Jadilah Cerdas! Cek dan Ricek!

Hallo pembaca sekalian, saat ini sangat sering kita menerima berita-berita yang tidak jelas kebenarannya, atau hanya sebagian saja informasi yang benar yang bertujuan untuk menggiring opini orang, dan tentunya untuk merugikan pihak tertentu dan secara langsung maupun tidak langsung, menguntungkan pihak lain.

Mudah Cari Informasi Kredibel, Tapi Yang Laku Hoax

Sebenarnya dengan banyaknya informasi yang kredibel yang sudah bisa akses lewat internet (dan free), maka dengan mudah kita dapat mengecek kebenaran suatu berita, atau sebuah opini (atau parahnya lagi sebuah fitnah) yang dibuat sedemikian rupa, kadangkala dengan menuliskan rujukan yang belum tentu benar juga.

Untuk memastikan suatu berita benar atau tidak, hanya perlu 2 hal:

  1. Kritisi dengan cerdas (tidak langsung percaya siapapun yang menulis, baca: Baju dan gaya ulama, tapi ternyata palsu!)
  2. Bersedia meluangkan waktu sedikit mencari informasi dari sumber yang kredibel

Kalau mencari berita dari sumber yang kredibel sangat mudah kan? Saya yakin yang membaca blog saya ini tahu caranya. Nah cara berpikir kritis bisa kita pelajari, salah satunya dengan hasil diskusi/pemikirian seseorang berikut:

loading...

BUMN Hutang dan Dijual

“ Babo udah dengar BUMN dijual ke china “ tanya nitizen “ belum “ “Ketinggalan berita “, “Bukan engga update berita tetapi itu pasti HOax “ “Loh itu bukan hoax”

“Kamu tahu, BUMN itu tidak bisa dilepas sahamnya kepada siapapun tanpa izin dari menteri BUMN dan menteri engga bisa izinkan tanpa ada persetujuan dari DPR. Dan dpr tidak bisa setujui bila tidak ada mata anggaran dalam UU APBN.”

“ Gimana kalau DPR dan pemerintah kerjasama menjual BUMN untuk kepentingan asing?
“ Tetap tidak bisa!. Pemerintah dan DPR itu kerja atas dasar UU. Kalau ada izin dari DPR menjual asset BUMN maka itu sudah masuk dalam APBN. Dan APBN pun tidak bisa menjadikan penjualan asset sebagai penerimaan kecuali negara dalam keadaan darurat seperti dulu menjual Indosat. Saat sekarang kita kan engga dalam keadaan darurat. “

“Kalau utang dengan jaminan Asset BUMN? “Sama saja. Kalau BUMN berhutang dengan syarat asset digadaikan maka harus izin pemegang saham atau pemerintah. Pemerintah tidak boleh memberikan izin bila tidak ada persetujuan DPR dan dpr tidak boleh setujui bila tidak ada dalam APBN program penjaminan hutang atas BUMN.“

loading...

Jaminannya Proyek Itu Sendiri

“ Jadi kalau selama ini BUMN hutang apa jaminannya ?
“ Ya proyek itu sendiri atau disebut non recourse loan. Kalau engga bisa bayar ya proyek itu dijual atau lepas kepada kreditur.”

“Makanya setiap BUMN menarik pinjaman untuk satu proyek maka mereka akan membentuk SPC atau special propose company yang tidak ada kaitannya dengan asset BUMN”

“ Memang ada yang mau kasih pinjaman tanpa jaminan?
“ BUMN itu bukan kita, yang kalau pinjam harus gadaikan harta. BUMN itu di kelola oleh orang yang punya pengalaman dan reputasi hebat. Makanya mereka digaji besar. “

Bayar Dari Pendapatan Proyek Itu (Setelah Operasional)

“tanya lagi babo” “ Silahkan”
“ jadi kalau china kasih kita pinjaman itu tidak dijamin negara ?
“ Ya tidak dijamin negara. Itu proyek murni B2B. “

“ Bayar nya gimana ?
“ Ya dari pendapatan usaha proyek itu sendiri”
“ Kalau engga ada pendapatan atau rugi? Gimana ?
“ Ya sabar tunggu sampai engga rugi”

“ Kok china mau? Bego amat”
“ mana ada orang punya duit bego. Yang bego itu ya ente yang nyinyir. Tidak tahu apa apa merasa tahu segala galanya.

loading...

Baca juga: Ayo….Jadilah Cerdas (1)

Apakah anda memperoleh ide untuk mengkirtisi berita dari tulisan di atas?

Latihlah setiap kita menerima berita apapun, niscaya kecerdasan kita akan meningkat drastis. Jangan lupa untuk mengajarkan ke sanak saudara dan rekan anda.

Semoga bermanfaat.
God bless you, God bless Indonesia

@shtobing

Add a Comment