Renungan Firman TUHAN Berdasar Leksinoari 20 Jan 2021

Firman TUHAN tanggal 20 Jan 2021 berdasarkan “Revised Common Lectionary Sundays and Special Days Calendar” (Leksionari) terambil dari Kejadian 16:1-14 dan Lukas 18:15-17

Renungan

Mengajar Anak Hormat Pada TUHAN

Alkitab Firman Tuhan

Beberapa anak kecil bermain-main di dalam gereja ketika kebaktian sedang berlangsung, mereka berlari-lari dan berteriak-teriak serta tertawa kegirangan. Akibatnya suara dari liturgos maupun kotbah pendeta tidak terdengar dengan baik dan membuat umat yang sedang khusuk mengikuti kebaktian menjadi terganggu.

Beberapa jemaat memperlihatkan wajah kesal, karena tujuan mereka mengikuti kebaktian menjadi terganggu. Beberapa orangtua dari para anak segera menghampiri anaknya dan menggendongnya keluar ruang gereja, namun ada yang tersenyum-senyum saja melihat anaknya bermain-main di dalam gereja.

Ketika seorang majelis mengajak dengan baik sang anak untuk kembali ke tempat dimana orangtuanya berada, sang orangtua tidak senang. Dan ia mengomel sambal mengutip ayat Lukas 18:16 Tetapi Yesus memanggil mereka dan berkata: “Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, dan jangan kamu menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.

loading...

Sangat disayangkan orangtua tersebut menggunakan ayat Alkitab untuk membenarkan sikap anaknya. Dan sangat disayangkan bahwa orangtua tersebut ternyata tidak mengerti arti firman TUHAN tersebut.

Tidak ada orang yang menghalangi sang anak datang ke gereja. Tidak ada orang yang mengusir anak tersebut karena sudah membuat gaduh. Berarti sebenarnya tidak ada yang menghalang-halangi sang anak untuk datang mendekatkan diri ke Tuhan.

Namun orang tua tersebut tidak mengerti bahwa yang dimaksud TUHAN adalah kita harus meniru sikap anak kecil yang tidak banyak curiga mencintai bahkan mencari Tuhan. Sikap anak kecil yang masih polos karena belum tergoda oleh perbuatan dan pemikiran yang penuh dosa.

Orangtua harus mengajarkan kepada sang anak bahwa keselamatan hanya bisa diperoleh melalui Tuhan Yesus Kristus, sehingga sang anak senang untuk berada dekat dengan Tuhan. Seorang anak yang berlari ke sana kemari di tengah-tengah kebaktian menandakan anak tersebut bukan sedang mencari, atau sedang ingin dekat dengan Tuhan. Mereka hanya merasa di gereja banyak orang dan anak-anak sebaya untuk bermain bersama.

loading...

Sikap anak yang seperti itu menadakan orangtuanya sendiri tidak mendidik anaknya dengan baik, sehingga sang anak ketika ke gereja tidak dalam rangka ingin dekat kepada Tuhan. Namun hanya ingin merdeka dan bermain dengan teman-temannya.

Orangtua yang mengerti pasti juga akan mengajarkan kepada anaknya bahwa Tuhan ada di mana saja kita berada. Kita bisa setiap saat mendekatkan diri kepada Tuhan, berbicara dan berdiskusi berbagai hal denganNya atau memohon petunjuk dan berkat dari Tuhan, bukan hanya hari Minggu atau hanya di Gereja saja.

Mengajar anak dengan baik dan menjalankan perintah Tuhan agar anak kita dan semua keturunan kita diselamatkan, adalah suatu kewajiban bagi kita semua. Karena anak dan keturunan kita adalah berkat Tuhan untuk kita pelihara dengan baik demi memperluas kerajaanNya dan memuliakan namaNya di dunia ini.

Hal yang wajar apabila pasangan suami istri menginginkan anak, sebagai keturunan mereka sendiri sebagai generasi penerus, misalnya penerus marga di tanah Batak.

Marga pada suku Batak adalah mengikuti garis keturunan ayah, atau pria, sehingga apabila ada keluarga yang tidak memiliki anak lelaki membuat pasangan tersebut gusar. Hal ini terjadi terutama di masa lalu, karena belakangan prilaku seperti itu semakin berkurang, keluarga sudah terbiasa dan menerima ketika mereka tidak dikaruniakan anak laki-laki.

Kalau masa lalu hal itu sepertinya menjadi sebuah aib, sehingga tidak aneh apabila dulu banyak keluarga yang berusaha memperoleh anak laki-laki walau mereka sudah dikaruniakan banyak anak perempuan. Sering kita temui sebuah keluarga memiliki 5 anak perempuan dan 1 anak laki-laki si bungsu, bahkan ada yang 7 anak perempuan dan yang ke 8 anak laki-laki.

loading...

Akibatnya apabila keluarga tersebut tidak mampu membiayai kehidupan anak-anaknya dengan baik, maka sering terjadi sang anak tidak bersekolah, dan sudah ikut mencari nafkah dengan ketika mereka masih anak-anak. Kita tahu kemampuan anak yang masih kecil, pekerjaan yang mereka bisa kerjakan pasti menghasilkan gaji yang sangat kecil.

Selain itu, seorang ibu yang terlalu sering melahirkan juga akan menghadapi masalah kesehatan, atau dengan kata lain mereka relative rentan tertular penyakit dibandingkan seorang ibu yang tidak terlalu sering melahirkan. Apalagi biasanya ketika sudah mencapai anak ke 6, seorang ibu sudah berada di usia beriresiko tinggi bila hamil (di atas 35 tahun).

Sedangkan anaknya tentu saja tidak memperoleh cukup nutrisi, baik dari susu ibunya maupun karena kekurangan orangtuanya untuk membelikan makanan yang bergizi sesuai.

Keinginan memiliki keturunan kadang membuat orang mencari jalan pintas, kalau zaman dahulu ketika poligami adalah hal yang biasa, maka salah satunya adalah dengan mencari wanita lain selain istrinya sendiri. Bahkan tidak jarang istri yang malah menawarkan wanita lain kepada sang suami, sebagaimana Sarai memberikan Hagar kepada Abram (Kejadian 16:3), tujuannya adalah ia tidak ingin membiarkan suaminya tidak memiliki keturunan karena ia, sang istri, mandul.

Nah bagaimana akibatnya apabila berkat yang diberikan Tuhan, yaitu memperoleh anak keturunan, bukannya kita harga dengan mengajarkan firman Tuhan kepada mereka. Bagaimana akibatnya apabila sang anak bukannya menjadi kebanggaan orang tua tetapi malah jadi bat sandungan bari orang lain?

Sangat disayangkan bukan? Dan tentu saja segala hal buruk yang tanpa sadar kita ajarkan kepada sang anak adalah dosa bagi kita orangtuanya. Oleh karena perhatikan dengan seksama perkembangan iman kita, dan ajarkan setiap firman Tuhan yang terdapat di Alkitab. Ajarkan juga bagaimana pergumulan iman orang percaya mengahadapi berbagai permasalahan di dunia ini. Sehngga anak kita akan menjadi anak yang kuat dan teguh dalam iman.

loading...

Ajarkan juga anak-anak kita untuk bersaksi atas berbagai hal baik dan buruk yang ia alami dalam dunia ini, dan bagaimana mereka bersyukur selalu kepada TUHAN atas semua yang mereka alami (baik maupun buruk), karena TUHAN selalu ada bersama-sama dengan mereka.

God bless you, God bless Indonesia.

Renungan firman TUHAN berdasarkan Leksionari lainnya

@shtobing

loading...

Kejadian 16:1-14

1 Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya. 2 Berkatalah Sarai kepada Abram: “Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak.” Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai.

3 Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, –yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan–,lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya. 4 Abram menghampiri Hagar, lalu mengandunglah perempuan itu. Ketika Hagar tahu, bahwa ia mengandung, maka ia memandang rendah akan nyonyanya itu.

5 Lalu berkatalah Sarai kepada Abram: “Penghinaan yang kuderita ini adalah tanggung jawabmu; akulah yang memberikan hambaku ke pangkuanmu, tetapi baru saja ia tahu, bahwa ia mengandung, ia memandang rendah akan aku; TUHAN kiranya yang menjadi Hakim antara aku dan engkau.”

6 Kata Abram kepada Sarai: “Hambamu itu di bawah kekuasaanmu; perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik.” Lalu Sarai menindas Hagar, sehingga ia lari meninggalkannya.

7 Lalu Malaikat TUHAN menjumpainya dekat suatu mata air di padang gurun, yakni dekat mata air di jalan ke Syur. 8 Katanya: “Hagar, hamba Sarai, dari manakah datangmu dan ke manakah pergimu?” Jawabnya: “Aku lari meninggalkan Sarai, nyonyaku.”

9 Lalu kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Kembalilah kepada nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya.” 10 Lagi kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya.”

11 Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: “Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu. 12 Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya.”

13 Kemudian Hagar menamakan TUHAN yang telah berfirman kepadanya itu dengan sebutan: “Engkaulah El-Roi.” Sebab katanya: “Bukankah di sini kulihat Dia yang telah melihat aku?” 14 Sebab itu sumur tadi disebutkan orang: sumur Lahai-Roi; letaknya antara Kadesh dan Bered.

Lukas 18:15-17

15 Maka datanglah orang-orang membawa anak-anaknya yang kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka. Melihat itu murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.

16 Tetapi Yesus memanggil mereka dan berkata: “Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, dan jangan kamu menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. 17 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.”

Add a Comment