Padamkan Api Saat Masih Kecil!

Hallo anda yang di sana, anda yang saat ini bertugas untuk mencegah terjadinya kebakaran, apakah anda setuju dengan saya bahwa agar tidak terjadi kebakaran maka padamkan api saat masih kecil? Atau bersihkan bara api sekecil apapun saat masih mudah dikendalikan?

Saya yakin jawaban anda pasti ya, sependapat dengan saya. Bahkan sebenarnya anak kecil pun tahu, bahwa api itu saat kecil (ukurannya) adalah teman, tetapi ketika sudah besar maka setiap saat dia bisa menjadi lawan. Oleh karena itu padamkan api yang tidak berguna saat dia masih kecil.

Padamkan api saat masih kecil.

Benar, api itu ada yang berguna dan ada yang tidak berguna. Api besar yang berguna misalnya api yang digunakan untuk melebur logam, batu gamping dan sebagainya.

Api yang tidak berguna adalah api yang bisa setiap saat membakar apa saja yang ada di sekelilingnya, dan seringkali ia membakar barang-barang berharga, atau harta kita.

Karena sifat api yang mudah merambat ke media (yang bisa terbakar) di sekelilingnya, maka walaupun api itu berguna kita harus menyiapkan pembatas-pembatas (dinding) tahan api di sekitarnya. Apabila tidak bisa setiap saat ia merambat ke sekitar dan berubah dari (api) berguna menjadi tidak berguna, bahkan merusak!

Sebagaimana api, maka segala sesuatu yang tidak berguna dan suka merambat serta kemudian merusak, harus dikendalikan sejak ia kecil. Harus segera dipadamkan sampai tuntas.

loading...

Sedikit saja ia tersisa maka dengan mudah ia tumbuh kembali, membesar, dan merusak sekitarnya. Salah satu contoh adalah sel kanker, yang sifatnya merusak dan cepat menyebar ke sekujur badan kita.

Oleh karena itu, apabila hasil diagnosis terdapat sel kanker di tubuh kita, maka serendah apapun stadiumnya, harus segera dibasmi sampai tuntas.

Selain kanker, ajaran-ajaran jahat juga harus dipadamkan saat dia masih kecil. Jangan anggap remeh dengan ajaran jahat, apalagi mengabaikannya karena hanya terjadi di sebuah lingkungan kecil misalnya. Ajaran jahat, terutama yang terkait dengan ajaran-ajaran radikal, bisa dengan mudah menyebar kemana-mana sama dengan sel kanker.

Karena, sebagaimana radikal bebas (ilmu kimia) yang mudah sekali bergabung dengan molekul lain dan membentuk radikal bebas baru, maka begitu juga ajaran radikal.

Ajaran radikal terus dihembuskan oleh kaum radikal untuk membentuk kaum radikal lainnya. Dan sebagaimana kanker, yang memang muncul karena sel radikal di tubuh, yang merusak semua fungsi sel-sel tubuh, ajaran radikal akan merusak jiwa dan mental manusia, ia dengan mudah menjadi mahluk yang siap menghancurkan manusia lain.

Oleh karena itu, sebagaimana api dan sel kanker, ajaran radikal harus dihancurkan sejak mereka masih kecil. Jangan pernah menganggap remeh mereka.

loading...

Apalagi berbeda dengan api yang bisa kita batasi dengan benda yang tahan api, sehingga tidak merembet, ajaran radikal dilakukan oleh manusia dan didukung dengan teknologi. Jadi praktis tidak ada yang dapat membatasi gerakan para radikal untuk membentuk radikal baru, selain hancurkan mereka sejak mereka masih sedikit!

Bagaimana caranya apabila ternyata ajaran radikal sudah disebarkan? Dan sudah menjangkau cukup banyak manusia, apakah juga harus dihancurkan yang berarti akan menimbulkan banyak korban?

Menurut saya sebagaimana mengendalikan kanker di badan manusia, kadang untuk segala sesuatu yang sudah akut memang harus diamputasi. Untuk sementara sangat tidak nyaman, tetapi selanjutnya apabila para radikal sudah bersih negara menjadi aman.

Pilih mana, membiarkan kaum radikal semakin besar dan suatu saat akan menghancurkan negara, atau amputasi kaum radikal saat ini, terasa menyakitkan, dan banyak protes dari para pendukung radikal, tetapi negara selamat?

Ayo lakukan yang terbaik untuk menyelamatkan negara ini dari musuh yang menyerang dan menggerogoti dari dalam. Padamkan api saat masih kecil, bersihkan sel kanker saat masih sedikit, basmi kaum radikal saat mereka belum membentuk kelompok yang besar!

God bless you, God bless Indonesia.

@shtobing

Add a Comment