Selamat Datang New Normal, Selamat Tinggal Abnormal

Banyak kebiasaan buruk yang biasa kita lakukan sebelum pandemi Covid19. Bahkan karena sudah terbiasa maka kita menyebut kebiasaan buruk tersebut sebagai hal yang normal, padahal mestinya disebut sebagai Abnormal.

Misalnya, selama ini penyakit flu dan batuk dianggap sepele, karena obatnya mudah didapat di semua toko dengan harga yang murah. Sehingga tidak aneh bila kita semua memiliki stok obat flu dan batuk di rumah. Baik yang berbentuk tablet maupun sirop.

Obat Flu dan Batuk Tersedia Di Mana-Mana

Dengan tersedianya obat-obat over the counter yang tidak memerlukan resep dokter tersebut, maka orang tidak takut terserang flu maupun batuk. Bila terasa gejala flu/batuk, segera minum obat tersebut lalu tidur dan keesokan harinya akan sembuh.

Bagi flu atau batuk yang lebih berat. Biasanya diindikasikan dengan tidak sembuh selama 3 (tiga) hari, atau belum tiga hari tetapi sudah demam,  dengan mudahnya kita pergi ke dokter puskesmas, bpjs atau dokter umum lainnya yang relatif terjangkau biaya konsultasinya. Lalu (kembali), biasanya akan diberikan obat yang relatif sama tetapi ditambahkan antibiotik.

loading...

Pengalaman saya, dengan bertemu dokter lalu diberikan obat serta antibiotik, beberapa hari kemudian biasanyanya flu dan batuk sudah sembuh.

Mitos: Semua Orang Mesti Pernah Sakit Flu atau Batuk

Abnormal

Kebiasaan tersebut berlangsung terus sehingga umumnya kita menganggap penyakit flu dan batuk adalah penyakit ringan.

Bahkan ada yang percaya bahwa dengan terkena flu ataupun batuk kita akan lebih kuat nantinya.

Jadi ada mitos: “kalau tidak pernah terkena flu dan batuk tubuh kita menjadi manja” sehingga gampang sakit berat.

loading...

Di awal merebaknya pandemi covid19, banyak yang membeli, dalam jumlah banyak, berbagai obat pereda flu dan batuk. Dengan pertimbangan kalau terkena flu dan batuk dapat segera diobati sehingga tidak perlu ke dokter. Karena kita semua sadar, bahwa dengan pergi ke dokter untuk konsultasi dan berobat, sangat berisiko tertular covid19 dari pasien yang datang ke dokter/klinik yang sama.

Bebas Flu/Batuk Sejak Menjalankan Protokol Kesehatan

Ternyata dengan menjalankan protokol kesehatan yang baik dan benar, obat flu dan batuk yang kita stok tidak terpakai. Sehingga ketika sebelum pandemi covic19 merebak, saya biasa membeli obat tablet flu 4 (empat) bungkus dan obat batuk sirup (herbal) 1 botol sedang (100 ml), sampai saat ini masih utuh.

Penyebabnya adalah:

  1. kita selalu menjalankan protokol kesehatan dengan baik, antara lain pakai masker, cuci tangan dengan sabun di air mengalir, mengindari menyentuh benda-benda apapun yang kita temui di luar sana (termasuk pintu, rel tangga, barang dagangan di toko, dan sebagainya), serta menghindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan.
  2. Bahkan saya membiasakan diri memakai masker di rumah ketika berkebun, mencuci mobil, merapihkan berbagai benda di rumah, termasuk perabot, buku-buku hingga pakaian. 
  3. Selain itu saya melakukan olah raga ringan di rumah, berjemur di panas matahari jam 8 pagi sekitar 15 menit dan segera kumur-kumur air garam bila merasa tenggorokan gatal.

Akibatnya sejak bulan Februari lalu hingga sekarang saya sama sekali tidak terkena flu atau batuk. Memperhatikan hal tersebut saya menjadi sadar bahwa mitos yang selama ini kita percaya, yaitu:

  1. Flu dan Batuk timbul karena cuaca buruk, musim hujan atau panas yang sangat kering
  2. Menderita penyakit flu dan batuk adalah hal biasa, tidak ada orang yang bisa menghindari
  3. Kalau tidak pernah terkena flu atau batuk badan rentan terhadap penyakit lain

Adalah salah dan mitos belaka, karena ternyata flu dan batuk bisa dicegah dengan menjalankan protokol kesehatan dengan baik. 

Pepatah Lama: Lebih Baik Mencegah Daripada Mengobati

Sebuah tulisan mengatakan kalau “terkena flu”tidak perlu minum obat flu, karena bisa sembuh sendiri dengan beberapa cara (Hellosehat.com). Namun Saya sarankan lebih baik kita mencegah terkena flu atau batuk, dan menjadikan upaya pencegahan tersebut sebagai kehidupan NORMAL kita yang baru (New Normal).

loading...

Jalankan New Normal, Yang Lalu adalah Abnormal

Segala kegiatan yang mengakibatkan kita terpapar flu atau batuk harus kita jadikan sebagai kegiatan abnormal! Di awal pandemi merebak saya pernah menulis di blog saya pribadi agar kita Jangan Mau Kembali Hidup Normal (Seperti Dulu). Intinya mengingatkan agar pola hidup kita yang dapat mengakibatkan kita sakit, termasuk kelelahan, berkumpul di tempat yang tidak sehat dan sebagainya harus di stop.

Kita semua dapat menghemat pembelian obat Flu dan Batuk dengan cara hidup kita yang baru, dan menjadikan pola hidup yang lalu, yang tanpa kita sadari mengabaikan kesehatan sebagai pola hidup ABNORMAL.

Jadi jangan pernah lagi kita mengatakan: “Nanti Kalau Pandemi Sudah Berhenti, Kita akan Kembali Hidup Normal”, menurut saya itu pemikiran yang salah. Seharusnya kita berkata: “Ternyata Selama ini Kita Hidup Abnormal Karena Tidak Menjaga Kesehatan Dengan Baik”.

Mari kita ingatkan semua orang yang kita kasihi, agar terus menjalankan pola hidup baru. Jaga kesehatan dengan baik, terus menjalankan protokol kesehatan, sehingga kita tidak sakit walaupun hanya flu dan batuk “biasa”.

Have a nice day.

God bless you, God bless Indonesia.

loading...
  • Tulisan ini telah saya muat di Kompasiana dengan judul yang sama (Baca)

@shtobing

Add a Comment