Jangan Anggap Remeh Risiko KoronaVirus Covid19

Hallo para pembaca sekalian, kembali kita melihat banyak orang Indonesia yang anggap remeh, “under estimate”, pada risiko sakit hingga mati akibat KoronaVirus covid19.

Mereka dengan entengnya mengatakan, kalau di rumah saja saya tidak makan dan mati kelaparan, jadi lebih baik saya keluar mencari nafkah di dan mati terinfeksi covid19 daripada kelaparan.

Tetap di rumah, jangan sok jagoan melanggar protokol koronavirus covdi19

Sebagian lagi, yang keluar rumah dan tidak menjalankan protokol keselamatan, antara lain tidak menggunakan masker (dengan benar), tidak menjaga jarak dan tidak menjaga kebersihan.

Ketika ditanyakan, dengan entengnya mereka berkata “hanya orang yang bedosa saja yang akan tertular covid19”.

Bahkan ada yang dengan arogannya berkata: “kalau kita berdoa pasti kita tidak akan tertular covid19. Yang tertular itu pasti tidak berdoa”.

Suatu jawaban yang keterlaluan, menjadikan Tuhan sebagai bumper. Kalau sampai sakit juga, berarti sudah kehendak Tuhan, atau salahnya Tuhan?. Wow sungguh orang-orang yang sangat beriman.

loading...

Untuk kategori yang kedua, orang-orang yang merasa dirinya beriman sehingga berani menghakimi orang lain. Saya hanya berkata, pelajari lagi agama anda dengan benar, lihat untuk apa Tuhan memberikan otak pada manusia.

Bagi Anda Semua Para Pelanggar, Mari Berpikir Waras.

Kalau orang-orang bebal seperti anda masih terus melanggar, maka pertumbuhan penderita covid19 akan sangat cepat.

Karena penularan tidak berhenti di kerumunan, tetapi berlanjut hingga rumah tempat anda tinggal.

Pertumbuhan yang cepat akan mengakibatkan banyak pasien yang harus dirawat. Anda tahu berapa kapasitas rumah sakit seluruh Indonesia? Total hanya sekitar 2900 (dua ribu sembilan ratus) RS.

Dan hanya sekitar 550 yang merupakan Rumah sakit Khusus (bukan hanya khusus penyakit akibat covid19 ya). Selanjutnya hanya 231 yang menjadi rujukan penanganan sakit akibat covid19.

loading...

Apabila kita melihat data jumlah tempat tidur rawat inap Rumah sakit Pertamina, hanya 366 tempat tidur (RSPP), dan kalau itu kita jadikan sebagai rata-rata kapasitas rumah sakit rujukan, hanya tersedia 84.500 tempat tidur.

Kalau semua kamar rumah sakit di Indonesia dipakai untuk penanganan covid19 (rasanya tidak mungkin), maka kapasitasnya hanya kira-kira 1.100.000.

Apakah anda sadar? kalau orang-orang bebal seperti anda yang nekat tertular covid19, terus menerus melanggar protokol keselamatan, pasti jumlah penderita akan melebihi 100.000

Berikut Referensi Luar Yang Terkait
loading…


Orang Bebal Juga Tidak Mau Sakit dan Mati

Orang-orang bebal seperti anda, pasti nangis juga kan kalau sakit? Pasti merintih dan memohon-mohon untuk dirawat dirumah sakit supaya sembuh.

Anda pasti akan teriak-teriak bila ternyata kapasitas rumah sakit tidak bisa menampung anda, walaupun hanya diletakan di lorong. Kemudian anda akan menjelek-jelekan pemerintah, padahal semua karena kebebalan anda sendiri.

Selanjutnya bagaimana kalau anda mati? Apakah anda tahu berapa kapasitas pemakaman di Indonesia? Anda dan keluarga anda mau dimakamkan di halaman? Pasti tetangga anda akan protes keberatan. Atau anda bersedia jenazah anda dikremasi, dibakar dan abunya dibuang ke laut?

Orang-orang bebal seperti anda, yang suka melanggar aturan, dan lagaknya seperti jagoan terhadap covid19, biasanya akan jadi orang yang paling keras suara rengekan dan tangisannya.

Nah kalau kalian memang bebal dan jagoan, sebaiknya kalian membuat pernyataan, rela tidak dirawat bila tertular covid19, dan jenazah relah dikremasi serta abunya dibuang ke laut. Anda bersedia?

Kalau anda tidak bersedia membuat pernyataan itu, ya sudah ikuti saja dengan tertib protokol kesehatan dan keselamatan dari penularan covid19. Jangan sok jagoan dan sesumbar anda kebal dari penularan covid19.

loading...
Bersama Kita Bisa Mengendalikan Covid19

Bagi anggota DPR/DPRD yang suka nyinyir ke pemrintah daerah dan pemerintah pusat, anda seharusnya ikut berperan menghimbau rakyat yang melanggar protokol kesehatan termasuk PSBB.

Anda kan dipilih rakyat, anda harus juga mendidik mereka agar berpikiran waras dan jernih. Kalau anda kerjanya mengganggu kerja pemerintah daerah dan pemerintah pusat, maka menurut saya anda sudah tidak amanah lagi.

Bagi anggota DPR/DPRD yang melihat rekannya nyinyir, jangan diidiamkan, tegor mereka, ingatkan. Tapi tegorannya private, lewat WA, jangan tegor melalui sosial media.

Mohon disampaikan tulisan ini kalau ada rekan atau saudara pembaca yang bebal, dan nekat melanggar protokol kesehatan dan keselamatan dari covid19.

Semoga surat ini dapat dibaca dan didengar oleh seluruh rakyat Indonesia, sehingga bersama-sama kita mengendalikan covid19. Pasti Bisa!

Baca juga: Hormati Perjuangan Pahlawan Kesehatan

God bless you, God bless Indonesia.

@shtobing

Add a Comment