Renungan Firman TUHAN Berdasar Leksionari 04 Feb 2021

Firman TUHAN tanggal 04 Februari 2021 berdasarkan “Revised Common Lectionary Sundays and Special Days Calendar” (Leksionari) terambil dari Amsal 12:10-21 dan Galatia 5:2-15

Renungan Firman Tuhan

Perhatikan Firman Tuhan dan Jadilah Benar

Alkitab Firman Tuhan

Ketika kelas satu SMP, teman-teman saya mengajak saya naik gunung, namun orangtua saya tidak mnegijinkan. Karena memang acara naik gunung itu direncanakan pada waktu kami baru sebulan sekolah, di bulan Agustus.

Oleh karena itu, dengan dasar kami perlu mengetahui pelajaran dengan baik di awal-awal tahun ajaran, karena pelajaran awal akan menjadi pondasi kita mengerti pelajaran dengan baik. Sementara kegiatan naik gunung dapat membuat kami kecapean dan jatuh sait, akibatnya tentu membuat kami tertinggal pelajaran.

Sebagai anak yang baru memasuki usia remaja, saya kecewa dengan larangan itu. Saya merengek-rengek supaya orangtua saya mengijinkan saya ikut. Setelah beberapa kali menjelaskan pertimbangannya, akhirnya orangtua saya berhasil membuangkam saya dengan kalimat “kamu mau seperti dia (yang dimaksud adalah teman yang mengajak saya).

loading...

Saya terdiam, karena teman saya itu memang bukan anak pandai, bahkan pemalas. Sebenarnya usianya di atas saya, tapi karena kemalasannya ia pernah tidak naik kelas. Langsung terbayang bagaimana teman saya yang memang bodoh itu, bila di kelas sering ditegor guru karena dia tidak mengerti apa yang diajarkan. Bahkan beberapa kali dihukum karena tidak mengerjakan tugas maupun PR (Pekerjaan Rumah).

Setelah itu saya tidak merengek-rengek lagi. Lalu saya menyampaikan kepada teman saya bahwa orangtua saya tidak mengijinkan saya ikut. Teman saya itu dengan entengnya mengatakan “ya sudah, kalau kamu tidak mau ikut kamu yang rugi”.

Orang bodoh memang seringkali merasa bahwa apa yang mereka lakukan adalah keuntungan, sementara orang lain, yang tidak melakukan, rugi, walaupun mereka (orang bodoh) itu melakukan tindakan yang bagi orang lain adalah tindakan bodoh, lucu bukan? Itulah bukti bahwa mereka bukan hanya bodoh namun bebal.

Surat Paulus kepada jemaat di Galatia mengingatkan agar jemaat di Galatia ingat, bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah penggenapan janji-janji di Taurat. Sehingga bila mereka terus menjalankan hukum Taurat namun tidak mengikuti pada yang diajarkan Kristus, mereka termasuk orang bodoh.

loading...

Orang bodoh yang merasa sedang menuju ke keselamatan padahal keselamatan itu sudah ada di depan matanya. Sehingga apabila mereka terus menjadi orang bodoh seperti itu, maka keselamatan dari Kristus tidak akan mereka peroleh (Galatia 5:4-5).

Ciri-ciri orang bodoh dan bebal, dan bagaimana seharusnya kita hidup supaya penuh hikmat Tuhan dan tidak menjadi orang bodoh, sangatlah jelas di tulis dalam kitab Amsal ribuan tahun sebelum Kristus datang ke dunia ini. Tulisan Salomo pada kitab Amsal ini tidak perlu lagi diinterpretasikan, sangat jelas dan mudah dimengerti.

Jalan orang bodoh lurus menurut anggapannya sendiri (Amsal 12:15), sehingga mereka dengan mudah jatuh ke dalam jebakan si jahat. Apabila mereka tidak sadar, akibatnya mereka akan ikut-iktan menjadi orang fasik.

Untuk itu perhatikan dengan seksama, apakah kita sudah berjalan di jalan orang benar? Apakah kita sudah berpikir, bersikap dan bertindak layaknya orang benar? Perhatiakn setiap orang yang ada di sekitar anda, amatilah mereka apabila mereka adalah orang benar maka tirulah, bila tidak maka jauhilah mereka (Amsal 12: 10-14). Orang benar itu rajin, pekerja yang baik dan berakal budi. Orang benar itu tidak seperti orang fasik yang mengingini harta orang lain dan bibirnya penuh dengan kejahatan.

Menjadi orang benar tidaklah susah, kita tinggal mengidentifikasi setiap langkah hidup kita, apakah ada yang mendatangkan dosa atau tidak. Kita tinggal menentukan pilihan keputusan kita, apakah itu mendatangkan dosa karena melanggar perintah Tuhan atau tidak. Kebenaran haruslah jelas putih dan bersih, apabila masih abu-abu berarti belum benar.

Walaupun orang yang menjalankan kebenaran di dunia ini hidupnya sering diganggu oleh sijahat. Nama baiknya sering dirusak oleh orang-orang fasik, sehingga banyak orang yang terpengaruh perkataan orang fasik itu menjadi menjauhi kita, namun tetaplah teguh dan percaya segala perbuatan kita yang benar akan mendapat tempat yang layak dikeabadian, sedangkan sijahat dan orang fasik akan menikmati hukumannya kelak.

loading...

Percayalah bahwa firman TUHAN itu tidak akan mengecewakan setiap orang benar, dan setiap orang yang menuruti firmanNya akan memperoleh keselamatan dan sukacita yang abadi. Sampaikanlah kabar keselamatan ini kepada setiap orang yang kita kenal dan kiranya renungan ini dapat menguatkan kita dan semua orang benar selama mengembara di dunia ini.

God bless you, God bless Indonesia.

Renungan firman TUHAN berdasarkan Leksionari lainnya

@shtobing

Amsal 12:10-21

10 Orang benar memperhatikan hidup hewannya, tetapi belas kasihan orang fasik itu kejam. 11 Siapa mengerjakan tanahnya, akan kenyang dengan makanan, tetapi siapa mengejar barang yang sia-sia, tidak berakal budi.

12 Orang fasik mengingini jala orang jahat, tetapi akar orang benar mendatangkan hasil. 13 Orang jahat terjerat oleh pelanggaran bibirnya, tetapi orang benar dapat keluar dari kesukaran.

loading...

14 Setiap orang dikenyangkan dengan kebaikan oleh karena buah perkataan, dan orang mendapat balasan dari pada yang dikerjakan tangannya. 15 Jalan orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri, tetapi siapa mendengarkan nasihat, ia bijak.

16 Bodohlah yang menyatakan sakit hatinya seketika itu juga, tetapi bijak, yang mengabaikan cemooh. 17 Siapa mengatakan kebenaran, menyatakan apa yang adil, tetapi saksi dusta menyatakan tipu daya.

18 Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan. 19 Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk selama-lamanya, tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata.

20 Tipu daya ada di dalam hati orang yang merencanakan kejahatan, tetapi orang yang menasihatkan kesejahteraan mendapat sukacita.

loading...

Galatia 5:2-15

2 Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu. 3 Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat.

4 Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia. 5 Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan.

6 Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih. 7 Dahulu kamu berlomba dengan baik. Siapakah yang menghalang-halangi kamu, sehingga kamu tidak menuruti kebenaran lagi?

8 Ajakan untuk tidak menurutinya lagi bukan datang dari Dia, yang memanggil kamu. 9 Sedikit ragi sudah mengkhamirkan seluruh adonan.

10 Dalam Tuhan aku yakin tentang kamu, bahwa kamu tidak mempunyai pendirian lain dari pada pendirian ini. Tetapi barangsiapa yang mengacaukan kamu, ia akan menanggung hukumannya, siapapun juga dia.

11 Dan lagi aku ini, saudara-saudara, jikalau aku masih memberitakan sunat, mengapakah aku masih dianiaya juga? Sebab kalau demikian, salib bukan batu sandungan lagi. 12 Baiklah mereka yang menghasut kamu itu mengebirikan saja dirinya!

13 Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.

14 Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!” 15 Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan.

Add a Comment