Korban-Korban Hoax!

Hallo yang ada di sana, menurut anda siapa saja yang menjadi korban HOAX? Kalau menurut saya mereka sebagai berikut

Korban-Korban Hoax

  1. Orang yang percaya Hoax sehingga “terbakar” bahkan menyebarkannya.
  2. Masyarakat bahkan keluarga yang terpecah gara-gara hoax.
  3. Orang (atau siapa saja: pemerintah, organisasi, dan sebagainya) yang difitnah oleh isi Hoax.
  4. Pemerintah dan Aparat karena Hoax menimbulkan keresahan dan mengganggu keamanan.
  5. Media mainstream yang bingung apakah wartawan mereka terlambat memperoleh berita? Bahkan Media mainstream yang tidak “menyentuh” Hoax (yang sedang hangat bahkan panas) akan ditinggalkan pembacanya.
  6. Dan banyak lagi kelanjutannya misalnya lembaga-lembaga sosial dan agama yang jadi sibuk meluruskan dan menenangkan anggotanya, dan lain sebagainya.

Terbakar dan Terpecah Belah

Kali ini saya ingin menyoroti 2 (dua) korban teratas, yaitu orang yang terbakar dan masyarakat bahkan keluarga yang terpecah gara-gara Hoax.

Menurut saya mereka adalah korban yang sebenarnya, karena mereka sangat percaya atas hoax yang timbul sehingga kaget dan malu ketika melihat bahwa berita yang mereka percaya, dan telah membakar mereka, ternyata hanya hoax!

Apalagi kalau Hoax tersebut juga disebarkan oleh orang-orang yang mereka hormati dan kagumi (misalnya pemimpin atau pemuka agama, guru atau dosen, bahkan pejabat pemerintah atau partai yang kondang).

loading...

Percaya Hoax karena Hasutan

Mereka menjadi korban utama, karena biasanya mereka tidak dapat menerima bahwa semua yang mereka percaya adalah hoax. Mereka dengan mudah menerima hoax baru yang menguatkan keyakinan mereka selama ini, misalnya hoax yang menyatakan:

  1. Penegak hukum tebang pilih;
  2. yang ditangkap hanya lawan politik atau yang bersebrangan dengan pemerintah; atau,
  3. penangkapan adalah rekayasa untuk membungkam kebebasan berdemokrasi; bahkan membungkam agama tertentu!
loading...

Saudara-saudara para korban hoax (urutan 1 dan 2 di atas), ayo sadarlah jangan menjadi korban hoax lagi.

Caranya mudah, segala sesuatu yang membuat kebingungan dan marah harus anda teliti dengan seksama! Anda akan kaget dan menyadari bahwa banyak upaya-upaya membuat atau menyebarkan Hoax, atau paling tidak memelintir berita agar orang jadi “terbakar”.

Contohnya kemarin saya membaca di twitter sebuah judul berita dari Media mainstream “Suharto memberantas PKI”, maka responnya sungguh luar biasa, sebagian yang percaya bahwa PKI bangkit lagi melawan dengan yang mengejek Suharto (mantan presiden Indonesia) dan dibumbuhi oleh provokator, ya provokator karena setelah saya lihat akun mereka terindikasi akun abal-abal.

loading...

Maka ramailah caci maki muncul, muncul juga istilah Cebong, Kampret, Unta, Kadal Gurun dan macam-macam lainnya, yang bertujuan memojokan pihak lain.

Baca Dengan Teliti

Setelah saya baca beritanya dengan seksama, ternyata isinya adalah kritik dan saran seseorang yang pernah hidup di tahun 1955 sampai sekarang, di sana dia menuliskan ada persitiwa G30S PKI dan supersemar, tetapi inti tulisanya bukan tentang Suharto yang membantai PKI.

Akhirnya saya ikut comment dan mengingatkan para pembaca supaya jangan percaya hanya membaca judul, karena media mainstream itu hanya ingin menarik pembaca dan mengejar page view.

Ayo bangsa Indonesia, jangan malu-malu mengakui bahwa selama ini kita mudah terbakar berita hoax, dan kita percaya dan turut menyebarkannya. Baik via media sosial atau pembicaraan lisan dengan teman-teman dan saudara, sehingga kita terpecah dengan saudara dan teman kita itu.

Akui dan mari rekonsiliasi dengan teman dan saudara kita, jangan malu, karena sebenarnya kita semua korban. Dan setelah rekonsiliasi mari kita lebih hati-hati dan waspada pada sebuah berita di media sosial.

Jangan pernah percaya pada akun facebook, twitter, Instagram dan Google+ yang tidak jelas pemiliknya. Tidak jelas karena mungkin isinya hanya foto-foto, gambar-gambar, atau sekedar retweet berita dan hasil screen capture dari internet. Bisa juga gambar yang tidak bermakna sama sekali, tetapi dimuat supaya Media Sosial tersebut terlihat hidup.

loading...

Ayo bangsa Indonesia, berhati-hati dan selalu waspada. Baca juga tulisan saya : atau

Semoga bermanfaat.
God bless you, God bless Indonesia.
@shtobing

Add a Comment