Inovasi tidak Berkembang Karena Asumsi dan Kesimpulan Sepihak

Hallo para pembaca sekalian, tulisan saya ini merupakan lanjutan dari PEMBUNUH INOVASI: https://www.hallothere.net/?p=5327 

Saya akan memberi contoh lebih detil atas point-point yang saya sebutkan sebagai penyebab inovasi menurun atau bahkan menghilang di sebuah perusahaan. Saat ini kita lihat bersama mengapa asumsi dan kesimpulan atau tuduhan (tanpa konfirmasi dan bukti adalah tuduhan yang keji) menjadi salah satu pembunuh inovasi, karena menimbulkan sakit hati, menghilangkan semangat bahkan ketakuatan untuk berinovasi.

Di perusahaan-perusahaan besar sudah sangat lazim kegiatan inovasi diserahkan ke bagian atau divisi tertentu, tetapi sebesar apapun perusahaan anda atau perusahaan yang anda kelola, saya sarankan anda secara regular mengevaluasi kinerja mereka.

Evaluasi dengan benar, bukan hanya berdasarkan laporan pelaksanaan kegiatan dan seleksi ide-ide inovasi!

Pastikan anda mengerti bagaimana cara berpikir bagian/divisi pelaksana tersebut, pastikan anda tahu bahwa mereka bukan orang yang suka berpegang pada asumsi (yang seringkali menjadi kesimpulan sepihak), tetapi pastikan mereka adalah orang-orang yang aktif mencari konfirmasi atas berbagai informasi/pemikiran yang mereka peroleh.

kesimpulan sepihak
Apa yang membunuh inovasi? Seperti pembunuh berdarah dingin terkejam di dunia, yaitu: manusia!

Pengalaman saya puluhan tahun berinovasi (atau mencari berbagai cara untuk improvement) di tempat saya bekerja, dengan tujuan proses menjadi lebih mudah, lebih cepat, dan lebih murah, adalah menemukan begitu banyak orang berasumsi (negatif) atas ide-ide yang kami lakukan, dan lebih parah lagi mereka suka membuat kesimpulan sepihak (bahkan tuduhan keji) atas ide-ide tersebut, baik termasuk juga tujuan saya berinovasi (atau melakukan improvement), bahkan mereka bisa berpikir aneh-aneh tenang asal muasal ide saya (atau team saya). Banyak asumsi dan pemikiran negatif yang saya nilai sangat keji, membuat anggota team saya (atau orang yang saya ajak melakukan improvement) menjadi mundur, karena mereka terpengaruh dan takut menghadapi pemikiran negatif orang-orang tersebut akan merusak nama baik mereka.

loading...

Tapi saya bukan orang seperti itu, gampang mundur karena pikiran negatif orang lain, saya termasuk keras kepala dan terus berinovasi tidak perduli pada orang-orang tersebut. Berikut salah satu contoh pengalaman saya:

Pertama kali saya bekerja di tahun 1989 (sebagian dari anda mungkin belum lahir atau masih bayi, atau mungkin orangtua anda belum menikah) komputer atau tepatnya PC adalah barang langka, di perusahaan awal saya bekerja hanya ada 1 (satu), ya hanya ada 1. Sebagai informasi saat itu istilah gigabite baru berupa angan-angan indah, kami bekerja dengan flopydisk ukuran KB (kilobyte) dan hardisk tidak sampai 100 megabyte.

Saya bukankah orang yang pernah belajar komputer secara mendalam, tetapi hanya pernah dapat 3 SKS saat saya kuliah di Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Lampung. Tetapi saat itu (tahun 80 an) saya sangat percaya bahwa komputer akan menjadi andalan manusia di masa depan.

Melihat ada komputer yang bisa saya pakai lebih lama daripada saat kuliah, maka saya bergegas mencari buku-buku terkait penggunaan komputer untuk membantu pekerjaan administrasi saya, awal bekerja saya adalah seorang surveyor klaim, tetapi tidak ada tenaga admin

Sehingga harus membuat laporan internal dan eksternal sendiri yang tentu sangat merepotkan, apalagi dengan kendaraan sepeda motor bukan hal yang jarang saya terjebak di jalanan karena hujan deras, dan melanjutkan pekerjaan keesokan hari mengetik sebelum berangkat survey.

Saat itu saya mempelajari 2 (dua) buku komputer wordstar dan lotus 123 (hehehe pasti sangat sedikit dari anda yang mengetahui wordstar dan lotus 123).

loading...

Sengaja sepeda motor (milik perusahaan) tidak saya bawa pulang, sehingga saya bisa mempelajarinya di dalam bis (pergi pulang) dan membuat rancangan di rumah (tanpa komputer (PC, jadi di atas kertas saja), saat itu PC adalah barang mewah, tidak ada 1 pun keluarga saya yang punya PC), dan pagi-pagi sebelum mulai bekerja atau setelah karyawan lain pulang, saya mencoba mempraktekan apa yang saya pelajari.

Saat itu karyawan yang memakai PC di kantor hanya 2 (dua) orang, yang utama untuk reporting perusahaan adalah seorang teman lulusan Komputasi IPB (Institute Pertanian Bogor, sekalian saya sebut namanya Iman, sudah sangat lama tidak berjumpa dengan dia).

Iman benar-benar mampu menggunakan PC dengan baik, dan 1 orang lagi saya sendiri, yang sok tahu bahkan nekat memakai PC tersebut (hehehehe).

Singkat kata saya berhasil menggunakan PC tersebut untuk membantu pekerjaan administrasi saya, terutama laporan-laporan ke external (perusahaan Reasuransi). Nah terkait dengan judul tulisan ini, saya ingin berbagi hal-hal yang saya alami:

Banyak karyawan yang nyinyir ketika saya mempelajari PC tersebut dan mulai menggunakannya, mereka kasak kusuk di belakang saya, mengatakan sok tahu dan jangan-jangan bisa merusakan PC tersebut, beruntung saat itu teman saya Iman (pengguna utama PC tersebut) percaya bahwa saya tidak akan merusak PC tersebut.

Bahkan saya lihat dia senang ada orang lain yang bisa diajak diskusi tentang hal langka (memang PC saat itu adalah barang langka!). Para nyinyirun tersebut juga menuduh saya membuang-buang tinta printer dan menggunakan PC tersebut untuk kepentingan pribadi.

Beruntung tidak ada yang percaya karena sebagian melihat sendiri bahwa saya hemat menggunakan printer (bahkan sering membantu mengisi ulang pita printer, ya pita karena saat itu printer masih dot matrix dan menggunakan pita, pokoke kalau membayangkan sekarang masa yang saya ceritakan ini jadul banget), dan semua yang saya buat adalah untuk pekerjaan kantor, serta tidak mengganggu kinerja saya sebagai surveyor klaim.

sepihak
Asumsi dan pemikiran negatif bahkan keji pasti akan membunuh ide-ide inovasi, jangan biarkan hal itu terjadi lakukan komunikasi dan konfirmasi dan buat perusahaan anda selalu kondusif mengumpulkan ide-ide inovasi. (note photo ini hasil karya saya pribadi, tetapi bisa jadi ada orang lain yang memiliki photo yang sama hasil jepretan mereka sendiri)
loading...

Giliran saya sudah berhasil membuat pekerjaan administrasi saya dari mesin ketik menjadi dengan PC, para nyinyirun berubah tuduhannya menjadi: mana mungkin Saut membuat itu, pasti ada orang lain yang mbikinin, atau pasti dia nyontek dari tempat lain orang dia bukan dari jurusan komputer dan asumsi negatif dan tuduhan keji di belakang saya, lucunya tidak ada seorangpun para nyinyirun itu yang berani mengatakannya ke saya atau mencari konfirmasi.

Yang percaya bahwa itu original kreasi saya adalah teman saya Iman tadi, bahkan dia mengusulkan ke Direktur (karena perusahaan kecil jadi mudah bicara dengan Direktur) untuk membeli PC dan printer baru untuk saya, sehingga di samping meja saya tersedia sebuah PC lengkap dengan printernya (ingat itu PC ke 2 di perusahaan itu, keren kan?).

Para nyinyirun suaranya langsung hilang dan saya mulai mempelajari db3+ (database 3) untuk semakin mempermudah pekerjaan saya (waktu itu belum ada mricrosoft ya guys).

loading...

Saat itu saya beruntung memiliki teman dan seorang Direktur yang mengerti usaha-usaha inovasi (silahkan kalau mau disebut improvemet), sehingga pemikiran dan asumsi negatif dari para nyinyirun penghambat inovasi bisa diredam, dan tujuan saya meningkatkan pekerjaan lebih cepat, lebih mudah dan lebih murah tercapai dan manfaatnya dirasakan oleh perusahaan.

Semoga tulisan ini dibaca oleh para pemilik atau penanggungjawab sebuah perusahaan yang percaya bahwa inovasi adalah nafas perusahaan untuk terus maju dan berkembang, sehingga mereka mau melihat langsung dan membantu meredam asumsi-asumsi negatif atau tuduhan-tuduhan keji, dan membudayakan komunikasi dan konfirmasi kepada semua pihak khususnya konfirmasi kepada sang inovator, demi mencegah inovasi mati terbunuh!

Saya tutup tulisan kali ini agar kita semua mengingat bahwa GOJEK, TOKOPEDIA, BUKALAPAK bahkan Facebook, dan lain-lain, bisa demikian majunya karena inovasi, dan sebagian ide mereka pasti tercetus dari ide orang lain, tetapi mereka terus mendapat penghargaan dan tidak pernah dituduh sebagai plagiat! Itu dulu ya sharing saya, nanti kita lanjutkan lagi mau siap-siap ke kantor nih.

Semoga bermanfaat. God bless you, God bless Indonesia.

@shtobing

Add a Comment