepadanya, maka berkatalah Elisa: “Angkatlah anakmu ini!” 37 Masuklah perempuan itu, lalu tersungkur di depan kaki Elisa dan sujud menyembah dengan mukanya sampai ke tanah. Kemudian diangkatnyalah anaknya, lalu keluar

Kisah Para Rasul 14:1-7

1 Di Ikoniumpun kedua rasul itu masuk ke rumah ibadat orang Yahudi, lalu mengajar sedemikian rupa, sehingga sejumlah besar orang Yahudi dan orang Yunani menjadi percaya.

2 Tetapi orang-orang Yahudi, yang menolak pemberitaan mereka, memanaskan hati orang-orang yang tidak mengenal Allah dan membuat mereka gusar terhadap saudara-saudara itu.

3 Paulus dan Barnabas tinggal beberapa waktu lamanya di situ. Mereka mengajar dengan berani, karena mereka percaya kepada Tuhan. Dan Tuhan menguatkan berita tentang kasih karunia-Nya dengan mengaruniakan kepada mereka kuasa untuk mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat.

4 Tetapi orang banyak di kota itu terbelah menjadi dua: ada yang memihak kepada orang Yahudi, ada pula yang memihak kepada kedua rasul itu.

5 Maka mulailah orang-orang yang tidak mengenal Allah dan orang-orang Yahudi bersama-sama dengan pemimpin-pemimpin mereka menimbulkan suatu gerakan untuk menyiksa dan melempari kedua rasul itu dengan batu.6 Setelah rasul-rasul itu mengetahuinya, menyingkirlah mereka ke kota-kota di Likaonia, yaitu Listra dan Derbe dan daerah sekitarnya. 7 Di situ mereka memberitakan Injil.

Add a Comment