Politik Berdasarkan Agama? Siapa Takut?

Hallo pembaca semua…saat ini banyak beredar berita seolah-olah ada yang tidak suka politik dicampur adukan dengan agama.

Kalau bagi saya politik ya memang harus didasari agama, jangan sampai tidak, karena dengan cara ini setiap politikus akan takut kepada TUHAN Yang Maha Esa.

Sehingga siapapun yang terpilih mewakili rakyat, atau menjalankan amanah rakyat, benar-benar menjalankannya dengan sungguh-sungguh karena sadar bahwa TUHAN memonitor langsung tingkah laku mereka (para politikus itu).

Nah kalau itu terjadi kan enak bangsa kita rakyat Indonesia, tidak perlu ada KPK semua berkerja dengan jujur karena tahu bahwa TUHAN tidak bisa diakali. Pasti Rakyat Indonesia, dengan kekayaan alam negara yang luar biasa, akan menjadi salah satu bangsa termakmur.

loading...

Yang jadi masalah saat ini, kalau menurut pandangan saya, banyak sekali politikus yang menggunakan agama untuk menjatuhkan lawan politiknya.

Jadi bukan menggunakan agama (dalam berpolitik) untuk mensejahterakan rakyat Indonesia, tetapi hanya semata-mata untuk berkuasa.

Nah kalau sudah berkuasa seperti itu apa jadinya? Apakah mereka benar-benar takut akan TUHAN dan mensejaterahkan Rakyat Indonesia? Jawabannya: GAK JELAS COI!

Politikus-politikus seperti itu biasanya akan didukung olah pemuka agama yang saya rasa tidak takut pada TUHAN, karena mereka hanya menggunakan ayat-ayat Kitab Suci untuk menjatuhkan orang lain dan untuk memenangkan politikus yang mereka dukung.

loading...

Dengan beraninya mereka mengatasnamakan TUHAN, untuk membuat umat percaya bahwa perkataannya itu benar dan harus diikuti.

Semoga bangsa Indonesia semakin belajar, bahwa sangat banyak orang yang berpakaian ulama, tetapi seperti musang (bahkan srigala) berbuluh domba, hal itu sudah disampaikan oleh TUHAN melalui Alkitab, berikut beberapa ayat yang saya kutip:

Matius 7:15 “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu 1, yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.

Yeremia 5:31 “Para nabi bernubuat palsu dan para imam mengajar dengan sewenang-wenang, dan umat-Ku menyukai yang demikian! Tetapi apakah yang akan kamu perbuat, apabila datang kesudahannya?”

loading...

2 Petrus 2:1 “Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.”

Salah satu ciri nabi atau imam palsu adalah, dari mulut dan lidah mereka mengeluarkan kata-kata cacian, fitnah, dan kebohongan yang keji sama seperti mereka menyatakan berkat.

loading...

Karena itu tanda-tanda kepalsuan sebagaimana yang ditulis dalam Yakobus 3:9-12 “(9) Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, (10) dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi. (11) Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama? (12) Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara? Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar.

Jadi semakin bijaklah bangsa Indonesia, hati-hati memilih dan menjadi murid, jangan percaya begitu saja kepada orang yang tampil seperti nabi dan imam! Baca juga: Kenali Ular yang Diperalat Iblis dan Awas politik adu domba!

Jadi agama menjadi dasar politik saya sangat setuju, tapi pastikan pemuka agama yang berbicara adalah PEMUKA AGAMA ASLI bukan POLITIKUS!
Baca juga: Apa Bedanya Kampanye Politik dan Iklan Komersil? dan Awas hati-hati anda diperalat oleh politikus!

Semoga bermanfaat!
God bless you, God bless Indonesia.
@shtobing

Add a Comment