Normalisasi Sungai Harus Dilakukan! Tidak Ada Cara Lain!

Hallo anda yang ada di sana, dalam mengelola risiko (manajemen risiko) keberhasilannya bukanlah 100% menghilangkan risiko. Kalau 100% menghilangkan risiko maka yang harus anda lakukan adalah menghindar jauh-jauh dari risiko tersebut.

Contohnya supaya gedung milik anda tidak kebakaran, maka kalau berharap 100% terhindar dari risiko kebakaran, yang paling mudah adalah JANGAN MEMILIKI GEDUNG!

Normalisasi sungai

Ya, jangan memiliki gedung, karena kalau hanya menghilangkan semua sumber api di gedung, seperti sumber penerangan/listrik mapun alat pemanas/masak, atau peralatan listrik lainnya, kebakaran tetap dapat terjadi dari peneybab di luar bangunan (petir, tertabrak pesawat atau rambatan api dari tetangga, dan sebagainya).

Begitu juga risiko seperti banjir. Kalau anda pikir berbagai upaya yang dilakukan untuk mencegah banjir, termasuk normalisasi sungai disebut berhasil hanya apabila 100% area menjadi bebas banjir, maka anda perlu belajar tentang pengelolaan risiko (manajemen risiko) supaya anda mengerti.

Kalau anda sudah berpendidikan tinggi tetapi tidak mengerti manajemen risiko, berarti anda perlu menghubungi saya untuk belajar lagi.

Sekali lagi diingatkan bahwa manajemen risiko itu bukan menghilangkan risiko (100%), tetapi berbagai upaya untuk mengantisipasi sehingga risiko yang terjadi (dalam hal ini banjir) berdampak minimal.

loading...

Selain itu kita bisa menduga di daerah mana saja yang tetap akan terkena risiko banjir (dengan kerugian yang minimal tentunya), sehingga kita dapat melakukan berbagai upaya untuk menyediakan tempat pengungsian kepada daerah yang kebanjiran, bukan hanya disuruh tabah, sabar dan pasrah saja!

Normalisasi sungai
loading...

Pengendalian risiko banjir kota Jakarta bukan hanya menghimbau rakyat kota Bogor membuat sumur resapan atau membuat Dam di daerah Bogor, karena mau berapa banyak sumur resapan yang dibuat.

Perlu berapa banyak bangunan yang harus dihancurkan karena dibangun di daerah resapan air, atau mau berapa besar dam yang dibuat untuk menampung air, selalu akan ada suatu kondisi yang tidak terduga (unexpected or unpredictable) sehingga sumur resapan tidak mampu menampung air hujan di Bogor.

Begitu pula Dam yang dibuat tidak mampu menahan air, sehingga airnya tetap harus dialirkan ke Jakarta (kalau tidak dam bida jebol). Akibatnya kondisi ini (air berbondong-bondong ke Jakarta) tetap harus diantisipasi dengan normalisasi sungai, agar air yang dikirim tersebut bisa langsung mengalir ke laut.

Ingat karena curah hujan yang tinggi jangan harap lagi air dapat dimasukan ke tanah, pasti mustahil karena tanah sudah jenuh! Apakah anda mengerti tanah bisa jenuh? Kalau anda tidak mengerti maka anda perlu kembali ke SMP dan belajar lagi!

Normalisasi sungai

Harus selalu diingat bahwa tidak semua banjir adalah akibat kiriman air dari hulu (pegunungan), tetapi bila curah hujan tinggi dan berlangsung beberapa hari maka sudah pasti suatu daerah.

loading...

Contohnya Jakarta akan mengalami banjir walau di Bogor tidak hujan! Oleh karena itu normalisasi sungai, termasuk memindahkan orang-orang yang selama ini bermukim di pinggir sungai harus segera dilakukan!

Tujuannya untuk memitigasi banjir dan meminimalkan dampaknya, karena seperti saya tulis di atas mustahil menghilangkan 100%!Jadi siapapun anda, kalau anda menyatakan bahwa normalisasi yang pernah dilakan pemda DKI yang lalu, adalah gagal karena tetap ada banjir di daerah itu, maka anda harus berpikir lagi apakah anda pintar atau anda sedang bingung!

Buka hati dan pikiran anda, bayangkan kalau waktu itu Gubernur yang lalu tidak menggusur dan memaksakan normalisasi bantaran Ciliwung di sekitar Kampung Melayu, maka di daerah itu akan sangat banyak orang-orang yang menderita (bahkan korban jiwa) karena banjir Jakarta 01 Januari 2020 yang mengejutkan itu.

Semoga tulisan ini bermanfaat menyadarkan semua orang untuk mampu berpikir cerdas, dan melalukan pengelolaan risiko (manajemen risiko) dengan sebaik-baiknya dan mengendalikan risiko dengan baik! God bless you, God bless Indonesia.

@shtobing

Add a Comment