Mengapa Tidak Perlu Emosi di MedSos?

Saudara-saudaraku para pembaca sekalian, apakah anda pernah tersinggung dan marah-marah karena tanggapan negatif dari seseorang atas posting anda, atau respon anda pada posting seseorang di Media Sosial?.

Media Sosial apa saja, seperti facebook, twitter, Instragram, dan lain-lain termasuk juga di group Whatsapp anda?

Tetap Tenang di Medsos

Apakah anda juga pernah berusaha meyakinkan orang lain di Media Sosial? Bahkan (kalau digambarkan di dunia nyata) anda berusaha meyakinkannya sampai anda berbusa-busa?

Dengan emosi, bahkan mungkin sampai mengatakan kata-kata kasar untuk membuat orang itu percaya?

loading...

Contohnya kata-katanya tidak perlu saya tuliskan di sini ya, salah satunya bahkan baru-baru ini diucapkan oleh seseorang yang memiliki gelar profesor, atau orang lain yang duduk di DPR. (Baca: Jangan pernah percaya sama orang seperti ini)

Atau anda termasuk orang yang tenang dan hanya percaya pada media yang kredibel, bahkan bila anda ingin menanggapi maka anda menanggapi dengan data dari sumber yang kredibel, bukan dari sumber abal-abal.

Lalu dengan tetap bijaksana anda tidak ingin memaksakan tanggapan anda diterima si lawan bicara?

Dan dengan mudahnya, ketika respon dari orang yang “negatif” itu tetap negatif maka anda mem-block dia?

loading...

Bahkan dengan tenang anda tidak membawa perasaan kesal pada seseorang di Media Sosial ke kehidupan sehari-hari anda (Baca: Jangan mau jadi korban hoax!). Kalau anda masuk kategori ini, maka saya ucapkan selamat!

Jangan Langsung Percaya Berita di Medsos

Bagi anda yang mudah terbawa emosi saat membaca Media Sosial, saya ingin mengingatkan agar anda bisa melepaskan diri dari itu, yaitu dengan bijak sadar bahwa apapun yang tertulis di Media Sosial selain dari sumber yang kredibel JANGAN PERNAH LANGSUNG PERCAYA, karena Media Sosial itu:

  1. Liar, seperti di pasar, siapa saja bisa berkata-kata ngawur dan tidak nyambung dengan apa yang kita sampaikan.
  2. Berisi orang-orang yang tidak jelas identitasnya, semakin tidak jelas identitasnya semakin ngawur apa yang diucapkan. Bahkan sangat banyak akun abal-abal sengaja dibuat agar dapat berbicara seenaknya.
  3. Tanggapan bisa dilakukan dimana saja, bahkan sangat sering dilakukan di JAMBAN. Perhatikan kalau ada tanggapan pagi hari biasanya dilakukan di jamban, seperti saya juga sering melakukan itu. Jadi kalau orang menulis tanggapan di jamban jelas tidak ilmiah!
  4. Tulisan juga sering dilakukan saat mau tidur, jadi dalam keadaan setengah mengantuk pasti tidak ada ungkapan yang ilmiah!
  5. Banyak diisi orang yang mentalnya tidak jelas, kalau kita berhadapan langsung pasti kita bisa tahu yang kita hadapi orang gila atau bukan, kalau Media Sosial? Walaupun itu teman atau sauadara anda yang selama ini dikenal baik, bisa jadi mentalnya sudah berubah karena tekanan hidup. Anda mau buang waktu menanggapi orang dengan kelainan mental?
  6. Banyak diisi oleh para pengangguran yang tidak ada kerjaan, dan mengisi kekosongan dengan pendapat-pendapat seenaknya karena yang dicari hanya “rame” hasil ucapannya. Gak ada loe gak rame…. 🙂
  7. Seperti pasar banyak diisi oleh para oportunis, siapa tahu bisa ngetop dan dapat panggung, lumayan kan buat makan siang gratis.

Block Saja, Beres!

Ketujuh hal di atas semoga dapat mengingatkan anda untuk tidak jatuh ke dalam tekanan DUNIA MEDIA SOSIAL, jangan mudah percaya dan gak perlu susah payah menanggapi, kalau gak nyambung-nyambung juga dan ngeyel langsung block saja.

Jangan segan karena itu teman anda atau saudara anda, karena ibarat anda sedang jalan di pasar, lalu dipermalukan oleh teman atau saudara anda, maka anda berhak meninggalkan mereka.

Kalau nanti teman atau saudara anda tersinggung dan merasa tidak bersalah, biarkan mereka mengklarifikasi dengan private mesage ke anda. Jangan biarkan perdebatan dilihat oleh orang lain. Tidak elok bertengkar dengan teman atau keluarga di depan orang lain.

Report Inappropriate Content

Kalau ada anda menemukan ujaran yang tidak pantas, baik kebencian atau pornography, luangkan waktu untuk melaporkannya kepada pihak berwajib, dengan mention akun pihak berwajib.

loading...

Selain itu sebaiknya ada juga melaporkan ke admin medsos terkait, beritahu permasalahannya baru block. Dengan demikian kita berperan dalam usaha menjadikan media sosial sehat.

Sehat dari para provocator, penjahat dan trouble maker lainnya.

Ayo bangsa Indonesia, semakin cerdaslah, jangan buang waktu dan emosi anda gara-gara tanggapan di Media Sosial.

Neyebelin? Quit or Block or unfollow aja. Selesai. Gitu aja kok repot.. 🙂

God bless you, God bless Indonesia.
@shtobing

Add a Comment