Benar Sejak Awal

Menyenangkan sekali berkerja di tempat yang selalu mengutamakan kualitas, dimana setiap Bagian, hingga Unit terkeci, membuat komitmen untuk selalu menjaga kualitas.

Hal itu dapat dicapai karena semua memiliki tujuan yang sama. Yaitu tujuan memperoleh produk ataupun layanan prima (yang merupakan kombinasi atau gabungan dari berbagai hasil kerja seluruh bagian dan unit).

Sehingga kesalahan-kesalahan sangat jarang terjadi, bahkan hampir tidak pernah terjadi.

Benar sejak awal sangat penting untuk kualitas terbaik

Untuk memperoleh kualitas yang terbaik, masing-masing Bagian atau Unit, membuat standar prosedur yang jelas dan dapat dikaitkan, sehingga menjadi satu-kesatuan prosedur yang lengkap dari proses awal hingga akhir (A to Z).

loading...

A adalah Awal dan Z adalah hasil akhir hingga produk dipakai oleh Customer.

Benar Sejak Awal

Karena pengertian A to Z itulah maka semua jajaran di perusahaan sependapat, bahwa kualitas hasil akhir (Z) tidak mungkin baik apabila proses di awal (A) tidak benar, sehingga munculah istilah BENAR SEJAK AWAL.

Maka komitmen untuk Benar Sejak Awal selalu digaungkan.

Benar Sejak Awal di sebuah sub proses, ataupun Benar Sejak Awal dari keseluruhan proses.

loading...

Ilustrasinya adalah sebagai berikut, misalnya kita ingin membuat pisang goreng, proses awal adalah membeli bahan baku: pisang, tepung, telor, mentega, dan sebagainya, maka harus dipastikan salah satu proses dalam membeli bahan baku harus benar, misalnya memilih pisang, mengenali kualitas tepung, telor, mentega yang baik harus dilakukan sejak awal.

Kalau dari awal pembeli pisang tidak bisa memilih pisang dengan kualitas terbaik, maka bisa dipastikan hasilnya adalah pisang goreng yang tidak enak! Cukup jelas ya?

Kalau semua proses sudah dilakukan BENAR SEJAK AWAL, maka produk yang dihasilkan pasti baik.

Selanjutnya pelanggan senang (puas), penjualan meningkat, perusahaan untung, dan seluruh jajaran di perusahaan pasti akan menikmatinya.

Semua Jajaran Harus Menjalankan proses “Benar Sejak Awal”

Akan tetapi bila proses Benar Sejak Awal TIDAK DILAKUKAN, maka pasti gagal mencapai kualitas yang diharapkan.

Pelanggan kecewa, dan biasanya akan terjadi tuding, saling menyahlakan sehingga menimbulkan rasa tidak senang di semua orang.

loading...

Nah yang paling menjengkelkan adalah bila kita bertemu dengan pengambil keputusan yang tidak mengerti apa itu BENAR SEJAK AWAL!.

Orang seperti ini pasti juga tidak mengenal sistem dan prosedur standar, baginya semua proses sama saja yang penting selesai.

Orang-orang seperti inilah yang seringkali menimbulkan masalah di perusahaan, dan untuk membenarkan tindakannya orang seperti ini biasanya membuat statement-statement penyangkalan sembari mencari dukungan dan membentuk kubu-kubu dan kemudian menyalakan orang lain.

Semua dianggap gampang dan segala koreksi dianggapnya mengada ada dan mencari-cari kesalahannya, dan ia tidak perduli.

Padahal sudah banyak contoh bahwa orang yang tidak mengerti dan menjalankan proses BENAR SEJAK AWAL mengakibatkan kebangkrutan (contoh kasusnya silahkan googling sendiri ya….)

Jalankan Proses Benar Sejak Awal dengan Benar

Ingin merasakan akibat dari mengabaikan BENAR SEJAK AWAL?

loading...

Coba anda mandi dengan proses yang TIDAK BENAR SEJAK AWAL, semua orang kalau mandi harus diawali dengan buka baju dulu, tapi bila anda langsung menyiram air dan memakai sabun, pasti hasilnya amburadul…!

Kalau bahlul pasti berkata: ah itu masalah teknis, yang penting setiap orang melihat saya masuk kamar mandi dan sudah mandi...

Susah bukan kalau anda bekerja bersama bahlul? Semua akan menjadi berantakan dan dia tidak perduli karena menganggap kerjanya sudah selesai.

Pastikan proses benar sejak awal di usaha anda atau tempat anda bekerja berjalan dengan baik.

loading...

Tidak ada satu produk yang hasilnya baik apabila proses benar sejak awal tidak djalankan.

Semoga bermanfaat.

Baca juga: Hasil Korupsi dan Nepotisme itu Kutuk bukan Berkat!

God bless you, God bless Indonesia.
@shtobing

Add a Comment