Jangan Tunda Segera Transfer Risiko Anda!

Hallo anda yang ada di sana, apakah anda sudah melakukan pengelolaan risiko (Management Risiko) dengan baik?

Saat ini pengetahuan dan penerapan Risk Management yang baik adalah suatu kewajiban bagi seluruh pihak, terutama pihak yang dipercaya/ditugaskan mengelola suatu perusahaan (entitas), dan termasuk yang mengelola Negara ataupun daerah (pemerintah pusat dan pemerintah daerah).

Pengetahuan dan kemampuan menerapkan manajemen risiko yang baik akan membuat kita mampu mengantisipasi dan mengendalikan risiko, sehingga dampaknya pun dapat kita antisipasi dengan baik.

Amati dengan seksama, hindari
risiko yang tidak bisa dikendalikan!

Salah contoh manajemen risiko yang baik adalah terkait dengan risiko kebakaran pada suatu gedung.

Hasil identifikasi risiko yang ada terhadap gedung tersebut, salah satu contohnya risiko yang paling besar adalah risiko kebakaran, membuat kita mampu dengan baik membuat perencanaan dan tindakan pencegahan terjadinya kebakaran.

Berbagai peralatan pemadaman kebarakn juga kita siapkan dan maintain dengan baik, sehingga apabila terjadi kebarakan pada saaat api masih kecil dapat segera kita padamkan.

loading...

Pelatihan menghadapi kebakaran untuk setiap orang yang ada di bangunan tersebut juga harus kita lakukan, termasuk pelatihan evakuasi dan menentukan TITIK KUMPUL (yaitu lokasi yang aman jauh dari risiko kebakaran bangunan) bagi setiap insan yang ada di gedung tersebut.

Kebakaran tetap dapat terjadi, entah dari dalam maupun dari luar gedung. Terjadi bisa karena orang-orang yang tidak bertanggungjawab atau orang-orang yang ceroboh, atau antisipasi (metode pencegahan) yang sudah dipersiapkan ternyata tidak mampu menghentikan kebakaran.

Akibatnya kerugian financial yang sangat besar, senilai gedung dan peralatan, tetap dapat terjadi. Untuk itu diperlukan pengalihan risiko kepada perusahaan Asuransi.

Pastikan anda memilih perusahaan Asuransi yang sehat, bukan perusahaan Asuransi yang paling murah! Perusahaan Asuransi premi murah pasti murahan, tidak bonafid dan pada suatu saat Asuransi sejenis itu tidak mampu membayar klaim dengan baik (gagal bayar).

Kembali kepada alinea di atas, dimana kita masih perlu Asuransi untuk menyerap unexpected loss karena unpredictable accident, hal itu adalah wajar, karena sehebat apapun perencanaan kita mengendalikan risiko tetap ada waktu dimana risiko tidak berhasil dikendalikan, atau upaya pengendalian tidak berjalan dengan maksimal.

Sehingga diperlukan Asuransi, tentu harus membayar premi, tetapi karena tariff premi adalah dalam per-mil, maka premi Asuransi yang dibebankan kepada anda sangat tidak berarti dibandingkan dengan nilai gedung dimaksud.

loading...

Asuransi adalah bagian dari manajemen risiko, dengan adanya transfer risiko kepada perusahaan Asuransi maka manajemen risiko akan semakin maksimal.

Begitu juga risiko-risiko lainnya, banjir, gempa bumi, perbuatan jahat orang lain. Huru-hara, tanah longsor, gunung meletus, kejatuhan pesawat terbang, kebakaran hutan dan banyak lagi, dapat ditransfer ke perusahaan Asuransi.

Oleh karena itu lakukan manajemen risiko yang terbaik hingga sebagian risiko yang masih akan terjadi anda pindahkan ke perusahaan Asuransi.

Dan selalu ingat, lakukan menajemen risiko yang terbaik dalam memilih perusahaan Asuransi, pastikan keuangan perusahaan Asuransi itu sehat, periksa langsung melalui laporan keuangan mereka atau melalui otoritas!

Ingat jangan sampai perusahaan Asuransi yang ada pilih gagal bayar dan anda gigit jari.

Semoga bermanfaat, God bless you, God bless Indonesia.

@shtobing

Add a Comment