Covid19 Menurunkan Kejahatan dan Tindak Kriminal Lainnya

Hallo rekan-rekan pembaca semua, kalau kita berpikiran positif maka kita dapat melihat dampak positif dari merebaknya Covid 19 ini.

Karena dampak dari Covid19 ini sangat menakutkan, maka segala rindak kejahata, atau kegiatan pelanggaran hukum dan yang terkait dengan dunia hitam juga menurun.

Kegiatan yang menimbulkan sentuhan fisik dengan orang lain, atau berkumpul berdekatan juga dihindari karena takut tertular covid19, sehingga hal-hal berikut ini pasti berkurang, yaitu::

awas covid19
Kegiatan Keluar Rumah Dilarang
  1. Tindak Kekerasan dan Kejahatan
  2. Konsumsi Minuman Keras
  3. Peredaran dan Konsumsi Narkoba
  4. Prostitusi
  5. Perselingkuhan
  6. Balap Liar
Berkurangnya Tindak Kekerasan dan Kejahatan

Orang jahatpun takut melakukan tindakan kekerasan atau kejahatan, karena menghindari kontak fisik dengan orang lain. 

Karena sedikit saja droplet masuk ke saluran pernafasan maka sang penjahat langsung menjadi ODP (Orang Dalam Pengawasan) Covid19.

Penjahat juga takut pada virus covid19 ini, mereka tidak suka mati konyol karena tertular dari korbannya, apalagi kalau ketika melakukan tindak kejahatan, korbannya mengancam dengan meludahi sang penjahat.

loading...

Memang masih terjadi tindak kejahatan di beberapa lokasi untuk itu kita percayakan dan serahkan kepada pihak kepolisian.

Apabila ada berita peningkatan tindak kejahatan, saya yakin pihak kepolisian dan TNI segera melakukan tugasnya menjaga keamanan negara kita ini.

Berkurangnya Konsumsi Minuman Keras

Akibat himbauan untuk Stay at Home dan karantina pribadi mencegah covid19, maka orang yang berkumpul untuk minum minuman keras akan menurun drastis.

Minum-minuman keras sampai mabok pasti tidak enak kalau dilakukan di rumah, karena biasanya pemabok malu dilihat oleh keluarga atau tetangganya bila dia mabok.

Berkurangnya orang mabok pasti akan menurunkan juga tindak kiriminal atau kekerasan dan perkelahian, dan kejahatan lainnya, yang bisa mengakibatkan luka dan korban jiwa.

Minum-minuman keras juga biasanya dilakukan beramai-ramai, di lokasi yang riuh seperti pub atau diskotik. Sementara saat ini pub dan diskotik dilarang beroperasi, karena pembatasan skala besar covid19.

loading...

Minuman keras, dengan alkohol yang tinggi akan membuat sakit, bahkan bisa menimbulkan penyakit berat, seperti lever.

Akibatnya secara tidak langsung berkurangnya konsumsi alkohol akan menghemat biaya berobat atau perawat rumah sakit. Baca: Alkohol Merusak Kesehatan Liver

Berkurangnya Peredaran dan Konsumsi Narkoba

Sebagaimana minuman keras, tempat tindakan kejatan lain, yaitu beredarnya Narkotik dan Obat Terlarang lainnya (Narkoba), biasanya juga di lokasi keramaian dan remang-remang. Selama keramain berkurang maka kesempatan bertransaksi narkoba juga berkurang.

Selain itu para pecandu narkoba juga takut tertular covid19 dari pengedarnya, begitu juga sebaliknya, para pengedar juga takut tertular dari pembelinya.

Luar biasa bukan, ternyata untuk menghentikan kebiasaan menyandu menikmati Narkoba dapat dilakukan dengan cara yang mudah: penularan Covid19.

Padahal kalau dipikir secara rasional, para pecandu itu tidak takut pada kematian, tapi ternyata mereka sangat takut pada kematian akibat Covid19.

Mungkin modus kejahatannya berubah dengan mengirim narkoba ke rumah, tapi apakah para pecandu berani menikmati narkoba di rumah yang ramai dengan keluarganya?

Berkurang dan Bahkan Hilangnya Prostitusi

Dari beberapa tempat yang saya ketahui sebagai tempat pelacuran, saat ini tidak ada keramaian apalagi transaksi prostitusi.

Semua pelanggan lelaki hidung belang dan para pekerja seks pasti takut tertular Cobid19, tidak seperti Virus HIV yang bisa dikendalikan dengan kondom, virus kali ini tidak lagi menular melalui hubungan seks, tetapi melalui saluran pernafasan yang tidak mungkin ditutup dengan kondom 🙂

Lokasi prostitusi adalah lokasi yang sangat tidak sehat, sehingga penularan Covid19 dapat dengan cepat terjadi dan pasti langsung membuat mereka sakit.

loading...

Dengan menurunnya kegiatan prostitusi maka menurun juga penularan penyakit kelamin dan penyakit lainnya, akibatnya para pekerja seks yang menghentikan operasinya pasti saat ini dalam keadaan sehat.

Begitu juga prostitusi online, pasti juga menurun transaksinya, karena risiko tertular Covid19 terjadi ketika mereka bersentuhan secara fisik, tidak mungkin mereka melakuka seks online atau Seks From Home (SFH) 🙂

Prostitusi, Narkoba dan Tindak kejahatan biasanya berjalan bersama-sama, merusak mental dan kesehatan manusia Baca: Kalijodo, Prostitusi, Jdui dan Narkoba

Menurunnya Perselingkuhan

Akibat penularan Covid19 yang tidak mudah diantisipasi, maka pasti orang-orang yang melakukan perselingkuhan juga takut bertemu. Padahal selama ini mereka berani melakukan tindak kejahatan agar bisa berselingkuh.

Kalau dimasa pandemi ini, jangankan dengan pasangan selingkuh, dengan pasangan sah yang baru pulang dari daerah yang terdampak Covid19 saja takut melakukan hubungan seks.

Pasangan selingkuh pasti keluar meninggalkan rumahnya, tidak mungkin melakukannya di rumah, sehingga dengan kondisi sekarang orang pasti curiga kalau mereka memaksa keluar rumah tanpa tujuan yang jelas.

Saat ini beberapa lokasi diawasi dengan ketat oleh pihak kepolisian dan TNI, sehingga pasangan selingkuh pasti takut kalau sampai tertangkap pihak keamanan.

Jadi jangankan melakukan hubungan badan, aktivitas perselingkuhan seperti berpelukan saat nonton atau karaoke juga takut dilakukan

Bahkan untuk kalangan yang memiliki banyak uang, perselingkuhan dengan melakukan perjalanan ke kota lain juga sangat sulit dilakukan.

Berkurangnya Balap Liar

Larangan berkumpul selama pandemi covid19 ini, dengan sanksi hukum yang berat membuat tidak ada yang berani melakukan kegiatan balap (sepeda motor) liar seperti biasanya.

Balap liar selain membahayakan diri sendiri, juga sangat membahayakan penduduk sekitar, termasuk orang yang sedang melintas di daerah tersebut. Dan kadang menjadi kamuflase dari tindak kejahatan, yaitu mengalihkan perhatian setiap orang, sementara pada lokasi lain sedang terjadi tindak kejahatan.

Hal ini disebabkan biasanya balap liar dilakukan di malam hari, dan kondisi tubuh manusia sudah menuntut untuk istirahat, sehingga sangat sulit untuk berkonsentrasi serta mengendalikan kendaraan dengan baik.

Setiap perlombaan pasti ada yang dituju, dan dalam balap liar apalagi yang mereka kejar selain uang taruhan.

Adanya taruhan uang mengakibatkan semua pembalap jadi mata gelap, sehingga tujuannya hanya untuk menang, mereka tidak memperdulikan lagi keselamatan orang lain.

Tidak mungkin mereka meperdulikan keselamatan orang lain, sedangkan keselamatan diri sendiri mereka tidak perduli.

Dalam aktivitas balap liar juga ditemukan para pekerja seks yang menjajakan diri, sehingga menjadi tempat anak-anak muda mulai berkenalan dengan dunia prostitusi. Baca: Taruhan Wanita dan Uang di Balap Liar

Dimana ada keramaian yang melanggar hukum, biasanya pelanggaran hukum lain mendompleng juga, seperti minuman keras dan narkoba.

Apakah Bahagia Ada Covid19?

Walaupun banyak penyakit dunia hitam yang berkurang termasuk tindak kejahatan, bahkan turun dengan drastis, namun saya tidak bahagia dengan adanya Covid19.

Dampak positif lainnya juga banyak sekali, dari berkurangnya polusi udara, penghematan bahan bakar, penghematan biaya transportasi, dan karena semua berusaha untuk selalu sehat maka terjadi penurunan orang ke rumah sakit, dan sebagainya.

Covid19 tetap bisa menulari siapa saja, orang baik maupun pelaku kejahatan atau para kriminal, karena Covid19 tidak memiliki perasaan. Akibatnya selama dia memperoleh akses masuk ke pernafasan dan berkembang, maka dia akan membuat orang sakit bahkan kematian.

Jadi sangat tidak nyaman hidup di tengah-tengah merebaknya wabah Covid19, bahkan sudah masuk kategori pandemi sejak penularan mencapai sebagain besar negara.

Oleh karena itu mari kita terus berupaya mengendalikan penyebaran Covid19, jalankan seluruh saran dari pemerintah dan para dokter. Jaga diri kita dan jaga juga orang lain.

Semoga penurunan tidak kejahatan dan prostitusi tetap dapat dipertahankan walau wabah Covid19 sudah lewat.

Baca juga: Jangan Mau Kembali Hidup Normal

God bless you, God bless Indonesia.

@shtobing

Add a Comment