Reksadana vs Deposito Mana yang Harus Anda Pilih?

Ketika ingin berinvestasi di instrumen keuangan, maka reksadana menjadi salah satu pilihan.

Reksadana

Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal, untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi Baca Reksadana di Wikipedia.

Dengan adanya manajer investasi, maka berbeda dengan deposito, transaksi jual atau beli di reksadana pasti akan dikenakan biaya administrasi. Tetapi saat ini sudah banyak aplikasi yang menyebakan biaya fee investment manager sangat rendah.

Kelebihan dan Kelemahan Deposito dan Reksadana bisa kita lihat bersama-sama. Namun sebelum itu, agar semua proses yang kita guna menanjadi lebih muda, berikut info grafisnya:

reksadana jangan yang lain

Info grafik di atas, menggambarkan, bagaimana untuk mencapai total invesatasi yang diharapkan, dari waktu ke waktu, deposito kalah telak berlomba dengan reksadana.

loading...

Deposito Kalah Cepat

Kekalahan deposito dibandingkan reksadana cukup banyak, hal ini tentunya membuat orang-orang semakin berhati-hati. Salah satu penyebab kekalahannya adalah start deposito dimulai setelah terkumpul dana (ini adalah contoh yang paling rendah saat ini) Rp. 5 juta (5000K), sedangkan Reksadana sudah dapat dibeli hanya dengan 100K atau Rp. 100 ribu.

Walaupun reksadana pasar uang dan pendapatan tetap relative aman, namun kita harus selalu waspada, karena risiko yang melekat pada reksadana-reksadana tersebut.

Reksadana memang lebih menguntungkan dibandingkan deposito, namun deposito sangat stabil, sehingga membuat para investor bimbang. Namun dengan adanya inflasi, maka berinvestasi di reksadana tetap menjadi pilihan utama.

Saran saya terus lakukan pengamatan beberapa reksadana, baru lakukan transaksi, dengan cara ini kita bisa mencegah spekulasi dalam berinvestasi.

Mari membeli reksadana agar memperoleh return yang lebih baik. Namun demikian berhati-hatilah selalu, jangan sampai anda menjadi agresif dan mengorbankan aset anda. Pastikan anda selalu melakukan penyebaran risiko, jangan pernah mengumpulkan telor di satu keranjang.!

Beli Reksadana Sejak Dini

Simulasi saya lakukan dengan perhitungan investasi di reksadana yang paling rendah, yaitu Rp. 100.000 setiap bulan. Uang sejumlah itu relatif bisa diperoleh oleh anak-anak muda, yang belum kerja tetapi mendapat uang saku rutin dari orangtuanya.

loading...

Selama ini, uang jajan yang diperoleh habis begitu saja. Ada yang digunakan untuk melampiaskan hobby jajan, ada juga yang melampiaskan untuk hobby main game atau nonton film.

Sementara saya coba lakukan simulasi dengan perhitungan membeli reksadana hanya Rp. 100 ribu. Dalam 10 tahun modal yang terkumpul sudah tercapai Rp. 12 juta, dan kalau beli reksadana sejak Rp. 100 ribu pertama, pertumbuhannya sebesar Rp. 4,9 juta (growth hampir 41%).

Sedangkan deposito, dengan uang Rp. 100 ribu sebulan harus dikumpulkan dulu selama 4 tahun 2 bulan (50 bulan), untuk mencapai Rp. 5 juta, baru bisa di depositokan. Pengalaman saya dulu uang bukannya terkumpul tapi habis setiap perantian tahun, karena buat makan-makan saat tahun baru.

Oleh karena itu mengapa saya gambarkan di info grafis Deposito kalah start dari Reksadana. Terlambat startnya sampai 4 tahun, dan uangnya mungkin sudah hilang entah kemana atau sudah tergerus inflasi.

Ayo mulai membeli reksadana sekarang juga, jangan habiskan uang anda untuk membeli kenyamanan sesaat, seperti minuman dan jajanan yang sedang ngetrend. Kalau usia anda saat ini 20 tahun, maka nilai investasi anda di reksadana, termasuk pertumbuhannya, sudah mencapai Rp. 16 juta.

Bagaimana kalau anda bisa menyisihkan Rp. 300 ribu – Rp. 500 ribu sebulan? Saya sudah simulasikan, hasilnya setelah tahun ke sepuluh sangat luarbiasa. Selamat berinvestasi reksadana.

Pesan sponsor:

loading…


Aplikasi Yang Saya Pakai

Aplikasi untuk membeli reksadana, atau investasi lainnya ada beberapa, namun saya sudah lebih 5 tahun ini menggunakan IPOT dari Indopremier. Cukup powerfull dan saya rasa cukup aman. Silahkan pilih aplikasi yang anda sukai. Kalau ingin diskusi mengenai penggunaan IPOT silahkan diskusi (text only) dengan WA 081383839231 atau email di shtobing@gmail.com.

saya beli reksadana dengan IPOT
klik Indopremier di sini
loading...

God bless you, God bless Indonesia.

loading...

@shtobing

Add a Comment