Damai Sejahtera Dan Kitalah Dutanya (Let There Be Peace on Earth)

Damai sejahtera dan kitalah dutanya (Let there be peace on earth and let it begin with me)

Yohanes 16:33 “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia”.

Saat ini Paduan Suara Gema Kasih sedang berlatih lagu “Damai Sejahtera Di Dunia” (Let there be Peace on Earth karya SY Miller dan Jill Jackson).

Syair lagu dan firman Tuhan dari Yoh 16:33 ini, mengingatkan saya pada 18 tahun lalu, ketika terjadi peristiwa bom Bali 12 Oktober 2002.

Suara dan goncangan ledakan serta api yang ditimbulkannya, saya saksikan dari Planet Hollywood (Bali Galleria) kira-kira 1 km dari TKP, dan selalu terbayang ketika mengingat peristiwa itu.

Peristiwa tersebut  membuat damai sejahtera rasanya hilang terhapus akibat ulah teroris yang menimbulkan ketakutan dan kepanikan di sekitar saya.

loading...

Terhapus, karena merasakan ketakutan dan kepanikan para wisatawan asing, yang membangunkan dan menggendong anak-anaknya, bergegas meninggalkan hotel malam itu juga menuju bandara.

Damai Sejahtera Tuhan

Terhapus, karena merasakan amarah serta kekecewaan para penduduk Bali, yang saya temui di sepanjang perjalanan kembali ke hotel, dan ketika keesokan harinya pulang ke Jakarta.

Begitu juga damai sejahtera, di tengah pandemi covid19 saat ini, seperti hanya pemanis di bibir saja. Rasa was-was dan takut tertular terus mengancam kita sepanjang hari.

Kehilangan pekerjaan dan menurunnya pendapatan, serta setumpuk berita krisis terus mendera. Ditambah dengan ulah si jahat yang menunggangi kondisi ini dengan berbagai hoax, membuat kita tidak mampu merasakan damai sejahtera karena tertutup rasa panik dan putus asa.

Tapi apakah panik dan putus asa akan menyelamatkan kita melalui pandemi ini? Panik dan putus asa adalah cara si jahat untuk membuat kita semakin terpuruk dalam permasalahan.

Oleh karena itu dengan meneguhkan hati, mari kita bangkit dan saling mendukung serta terus menggumulkan firman Yohanes 16 :33 yang menguatkan setiap kita untuk merasakan damai sehatera Tuhan.

loading...

Selanjutnya dengan terus berdoa dan meminta hikmat Tuhan, serta focus kepada Tuhan Yesus yang telah mengalahkan dunia dan menyelamatkan umat manusia, niscaya, perlahan tapi pasti, kabut ketakutan dan rasa was-was akan terhapus dari mata dan pikiran kita.

Dengan demikian, kita mampu melihat dengan jernih dan jelas jalan keluar yang Tuhan persiapkan bagi kita, untuk mampu melalui krisis pandemi dengan baik, dan berbagai krisis lain yang mungkin terjadi selama kita di dunia.

Mari terus berpegang pada firmanNya, dan berkata serta berkarya untuk memuliakan Tuhan, agar kita terus mampu merasakan dan memancarkan damai sejahtera  kepada sesama, sebagaimana syair penutup lagu di atas: “Setiap kata, segala karya, muliakan namaNYA, damai sejahtera kini dan selamanya”.

Berbagai renungan lainnya (baca baca)

God bless you, God bless Indonesia

@shtobing

Add a Comment