Yuk Buat Paspor Sendiri, Sangat Mudah dan Cepat!

Hallo semua…hari ini saya mau sharing tentang proses pembuatan Paspor baru karena paspor saya yang lama sudah habis di 28 Februari 2018.

5 (lima) tahun yang lalu saya juga mengurus sendiri penggantian paspor saya, selain itu juga mengantar anak-anak dan istri saya untuk membuat paspor baru.

Ambil Nomor Antrian dengan Aplikasi

Waktu itu proses sudah mudah, hanya kita perlu antri sejak jam 5 pagi, jam seperti itupun kita sudah berada diantrian ke seratus sekian.

Kali ini saya mengambil antrian dari aplikasi android yang link ke website antrian Dirjen Imrigrasi, jadi tidak perlu antri dari jam 5 (lima) pagi.

loading...
Buat Paspor Mudah
https://niindo.com/blog/2017/08/29/4-kendala-yang-di-temui-ketika-membuat-e-paspor/

Dengan Agen Lebih Ribet

Mengapa saya rela mengajukan ijin meninggalkan kantor untuk mengurus sendiri karena biaya yang di ajukan oleh travel biro vendor kantor saya sangat mahal, mereka mengajukan fee Rp.1.200.000,-

Jadi dengan biaya paspor standar Rp. 355.000,- sang travel biro mengajukan penawaran biaya total Rp. 1.555.000,-. Hemm…, karena pembuatan paspor untuk perjalanan dinas bulan Mei dan biaya-biaya itu akan diganti kantor saya tetap tidak tega.

Apalagi dokumen pendukung yang diminta sang agen, banyak sekali. Seperti dokumen pendukung pengajuan baru, padahal sekarang untuk perpanjangan paspor di atas 2009 cukup membawa paspor lama dan e-ktp, photo copy di kertas A4 masing-masing 1 (satu) lembar dan jangan di potong, beres deh.

Instagram Imigrasi Mantab

Setiap minggu Imigrasi selalu mengumumkan penambahan kuota antrian, saya dapat informasinya dari Instagram Dirjen Imigrasi yang saya follow sejak beberapa bulan lalu.

loading...

Kemudian anak saya membantu saya mencari antrian, saya tidak bisa melakukannya sendiri karena aplikasi yang tersedia masih untuk android saja, sedangkan saya hanya punya handphone ios (iphone). Sebenarnya bisa lewat website Imigrasi, tetapi saya sudah mencoba dan kurang praktis sebagaimana aplikasi yang ada di android.

Waktu itu hari Rabu malam dan yang tersisa di DKI Jakarta adalah Kantor Imigrasi jakarta Utara yang ada di Kelapa Gading, dan hanya dengan memasukan NIK (Nomor Induk Kependudukan) yang ada di e-ktp saya langsung dapat antrian, dengan jadwal hari Jumat 13 April 2018, mulai antri dari jam 11.01-12.00 WIB.

Karena hari Jumat, maka saya sudah siap-siap waktu menunggu akan terpotong oleh ibadah hari Jumat, dan benar saja menjelang jam 11.30 sudah diumumkan bahwa waktu istirahat akan dimulai, dari jam 12.30 sampai jam 13.00.

Bisa Sambil Nge-Mall

Beruntung dekat dengan Mal, apalagi semua pengunjung harus meninggalkan kantor imigrasi selama jam istirahat, maka kami berbondong-bondong menuju mall tersebut, baik yang akan sholat Jumat maupun yang hanya sekedar makan siang, cuci mata atau yang ingin shopping.

Saya sampai jam 11.00 tepat, dan diarahkan untuk print antrian dari aplikasi, gratis, lalu mengambil antrian dokumen. Saat itu saya diarahkan mengisi formulir permohonan pembuatan paspor, dimana tersedia set dengan formulir kuning (untuk perpanjangan atau penggantian) dan merah (untuk pembuatan baru).

Mudah Tapi Tetap Harus Teliti

Saya tidak kesulitan mengisi formulir tersebut, tetapi tetap saja saya salah karena mengisi dengan pena biru, padahal sudah disebutkan di petunjuk untuk menggunakan TINTA HITAM….hehehe terpaksa ganti deh.

loading...

Lembar kuning adalah permohonan pengembalian paspor lama, dan harus ditandatangani di atas meterai Rp.6.000,- Ada dijual di tukan photocopy di lantai 3 dengan cukup membayar Rp.8.000,-

Setelah jam istirahat saya segera kembali lagi dan sampai jam 13.15, tetapi karena saya dapat nomor urut A.174 sedangkan yang terakhir dipanggil adalah A.140, maka saya tidak tergesa-gesa, dan benar ketika sampai yang dipanggil baru nomor A.144.

Ruang Tunggu Nyaman

Saya duduk menunggu dekat counter, dan karena ruang pelayanan cukup sejuk maka kita bisa sambil beristirahat memejamkan mata, dan saya lihat ada beberapa yang tertidur (nah ini bahaya, karena ada 1 orang yang tidak mendengar ketika dipanggil dan terpaksa mengantri 10 nomor lagi 🙂

Selama menunggu saya bisa menyaksikan bagaimana beberapa orang yang membuat paspor tidak siap dengan dokumen yang dibutuhkan. Jadi beberapa kali petugas harus menjelaskan kembali.

Siapkan Dokumen Supaya Hemat Waktu

Saya hitung-hitung kalau ada 30 orang seperti itu dan masing-masing perlu waktu ekstra rata-rata 2 menit (dari pelayanan yang sudah lengkap yang saya rasakan tidak lebih dari 3 menit) maka terbuang waktu selama 60 menit (1 jam), pantas antrian keseluruhannya jadi lama.

Oleh karena itu saya himbau bagi pembaca yang ingin membuat paspor, sebaiknya baca dulu persyaratannya, dan lengkapi sebelum antri.

loading...

Tadinya saya ingin membuat e-paspor, tetapi menjelang nomor saya dipanggil, diumumkan bahwa sistem di Kelapa Gading sedang bermasalah sehingga tidak bisa membuat e-paspor, sampai waktu yang tidak ditentukan.

Karena saya tidak punya waktu untuk mencari kantor imigrasi lain (salah satunya yang bisa adalah yang di Cipinang, karena anak saya baru saja memperoleh e-paspor di sana) di lain hari maka saya tetap mengajukan paspor biasa saja.

Masih Terjadi Pengumuman Terlambat, Sehingga Muncul Protes

Tetapi karena pengumumannya tidak dilakukan sejak awal, maka ini menimbulkan protes dan keluh kesah dari beberapa warga yang ingin mengurus e-paspor.

Sehingga memicu seorang yang protes keras dan mengeluarkan kata-kata kasar, sampai menumpahkan air mineral di depan counter, akibatnya menimbulkan amarah dari petugas imigrasi dan meminta bapak tersebut untuk bertingkah laku yang lebih baik.

loading...

Saya sadar sangat mengesalkan ketika sudah menunggu berjam-jam dan tidak tahu kalau tidak bisa mengurus e-paspor. Tetapi saya sarankan tidak perlu berkata-kata kasar apalagi sampai membuat kotor kantor imigrasi.

Komunikasi Harus Ditingkatkan

Saya sarankan juga kepada imigrasi untuk mengumumkan kantor layanan mana saja yang tidak bisa melayani pembuatan e-paspor. Atau kendala lain yang mungkin ada, sehingga warga bisa memilih kantor layanan lain sebelum mengantri berjam-jam.

Proses yang saya rasakan selanjutnya cukup wajar. Walau ada beberapa orang yang mengeluh karena merasa lama, dan mereka adalah yang pembuat paspor baru, sehingga sampaikan ke mereka bahwa proses sekarang ini sudah jauh lebih baik dari yang lalu.

Memang selalu ada yang bisa diimprove dengan berjalannya waktu, saya yakin improvement pasti akan dilakukan Dirjen Imigrasi. Selesai foto dan wawancara saya memperoleh instruksi pembayaran, di mana disebutkan bawah paspor sudah dapat diambil (setelah bayar) dalam waktu 3-7 hari.

Ini jelas lebih cepat dari travel biro yang mengatakan maksimal 14 (empat belas) hari dengan kata-kata proses KILAT. Hehehe…kilat apa kok lebih lama dari mengurus sendiri, dan mereka minta fee Rp.1.200.000,-….terlalu…

Saat mau bayar di counter Pos Indonesia yang ada di sana, ternyata sistemnya offline sampai jam 15.30. Sebenarnya bisa bayar lewat atm bank referensi, tetapi saat itu saya putuskan untuk menunggu saja.

Counter Bayar Terlalu Santai, Buang Waktu

Counter Pos Indonesia tersebut juga melayani permintaan pengiriman paspor yang sudah jadi via Pos Indonesia, GRATIS! Tetapi saya putuskan untuk mengambil sendiri hari Jumat depan karena kebetulan saya ada rapat di sekitar kantor Imigrasi tersebut.

Tepat jam 15.30 datanglah para petugas Pos Indonesia, saya tidak melihat ada keresahan di wajah mereka apakah system sudah online kembali atau offline, sempat terpikir jangan-jangan systemnya tidak benar-benar offline, tetapi tidak saya permasalahkan, antri sebentar dan kira-kira jam 15.45 pembayaran giliran saya sudah selesai dan saya pulang.

Catatan dan saran saya dari pengalaman di atas:

  1. Siapkan dokumen dan photo copynya dengan lengkap (sangat mudah, lihat di website Imigrasi)
  2. Pastikan dokumen yang kita bawa adalah otentik dan tidak ada yang bertentangan, misalnya nama di akta kelahiran berbeda dengan di ijazah
  3. Kalau terjadi perbedaan data apapun antar dokumen, segera urus ke pemda setempat untuk memperoleh Surat Keterangan dari yang berwenang!
  4. Pastikan kita ingat nama orangtua, tanggal lahir, dan tempat lahir mereka, walaupun keduanya sudah meninggal, karena informasi itu harus kita isi di formulir.
  5. Kalau ada yang ingin membuat e-paspor, sebaiknya cek dulu kantor imigrasi mana yang bisa dan yang tidak, informasi bisa diperoleh dari email atau nomor Whatsapp milik Imigrasi atau Kantor Imigrasi setempat.
  6. Pastikan datang tepat waktu, kalau datang lebih cepat tidak masalah, tetapi anda baru akan dipanggil untuk mengambil nomor antrian saat jam menunjukan waktu antrian kita. Jadi buat apa terlalu cepat datang dan menunggu terlalu lama.
  7. Jauh lebih murah mengurus sendiri, dan kita bisa sekalian belajar menambah pengalaman proses pembuatan paspor (maaf ya para travel biro bukan bermaksud mengurangi periuk nasi kalian)

Itu dulu sharing pengalaman saya dan saran dalam mengajukan pembuatan paspor, baru maupun penggantian.

Semoga bermanfaat.

God bless you, God bless Indonesia.
@shtobing

Add a Comment