Bacaan dan Renungan Firman TUHAN 7 Jan 2021

Firman Tuhan hari ini berdasarkan “Revised Common Lectionary Sundays and Special Days Calendar” terambil dari 1 Samuel 3:1-21 dan Kisah Para Rasul 9:10-19

1 Samuel 3:1-21

Alkitab Firman TUHAN

1 Samuel yang muda itu menjadi pelayan TUHAN di bawah pengawasan Eli. Pada masa itu firman TUHAN jarang; penglihatan-penglihatanpun tidak sering. 2 Pada suatu hari Eli, yang matanya mulai kabur dan tidak dapat melihat dengan baik, sedang berbaring di tempat tidurnya. 3 Lampu rumah Allah belum lagi padam. Samuel telah tidur di dalam bait suci TUHAN, tempat tabut Allah.

4 Lalu TUHAN memanggil: “Samuel! Samuel!”, dan ia menjawab: “Ya, bapa.” 5 Lalu berlarilah ia kepada Eli, serta katanya: “Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?” Tetapi Eli berkata: “Aku tidak memanggil; tidurlah kembali.” Lalu pergilah ia tidur. 6 Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi. Samuelpun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta berkata: “Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?” Tetapi Eli berkata: “Aku tidak memanggil, anakku; tidurlah kembali.”

7 Samuel belum mengenal TUHAN; firman TUHAN belum pernah dinyatakan kepadanya. 8 Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi, untuk ketiga kalinya. Iapun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta katanya: “Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?” Lalu mengertilah Eli, bahwa Tuhanlah yang memanggil anak itu.

loading...

9 Sebab itu berkatalah Eli kepada Samuel: “Pergilah tidur dan apabila Ia memanggil engkau, katakanlah: Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar.” Maka pergilah Samuel dan tidurlah ia di tempat tidurnya.

10 Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: “Samuel! Samuel!” Dan Samuel menjawab: “Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar.” 11 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Ketahuilah, Aku akan melakukan sesuatu di Israel, sehingga setiap orang yang mendengarnya, akan bising kedua telinganya. 12 Pada waktu itu Aku akan menepati kepada Eli segala yang telah Kufirmankan tentang keluarganya, dari mula sampai akhir. 13 Sebab telah Kuberitahukan kepadanya, bahwa Aku akan menghukum keluarganya untuk selamanya karena dosa yang telah diketahuinya, yakni bahwa anak-anaknya telah menghujat Allah, tetapi ia tidak memarahi mereka! 14 Sebab itu Aku telah bersumpah kepada keluarga Eli, bahwa dosa keluarga Eli takkan dihapuskan dengan korban sembelihan atau dengan korban sajian untuk selamanya.”

15 Samuel tidur sampai pagi; kemudian dibukanya pintu rumah TUHAN. Samuel segan memberitahukan penglihatan itu kepada Eli.16 Tetapi Eli memanggil Samuel, katanya: “Samuel, anakku.” Jawab Samuel: “Ya, bapa.” 17 Kata Eli: “Apakah yang disampaikan-Nya kepadamu? Janganlah kausembunyikan kepadaku. Kiranya beginilah Allah menghukum engkau, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika engkau menyembunyikan sepatah katapun kepadaku dari apa yang disampaikan-Nya kepadamu itu.”

18 Lalu Samuel memberitahukan semuanya itu kepadanya dengan tidak menyembunyikan sesuatupun. Kemudian Eli berkata: “Dia TUHAN, biarlah diperbuat-Nya apa yang dipandang-Nya baik.”

loading...

19 Dan Samuel makin besar dan TUHAN menyertai dia dan tidak ada satupun dari firman-Nya itu yang dibiarkan-Nya gugur. 20 Maka tahulah seluruh Israel dari Dan sampai Bersyeba, bahwa kepada Samuel telah dipercayakan jabatan nabi TUHAN. 21 Dan TUHAN selanjutnya menampakkan diri di Silo, sebab Ia menyatakan diri di Silo kepada Samuel dengan perantaraan firman-Nya.

Kisah Para Rasul 9:10-19

10 Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: “Ananias!” Jawabnya: “Ini aku, Tuhan!” 11 Firman Tuhan: “Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa, 12 dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi.”

13 Jawab Ananias: “Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem.14 Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu.”

15 Tetapi firman Tuhan kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. 16 Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.”

17 Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: “Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus.”

18 Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis. 19 Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya. (9-19b) Saulus tinggal beberapa hari bersama-sama dengan murid-murid di Damsyik.

loading...

Renungan

Pernahkah anda mendengar panggilan TUHAN? Panggilan dengan suara lembut menyebutkan nama anda? Lalu ketika anda mendengar panggilan itu, apa yang anda pikirkan? Apakah anda pikir itu semua hanya sebuah mimpi atau khayalan semata?

Kalau anda menjawab tidak pernah, mungkin karena anda membayangkan bahwa panggilan TUHAN itu haruslah terdengar di telinga kita. Tidak begitu saudaraku, panggilan Tuhan Yang Maha Kuasa bisa jadi tidak terdengar di telinga namun jelas terdengar dalam pikiran kita.

Samuel ketika dipanggil oleh TUHAN masih belum pernah mendengar firman TUHAN, padahal ia hidup bersama dengan seorang nabi dan di tempat dimana Tabut Perjanjian berada, yang disebut oleh bangsa Israel Rumah Tuhan itu (1 Samuel 3:7). Sehingga jelas ia tidak mengerti siapa yang menyapanya, dan setelah Eli mengajarkannya, barulah ia menjawab panggilan TUHAN itu.

Sedangkan Ananias sebagaimana kita semua, sudah mengenal Tuhan Yesus dan tahu bahwa Tuhan melalui Roh Kudus ada bersama-sama dengan kita, oleh karena itu ia segera menjawab panggilanNya.

Dalam kehidupan selama ini, saya sangat yakin anda pasti pernah mendengar Suara TUHAN melalui Roh KudusNya itu. Oleh karena itu dengarkanlah baik-baik apa yang ingin TUHAN sampaikan.

Bagi kita yang belum terlibat dalam pelayanan baik di gereja, lingkungan tempat tinggal kita, keluarga maupun tempat kita beraktivitas (sekolah maupun tempat bekerja), jawablah panggilanNya sebagaimana Samuel dan Ananias menjawab “Ini aku TUHAN, berbicaralah sebab aku mendengar”.

loading...

Jangan sampai anda tidak menjawab panggilan itu, karena ituadalah kesempatan emas yang tidak dimiliki oleh semua orang. Tuhan memanggil dan memilih kita untuk menjalankan misiNya di dunia ini. Misinya kadang sangat tidak nyaman, karena menyangkut tugas yang tidak menyenangkan, sebagaimana Samuel harus menyampaikan hukuman Tuhan kepada keluarga Eli, dan Ananias yang harus menjadi perantara Tuhan untuk mencelikan mata Saulus (sang pembasmi orang percaya) yang buta itu.

Namun mengapa Tuhan memanggil kita untuk melakukan hal itu semua karena IA pecaya bahwa kita mampu melakukannya, dan IA pasti tidak akan meninggalkan kita. TUHAN pasti akan melengkapi kita dengan segala yang kita perlukan agar tugas yang IA berikan kepada kita dapat terlaksana dengan baik.

Ketika membaca dan mempelajari firman TUHAN ini saya teringat ketika masih muda dulu, sibuk dengan tugas-tugas sekolah dan bermain dengan teman-teman. Semua kegiatan yang mengasyikan itu membuat saya mengabaikan panggilan TUHAN.

Namun demikian selalu ada teman-teman saya, yang aktif melayani, mengingatkan saya untuk lebih mendekatkan diri kepada TUHAN. Akan teteapi bukannya mendengarkan, saya malah tersinggung dan menjauhi mereka.

loading...

Hal seperti itu kerap saya lakukan hingga ketika saya sudah bekerja dan berkeluarga, selalu banyak kesibukan dan kegiatan yang membuat saya lelah dan mengabaikan panggilan TUHAN. Dan setiap panggilan TUHAN itu datang dari para majelis, pendeta maupun pegiat gereja lainnya, saya selalu menolaknya dengan alasan kesibukan dan takut tidak dapat melayani dengan baik.

Akan teteapi ketika panggilan itu akhirnya saya dengar dan menerimanya, walau saat itu saya masih sangat sibuk berkarier, ternyata benar, TUHAN sendiri yang mengatur waktu pelayanan kita sehingga segala kesibukan lainnya masih bisa saya jalankan dengan baik. Dan yang lebih hebat lagi, dengan mudah saya bisa menilak dan menghindari semua perbuatan yang dapat mendatangkan dosa di setiap tugas pekerjaan dan aktivitas kita.

Ketika dengan membaca renungan ini anda sadar bahwa TUHAN sudah berkali-kali memanggil anda, jangan lagi mengabaikanNya. Jawablah sebagaimana Samuel dan Ananias lakukan, niscaya anda akan melihat bagaimana berita sukacita Tuhan mengalir kepada setiap orang, bukan karena jerih payah kita, namun karena karunia TUHAN yang memperlengkapi diri kita.

Mari, baca dan renungkan firman TUHAN agar kita dikuatkan dan mampu menjalankan peran yang IA tugaskan, yaitu menjadi alatNYA untuk menyampaikan berita sukacita dan keselamatan kepada seluruh uamt manusia.

God bless you, God bless Indonesia.

Klik untuk bacaan dan renungan firman TUHAN berdasarkan Leksionari

@shtobing

Add a Comment