Renungan Firman TUHAN Berdasar Leksionari 05 Feb 2021

Firman TUHAN tanggal 05 Februari 2021 berdasarkan “Revised Common Lectionary Sundays and Special Days Calendar” (Leksionari) terambil dari Ayub 36:1-23 dan 1 Korintus 9:1-16

Renungan

Kita Harus Menyampaikan Firman TUHAN

Alkitab Firman TUHAN

Apa kewajiban seorang pekerja? Jawabnya sangat mudah, dia wajib bekerja dengan baik supaya dia layak menerima gaji. Apa kewajiban seorang pelajar? Dia wajib belajar dengan baik dan tekun agar ia bertambah pengetahuannya dan menjadi semakin pandai, sehingga kelak dapat bekerja dan memperoleh penghasilan yang baik.

Bekerja dan belajar dengan baik dan rajin, akan membuat karyawan maupun pelajar tersebut menjadi orang yang dihormati, dan layak memperoleh penghargaan sebagai karyawan ataupun pelajar teladan. Kesamaan lainnya adalah pekerja dan pelajar itu mengharapkan hasil setelah melakukan pekerjaan mereka dengan baik.

Berbeda dengan menyampaikan kabar sukacita TUHAN, sebagaimana Paulus telah menyampaikannya, kita lakukan karena kita sudah menerimanya (1 Korintus 9:16). Menerima sukacita, karena Tuhan melalui Yesus Kristus telah menebus kita dengan darahNya yang kudus. Jadi tidaklah layak bila kita masih mengharapkan balas jasa ketika kita menyampaikan kabar baik, kabar sukacita yang kita terima secara cuma-cuma itu.

loading...

Lalu kapan kita menyampaikan kabar sukacita, keselamatan dari Tuhan itu? Di ayat yang sama Paulus mengatakan bahwa menyampaikan kabar sukacita Tuhan kepada orang lain agar mereka juga diselamatkan, adalah sebuah keharusan, jangan ditunda. Kalau kita menunda, kita bisa menjadi lalai, dan akhirnya kita melakukannya, maka Paulus mengatakan “celakalah aku”.

Kesadaran yang luar biasa dari Paulus adalah bukti bahwa ia telah melihat kuasa Tuhan yang luar biasa itu, sehingga ia dengan sungguh-sungguh mendedikasikan hidupnya untuk menyampaikan kabar sukacita kepada setiap umat yang mampu ia jangkau.

Jangan ragu-ragu untuk menyampaikan kabar sukacita, Injil Tuhan kepada setiap orang dengan kemampuan kita masing-masing. Apabila kita dapat menguraikan kata dengan tulisan, maka sampaikanlah dalam tulisan. Apabila kita dapat bercerita dan menguraikan kata dengan ekspresi tubuh, maka sampaikan dalam perenungan dan kesaksian-kesaksian kita.

Apabila kita mampu menyampaikannya dalam bentuk tulisan dan lisan, maka jadilah pengajar, sehingga dapat mengajarkan kepada orang yang ingin menjadi penyampai kabar baik Tuhan itu.

loading...

Ketika menyampaikan kabar sukacita dan kuasa Tuhan itu, jangan ragu-ragu walaupun usia kita lebih muda dari pendengar kita. Sebagaimana Elihu ketika berbicara di depan Ayub dan ketiga teman Ayub  yang usianya lebih tua dari dia, bahkan Elihu menegaskan, ia akan mengajar mereka (Ayub 36:2).

Elihu tidak gentar karena ia tahu bahwa kuasa Tuhan yang luar biasa itu pasti akan memberikan dia kekuatan untuk menyampaikan kesaksiannya, sehingga ia mulai berkata-kata dan semua perkataannya yang luar biasa, memuji dan memuliakan Tuhan dan membuat para pendengarnya menjadi sadar, bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa itu memiliki rencana dan rancangan yang terbaik, karena TUHAN itu maha adil dan maha pengasih (Ayub 36:5-7).

Menyampaikan kabar sukacita kepada orang lain kadang sulit dilakukan karena tidak terbiasa. Oleh karena itu mulailah mencoba dengan orang-orang dekat, keluarga kita. Mulailah belajar untuk menulis dan berkata-kata, dan yang lebih penting lagi adalah mohonlah bimibingan Roh Kudus. Perlahan dengan pasti kita akan mampu menulis dan berkata-kata.

Jangan berhenti sedikitpun, dan paksakan diri kita untuk terus menulis serta menyampaikannya secara lisan setiap hari. Di awalnya, ketika kita memulai, kalimat yang kita tulis dan ucapkan tidak perlu terlalu panjang, yang penting terdapat firman Tuhan di situ, dan ada kesaksian (bisa kehidupan kita maupun orang lain), serta sampaikan ajakan untuk terus mendekatkan diri dan bersaksi atas sukacita Tuhan kepada kita semua.

Setiap alinea, urain dan ceirta yang kita tulis untuk memberi kesaksian pasti akan dilengkapi oleh Tuhan sendiri. Kita akan terkejut ketika ternyata tulisan, uraian dan kesaksian yang kita buat berdampak kepada orang lain dan menyelamatkan mereka.

Mungkin karena demikian luasnya tulisan kita beredar, kita tidak dapat mengetahui setiap orang yang telah memperoleh berkat karena menjalankan apa yang diperintahkan Tuhan. Namun itu semua tidaklah penting, mungkin orang yang menjadi taat berada di tempat yang sangat jauh, sehingga kita tidak mengetahuinya. Namun Tuhan tahu siapa-siapa saja yang telah diselamatkan karena kita mau menjalankan peran dan tugas kita, sebagaimana yang diajarkan Tuhan kepada kita sejak kita kecil

loading...

God bless you, God bless Indonesia.

Renungan firman TUHAN berdasarkan Leksionari lainnya

@shtobing

Ayub 36:1-23

1 Berkatalah Elihu selanjutnya: 2 “Bersabarlah sebentar, aku akan mengajar engkau, karena masih ada yang hendak kukatakan demi Allah.

3 Aku akan meraih pengetahuanku dari jauh dan membenarkan Pembuatku; 4 karena sungguh-sungguh, bukan dusta perkataanku, seorang yang sempurna pengetahuannya menghadapi engkau.

5 Ketahuilah, Allah itu perkasa, namun tidak memandang hina apapun, Ia perkasa dalam kekuatan akal budi. 6 Ia tidak membiarkan orang fasik hidup, tetapi memberi keadilan kepada orang-orang sengsara;

loading...

7 Ia tidak mengalihkan pandangan mata-Nya dari orang benar, tetapi menempatkan mereka untuk selama-lamanya di samping raja-raja di atas takhta, sehingga mereka tinggi martabatnya.

8 Jikalau mereka dibelenggu dengan rantai, tertangkap dalam tali kesengsaraan, 9 maka Ia memperingatkan mereka kepada perbuatan mereka, dan kepada pelanggaran mereka, karena mereka berlaku congkak, 10 dan ia membukakan telinga mereka bagi ajaran, dan menyuruh mereka berbalik dari kejahatan.

11 Jikalau mereka mendengar dan takluk, maka mereka hidup mujur sampai akhir hari-hari mereka dan senang sampai akhir tahun-tahun mereka.

12 Tetapi, jikalau mereka tidak mendengar, maka mereka akan mati oleh lembing, dan binasa dalam kebebalan.

loading...

13 Orang-orang yang fasik hatinya menyimpan kemarahan; mereka tidak berteriak minta tolong, kalau mereka dibelenggu-Nya; 14 nyawa mereka binasa di masa muda, dan hidup mereka berakhir sebelum saatnya.

15 Dengan sengsara Ia menyelamatkan orang sengsara, dengan penindasan Ia membuka telinga mereka.

16 Juga engkau dibujuk-Nya keluar dari dalam kesesakan, ke tempat yang luas, bebas dari tekanan, ke meja hidanganmu yang tenang dan penuh lemak. 17 Tetapi engkau sudah mendapat hukuman orang fasik sepenuhnya, engkau dicengkeram hukuman dan keadilan; 18 janganlah panas hati membujuk engkau berolok-olok, janganlah besarnya tebusan menyesatkan engkau.

19 Dapatkah teriakanmu meluputkan engkau dari kesesakan, ataukah seluruh kekuatan jerih payahmu? 20 Janganlah merindukan malam hari, waktu bangsa-bangsa pergi dari tempatnya.

21 Jagalah dirimu, janganlah berpaling kepada kejahatan, karena itulah sebabnya engkau dicobai oleh sengsara. 22 Sesungguhnya, Allah itu mulia di dalam kekuasaan-Nya; siapakah guru seperti Dia? 23 Siapakah akan menentukan jalan bagi-Nya, dan siapa berani berkata: Engkau telah berbuat curang?

1 Korintus 9:1-16

1 Bukankah aku rasul? Bukankah aku orang bebas? Bukankah aku telah melihat Yesus, Tuhan kita? Bukankah kamu adalah buah pekerjaanku dalam Tuhan? 2 Sekalipun bagi orang lain aku bukanlah rasul, tetapi bagi kamu aku adalah rasul. Sebab hidupmu dalam Tuhan adalah meterai dari kerasulanku.

3 Inilah pembelaanku terhadap mereka yang mengeritik aku. 4 Tidakkah kami mempunyai hak untuk makan dan minum? 5 Tidakkah kami mempunyai hak untuk membawa seorang isteri Kristen, dalam perjalanan kami, seperti yang dilakukan rasul-rasul lain dan saudara-saudara Tuhan dan Kefas?

6 Atau hanya aku dan Barnabas sajakah yang tidak mempunyai hak untuk dibebaskan dari pekerjaan tangan?

7 Siapakah yang pernah turut dalam peperangan atas biayanya sendiri? Siapakah yang menanami kebun anggur dan tidak memakan buahnya? Atau siapakah yang menggembalakan kawanan domba dan yang tidak minum susu domba itu?

8 Apa yang kukatakan ini bukanlah hanya pikiran manusia saja. Bukankah hukum Taurat juga berkata-kata demikian?

9 Sebab dalam hukum Musa ada tertulis: “Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik!” Lembukah yang Allah perhatikan?

10 Atau kitakah yang Ia maksudkan? Ya, untuk kitalah hal ini ditulis, yaitu pembajak harus membajak dalam pengharapan dan pengirik harus mengirik dalam pengharapan untuk memperoleh bagiannya.

11 Jadi, jika kami telah menaburkan benih rohani bagi kamu, berlebih-lebihankah kalau kami menuai hasil duniawi dari pada kamu?

12 Kalau orang lain mempunyai hak untuk mengharapkan hal itu dari pada kamu, bukankah kami mempunyai hak yang lebih besar? Tetapi kami tidak mempergunakan hak itu. Sebaliknya, kami menanggung segala sesuatu, supaya jangan kami mengadakan rintangan bagi pemberitaan Injil Kristus.

13 Tidak tahukah kamu, bahwa mereka yang melayani dalam tempat kudus mendapat penghidupannya dari tempat kudus itu, dan bahwa mereka yang melayani mezbah, mendapat bahagian mereka dari mezbah itu?

14 Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu.

15 Tetapi aku tidak pernah mempergunakan satupun dari hak-hak itu. Aku tidak menulis semuanya ini, supaya akupun diperlakukan juga demikian. Sebab aku lebih suka mati dari pada…! Sungguh, kemegahanku tidak dapat ditiadakan siapapun juga!

16 Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.

Add a Comment