Ingat! Jangan Main-Main dengan SAFETY!

Hallo para pembaca sekalian, pasti terbang dengan pesawat bukanlah hal baru bagi anda, sehingga anda sudah mengerti safety yang diarahkan selama kita terbang.

Bagi yang belum pernah terbang tidak ada salahnya membaca tulisan berikut yang saya dapat dari WAG saya kemarin, semoga bermanfaat:

90% Kecelakaan Pesawat Saat Landing/Take Off

Kebanyakan orang belum tahu alasan kenapa waktu take off dan landing, pramugari selalu memerintahkan kita untuk menegakan sandaran kursi, tray table nya harus di tutup, penutup jendela harus dibuka, terus yg duduk di deretan pintu harus free dari semua tas dan lain sebagainya.

Penjelasannya adalah karena 90% kecelakaan pesawat terjadi saat take off dan landing. 90% kecelakaan pesawat terjadi di 8 menit setelah take-off dan 3 menit sebelum landing. Sehingga disebut juga “Critical Eleven”

Disaat hal tersebut terjadi, penumpang hanya punya waktu 90 detik untuk keluar dari pesawat. Kalau tidak keluar, penumpang bisa mati karena berbagai hal, mulai dari smoke inhalation atau kekurangan oxygen, atau akibat pesawat sinking incase of ditching (water landing).

Satu buah emergency exit di cabin, didesain buat evakuasi sekitar 65 orang dalam waktu 1.5 menit itu. Menegakan sandaran apalagi disaat panik, bisa menghabiskan waktu 10 detik, dan disaat evakuasi waktu 1 detik itu menjadi penentuan hidup dan mati.

loading...

Tegur Penumpang Yang Bandel!

loading...

Biasakan untuk menegur kalau penumpang didepan kita tidak menegakan sandaran kursinya, karena disaat ada emergency landing, yang bakalan kena dampak adalah orang yang duduk dibelakangnya.

Karena akan mengalami trapped (terjebak) dan tidak bisa keluar dari kursi, sedangkan penumpang di depan itu pasti akan lari keluar secepat mungkinmeenyelamatkan diri, tanpa perduli penumpang dibelakangnya yang terjebak karena kursi yang tidak tegak.

Bukan cuma itu, dalam penerbangan dimalam hari, lampu cabin juga pasti diredupkan, alasannya sama, karena dalam waktu 90 detik semua penumpang harus keluar maka tidak ada waktu yang boleh terbuang.

Disaat mata terbiasa melihat terang kemudian lampu mendadak mati, pasti butuh waktu untuk mata beradaptasi dengan pencahayaan yang gelap, maka dari itu lampu sengaja diredupkan supaya mata tidak “terkejut”disaat ada emergency landing.

Kalau penutup jendela kabin mesti dibuka itu kenapa?

Di dalam training pilot dan pramugari ada kelas yang namanya “CRMC”, jadi kelas tentang komunikasi. Karena 70% lebih kecelakaan pesawat terjadi karena kurang komunikasi antara semua orang, yaitu antara pramugari, pilot maupun penumpang. Dalam penerbangan kita harus gunakan semua info yang ada, termasuk dari penumpang.

loading...

Kaca dibuka supaya penumpang bisa melihat keadaan luar.

Contoh ada kebakaran di sayap, kapten tidak bisa melihat, pramugari tidak melihat, mungkin malah penumpang yang melihat dan bisa memberi info supaya bisa secepat mungkin evakuasi.

Atau kalau di negara empat musim , kadang sayap pesawat beku karena ada es, penumpang bisa melihat dan memberi info supaya kapten tahu dan bisa melakukan perbaikan sebelum terbang.

Jadi kesimpulannya, dengar baik-baik mbak pramugarinya, karena kalau ada accident, yang bakal kena akibatnya adalah penumpang itu sendiri.

Maka dari itu jangan main main dengan safety

Semoga bermanfaat dalam mengelola risiko keselamatan perjalanan kita.


God bless you, God bless Indonesia
@shtobing

Add a Comment