Waspada Trik-Trik Politik

Hallo para pembaca sekalian, melihat perkembangan perpolitikan sekarang, bukan hanya di Indonesia loh, tetapi juga di negara lain.

Yang saya ingat ketika Obama membawa istlah CHANGE (perubahan) dan dengan style yang berbeda ia hadir dan menjadi idola, sehingga saat itu adalah saat dimana sebagian besar bangsa Amerika bersedia memberikan suara mereka, untuk mengusung Obama tentunya.

Popularitas Dirusak dengan Trik Politik

Kemudian dengan singkat kita bergerak ke masa menjelang pemilihan presiden 2014, saat itu saya yakin sebagian besar politikus tradisional tidak percaya bahwa Jokowi bisa menjadi presiden.

Ya, Jokowi di tengah-tengah tokoh-tokoh yang sudah sangat terkenal, bahkan tokoh-tokoh itu sangat dicintai oleh partai-partai pendukungnya, dapat membuat semua membuat semua tokoh tersebut bertekuk lutut dan mendorong rakyat mendukung mayoritas memilih Jokowi menjadi presiden di tahun 2014.

loading...

Sebagian orang melihat bahwa rakyat, baik di Amerika tadi dan di Indonesia, sekarang sudah melek dan tahu siapa sebenarnya yang mereka harapkan untuk menjadi presiden, dan membawa negaranya menjadi lebih baik. Rakyat yang semakin cerdas pasti mampu melihat itu.

Orang Cerdas Tidak Suka Trik Politik

Selain itu, rakyat yang cerdas juga tidak menyukai trik-trik politik yang kotor, contohnya dari dulu rakyat Indonesia sudah diingatkan hati-hati dengan serangan fajar (gerakan orang-orang untuk mempengaruhi suara pemilih pagi-pagi menjelang pemungutan suara), baik dengan uang maupun dengan cara lain.

Bahkan periode pemilihan sebelum tahun 2014, ada sebuah cerita, di sebuah kampung ada seorang calon legislatif yang sebelum pemilihan menyumbang Conblock untuk jalanan di kampung itu, dan ternyata dia tidak memperoleh kursi legislatif (suara tidak cukup), maka beberapa hari kemudian sang calon mengambil kembali semua Conblock “sumbangan”nya itu.

Ketika ada serangan fajar, yaitu bagi-bagi sembako ketika pemilihan kedua Gubernur DKI tahun lalu, saya tertawa dan dengan lantang saya bilang “bodoh” bagi yang membagi-bagikan sembako itu.

loading...

Dan benar kemudian beredar berita yang sangat negatif untuk para pendukung Ahok Djarot, karena yang membagi-bagikan sembako menggunakan atribut pendukung mereka.

Apalagi ada informasi tentang gudang sembako yang akan dibagi-bagikan itu, semakin merusak dan saya sangat percaya kalau akibat berita itu sebagian suara Ahok Djarot menjadi berkurang.

Trik Politik: Putar Balikan Fakta!

Pembagian sembako di kasus pilkada DKI itu kalau dilakukan oleh pendukung Ahok Djarot, bagi saya adalah manuver yang sangat bodoh dan pasti akan berdampak negatif. Tetapi bagaimana kalau itu dilakukan oleh pihak lain yang memang menginginkan kekalahan Ahok Djarot?

Pihak lain di sini bukan hanya lawannya saat itu, tetapi pihak lain (bisa jadi pihak yang katanya mendukung Ahok Djarot, atau pihak yang tidak mendukung ke dua pasangan) yang tidak menginginkan Ahok Djarot memimpin Jakarta kembali.

Itulah yang saya maksud salah satu trik politik (masa kini), melakukan tindakan yang tidak disukai rakyat dengan mengatasnamakan orang yang ingin dijatuhkan!

Tirk-trik politik bisa banyak lagi, yang jelas segala sesuatu yang TIDAK POPULER, TIDAK DISUKAI RAKYAT INDONESIA, TIDAK DISUKAI ORANG BERPENDIDIKAN itu semua bisa digunakan untuk menjatuhkan lawan.

loading...

Contohnya seperti serangan fajar dan bagi-bagi sembako tadi, atau pengurus partai lawan yang pindah bisa membuat pendukung menjadi gerah dan pergi. Musuh yang dimasukan ke dalam tubuh partai oleh partai lawan, dan musuh tersebut sering mengeluarkan ucapan-ucapan konyol yang kontra produktif.

Trik Playing Victim

Bahkan orang-orang yang menyoraki lawan politik di acara-acara resmi (yang bisa jadi dipersiapkan karena akibatnya yang disoraki yang dapat keuntungan) bahkan upaya-upaya “playing victim” lain yang mengakibatkan rakyat memihak pada korban.

Baca juga: Tidak ada teman atau lawan abadi di politik!

Himbauan saya kepada siapapun agar berhati-hati menghadapi trik-trik politik itu, jangan senang dulu melihat ada orang disoraki di even-even resmi atau perayaan hari besar (ketika membaca berita itu kemarin, saya langsung mengkritik orang yang menyoraki, walaupun saya 100% juga tidak suka pada orang yang disoraki itu!)

Sebab itu membuat orang tersebut jadi beruntung, karena ia dikasihani oleh orang positif lainnya (tentunya dengan kalimat-kalimat cercaan dari pendukungnya).

Jadi kalau ada persitwa-peristiwa seperti di atas, jangan senang, tetapi saran saya anda segera mengklarifikasi, melarang pendukung anda melakukan hal-hal di atas.

loading...

Kalau perlu segera meminta maaf pada orang yang disoraki itu. Jangan diam, karena kalau anda diam malah itu akan kontra produktif bagi anda dan orang yang anda dukung.

Jadi hati-hati dengan trik-trik politik yang bisa dibolak balik mempermainkan hati dan pikiran pemilih, yang jelas segala sesuatu yang negatif, atau ucapan-ucapan tidak berpendidikan (tanpa data) atau emosional tidak populer lagi di jaman now!

Marilah bangsa Indonesia, semakin maju dan cerdas dalam berpolitik supaya orang yang pantas benar-benar terpilih. Jangan terjebak dan jatuh dalam trik-trik politik.

Baca juga:
1. Cebong dan Kampret itu sama lo…
2. Berlatih tidak emosi menanggapi berita di Media Sosial!
3. Hati-hati jangan tertipu dengan penampilan!

loading...

Semoga bermanfaat.
GOD BLESS YOU GOD BLESS INDONESIA
@shtobing

Add a Comment