Bom Bali 2002 Bukti Persatuan Indonesia Mengalahkan Teroris

Perbuatan biadab para teroris, yang meledakan bom di malam hari tanggal 12 Oktober 2002 di Bali, tepatnya di Paddy dan Sari Club Legian yang seketika merenggut 202 jiwa, serta melukai ratusan orang lainnya sekaligus merusak puluhan bangunan, kendaraan dan berbagai obyek di sekitarnya, layak selalu kita kenang untuk menjadi pelajaran dan upaya mencegah teroris. 

Duka yang sedalamnya untuk seluruh korban dan keluarga yang ditinggalkan. 

Bom Bali 2002

Saran seorang psikolog agar kita melupakan kenangan buruk ternyata tidak mudah untuk melakukannya. Apalagi kenangan yang secara lansung kita rasakan. Sebagaimana kenangan buruk teror bom Bali tepat 18 (delapan belas) tahun silam itu.

Masih terbayang ketika ledakan yang menggoncangkan kota Denpasar dan sekitarnya, sehingga mengakibatkan lapisan langit-langit di tempat saya berada rontok sebagian, padahal saya berada sekitar 1 kilometer dari TKP. Tepatnya saya ketika itu berada di Planet Hollywood di kawasan Bali Galeria.

Walau kejadiannya tidak secara langsung berdampak kepada saya, keluarga maupun teman-teman dekat saya. Namun ternyata perasaan dan pikiran saya masih mengenangnya hingga sekarang, bukan hanya ketika mendengar suara bom dan melihat api membubung tinggi ke langit di malam itu, tetapi juga akibat rasa amarah, kesal dan panik yang terjadi di sekitar saya.

Masih terbayang sopir taksi yang mengantarkan kami kembali ke hotel dengan geram dan marah menyesesali perbuatan “para pendatang”. Para pendatang katanya dengan yakin, karena dia yakin tak seorangpun penduduk Bali mau merusak daerahnya. 

loading...

Dia yakin bahwa apapun alasannya orang Bali tidak akan merusak daerahnya sendiri, apalagi melakukan pembunuhan yang demikian keji.

Terbayang sangat nyata di pikiran saya ketika orang-orang asing dengan panik menyeret koper dan menggendong anak-anak mereka meninggalkan hotel.

Bagaimana mereka di tengah ketakutan berteriak ingin lebih dahulu memperoleh shuttle bus hotel atau taksi, atau kendaraan apa saja, dengan biaya berapa saja, yang dapat mengantar mereka ke bandara.

Terngiang sangat jelas, bagaimana para petugas hotel berusaha menenangkan mereka, dan mengatakan bahwa mereka aman. Karena seluruh aparat keamangan Indonesia menjamin keamanan mereka, apalagi area perhotelan yang kami tempati sangat kuat pengamanannya. Bahkan percuma juga ke bandara karena kemungkinan besar tidak ada penerbangan ke negara yang mereka tuju. 

Namun semua itu tidak didengar oleh para turis mancanegara, mereka tetap memaksa untuk dibantu meninggalkan hotel menuju bandara. Tempat yang lebih mereka percaya akan menjamin keamanan mereka.

Masih membekas di pikiran dan mendenging di telinga saya ketika bertemu dengan orang-orang Bali keesokan harinya. Bagaimana mereka mengucapkan kekesalan yang sama atas ulah para teroris itu. 

loading...

Mereka kesal dan sangat mengecam, karena mereka sadar bahwa ulah para teroris biadab itu akan merusak sumber pendapatan mereka utama: Turis.

loading...

Namun dengan adanya teror, sebuah kondisi yang merusak pendapatan mereka itu, mereka tidak melakukan tindakan-tindakan anarkis. Karena orang Bali tahu, bahwa tujuan dari teroris adalah membuat rasa takut, saling curiga dan selanjutnya memecah belah. Yang terbukti berhasil merusak tatanan di berbagai negara lain, sehingga tujuan akhir mereka (para teroris) berhasil: “menguasai negara itu!”

Tetapi para teroris gagal, Bali tetap berdiri kokoh hingga sekarang. Para Turis manca negara dan lokal tetap datang berbondong-bondong meningkatkan kesejahteraan Bali. 

Saya yakin arwah para teroris, yang sudah dihukum mati, dan sedang menikmati hukuman di neraka, akan gigit jari dan kesal karena rencana jahat mereka merusak Bali gagal total!

Para teroris mungkin berhasil membunuh orang, membuat sedih bahkan menyengsarakan keluarga yang ditinggalkan korban. Para teroris mungkin berhasil membuat takut bangsa lain, yang katanya memang menjadi target para teroris, agar semua negara tidak mengganggu saudara mereka yang berada di negara lain. Para teroris mungkin berhasil mempengaruhi orang-orang lain untuk mengikuti jejak mereka. 

Tetapi kita semua melihat bahwa tidak ada satupun ulah mereka yang berhasil dalam jangka panjang. Karena semua bangsa, negara dan umat manusia kembali berdiri tegak lagi dan terus maju menggapai masa depan yang cerah. 

Sementara nama para teroris selalu dikenang sebagai orang-orang yang hina sepanjang masa, bahkan pengikut-pengikutnya terus diburu dan hidup di tengah ketakutan serta rasa saling curiga.

Related article: Pemecah Belah Bangsa

Setahun kemudian ketika saya kembali ke Bali, memang kunjungan turis manca negara belum pulih. Bahkan mungkin bisa dihitung dengan jari keberadaan orang asing. 

loading...

Namun luar biasanya bangsa Indonesia adalah, turis lokal meningkat pesat menuju ke Bali. Bahkan hunian hotel yang biasanya dipenuhi turis mancanegara, menjadi dipenuhi turis lokal.

Pages ( 1 of 2 ): 1 2Next »

Add a Comment