Matikan Handphone Anda Sekarang Juga!

Hallo semua…tulisan ini mengingatkan kita agar mengikuti peraturan dengan disiplin. Peraturan dibuat melalui proses yang panjang dan mendalam, sehingga kita tidak perlu mempertanyakannya lagi.

Tugas kita adalah menjalankan peraturan sesuai petunjuk. Apalagi kalau itu menyangkut keselamatan kita dan orang banyak, seperti mematikan (atau minimal flight mode) handphone kita selama naik pesawat.

Melakukan perjalanan dengan pesawat terbang bagi Rakyat Indonesia bukan lagi barang mewah, karena hampir semua mampu membeli tiket. Hanya masalahnya masih banyak yang tidak perduli dengan keselamatan, sehingga ceroboh atau suka melanggar aturan keselamatan.

Peristiwa terbakarnya pesawat Garuda, GA 200 pada tanggal 7 Maret 2007, pukul 07.00 pagi, jurusan Jakarta-Yogyakarta di Bandara Adisucipto, sangat menyayat hati dan perasaan, dan beberapa hari lalu, tepatnya tanggal 29 Oktober 2018, pesawat Lion air Jt610 jatuh menelan korban banyak.

Kisah-kisah berikut ini mestinya membuat kita semakin sadar dan taat pada peraturan keselamatan:

Seorang terbang ke Batam dengan menggunakan pesawat Garuda:
Di dalam pesawat duduk disamping saya seorang warga Jerman. Pada saat itu dia merasa sangat gusar dan terlihat marah, karena tiba-tiba mendengar suara handphone tanda sms masuk dari salah satu penumpang, dimana pada saat itu pesawat dalam posisi mau mendarat. Orang ini terlihat ingin menegur tetapi tidak berdaya karena bukan tugasnya.

loading...
matikan handphone
loading...

Ketika ditanyakan kenapa tiba-tiba orang Jerman tersebut bersikap seperti itu, dia bercerita bahwa dia adalah manager salah satu perusahaan industri, dimana dia adalah supervisor khusus mesin turbin.

Suatu saat ketika dia sedang melaksanakan tugasnya tiba-tiba mesin turbin mati, setelah diselidiki ternyata ada salah satu petugas sedang menggunaka HP didalam ruangan mesin turbin.

Orang Jerman ini menjelaskan bahwa apabila frekwensi HP dengan mesin turbin ini kebetulan sama dan sinergi, akan berakibat mengganggu jalannya turbin tersebut, lebih fatal lagi berakibat turbin bisa langsung mati.

sangat banyak penduduk Indonesia yang memiliki Handphone Mahal, Transportasi pake pesawat. Tapi sangat banyak yang bodohnya tidak ketulungan.

Ada yang tidak tau kenapa larangan itu dibuat, ada yang tau tapi tetap tidak peduli. Bagi yang belum tahu, kenapa tidak boleh menyalakan Handphone di pesawat, berikut penjelasannya:

Sekedar untuk informasi saja, beberapa tahun lalu mungkin rekan-rekan semua sudah mendengar berita mengenai kecelakaan pesawat yang baru “take-off” dari Lanud Polonia-Medan. Sampai saat ini penyebab kejadian tersebut masih belum diketahui dengan pasti.

loading...

Sebagai informasi buat kita semua yang memiliki dan menggunakan ponsel/telpon genggam atau apapun istilahnya.. Ternyata menurut sumber yang didapat dari ASRS (Aviation Safety Reporting System) ponsel mempunyai kontributor yang besar terhadap keselamatan penerbangan. Sudah banyak kasus kecelakaan pesawat terbang yang terjadi akibatkan oleh ponsel.

Berbagai Contoh Kasus Kecelakaan Akibat Sinyal

Pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru saja “take-off” dari bandara Zurich, Swiss. tidak lama kemudian pesawat menukik jatuh. Sepuluh penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan sinyal ponsel terhadap sistem kemudi pesawat.

Sebuah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo melakukan pendaratan darurat karena sistem alarm di kokpit penerbang terus meraung-raung. Ternyata, sebuah ponsel di dalam kopor dibagasi lupa dimatikan, dan menyebabkan gangguan terhadap sistem navigasi.

Boeing 747 Qantas tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi setinggi 700 kaki justru ketika sedang “final approach” untuk “landing” di bandara Heathrow, London. Penyebabnya adalah karena tiga penumpang belum mematikan komputer, CD player, dan electronic game masing-masing (The Australian, 23-9-1998).

Sementara di Indonesia?, Begitu roda-roda pesawat menjejak landasan, langsung saja terdengar bunyi beberapa ponsel dari penumpang yang baru saja diaktifkan.

Para “pelanggar hukum” itu seolah-olah tak mengerti, bahwa perbuatan mereka dapat mencelakai penumpang lain, disamping merupakan gangguan (nuisance) terhadap kenyamanan orang lain.

Padahal hanya menunggu beberapa menit semua penumpang sudah berada di luar pesawat dan bebas untuk berkomunikasi menggunakan handphone masing-masing.

Mereka pada umumnya memang belum memahami tatakrama menggunakan ponsel, disamping juga belum mengerti bahaya yang dapat ditimbulkan ponsel dan alat elektronik lainnya terhadap sistem navigasi dan kemudi pesawat terbang. Untuk itulah handphone harus dimatikan, tidak hanya di-switch agar tidak berdering selama berada di dalam pesawat.

Berikut merupakan bentuk ganguan-ganggua n yang terjadi di pesawat:

  1. Arah terbang melenceng,
  2. Indikator HSI (Horizontal Situation Indicator) terganggu,
  3. Gangguan penyebab VOR (VHF Omnidirectional Receiver) tak terdengar,
  4. Gangguan sistem navigasi,
  5. Gangguan frekuensi komunikasi,
  6. Gangguan indikator bahan bakar,
  7. Gangguan sistem kemudi otomatis,

Semua gangguan diatas diakibatkan oleh ponsel, sedangkan gangguan lainnya seperti:

loading...
  1. Gangguan arah kompas komputer diakibatkan oleh CD & game
  2. Gangguan indikator CDI (Course Deviation Indicator) diakibatkan oleh gameboy.

Semua informasi di atas adalah bersumber dari ASRS (Aviation Safety Reporting System)

Dengan melihat daftar gangguan diatas kita bisa melihat bahwa bukan saja ketika pesawat sedang terbang, tetapi ketika pesawat sedang bergerak di landasan pun dapat terjadi gangguan yang cukup besar akibat penggunaan ponsel. Kebisingan pada headset para penerbang dan terputus-putusn ya suara mengakibatkan penerbang tak dapat menerima instruksi dari menara pengawas dengan baik.

Untuk diketahui, ponsel tidak hanya mengirim dan menerima gelombang radio melainkan juga meradiasikan tenaga listrik untuk menjangkau BTS (Base Transceiver Station). Sebuah ponsel dapat menjangkau BTS yang berjarak 35 kilometer.

Artinya, pada ketinggian 30.000 kaki, sebuah ponsel bisa menjangkau ratusan BTS yang berada dibawahnya. (Di Jakarta saja diperkirakan ada sekitar 600 BTS yang semuanya dapat sekaligus terjangkau oleh sebuah ponsel aktif di pesawat terbang yang sedang bergerak di atas Jakarta).(Varis / pertamina)

Sebagai mahluk modern, sebaiknya kita ingat bahwa pelanggaran hukum adalah juga pelanggaran etika. Tidakkah malu bila dianggap sebagai orang yang tidak peduli akan keselamatan orang lain, melanggar hukum, dan sekaligus tidak tahu tata krama?

Semoga tulisan ini dapat mengingatkan sebagian rakyat Indonesia yang sudah menggunakan teknomlogi tinggi tetapi masih tertinggal dalam kemampuan berempaty.

God bless you, God bless Indonesia
@shtobing

Add a Comment