Ini Dia Bedanya Ulama Tulen dan Politikus Busuk

Hallo para pembaca dan para Ulama yang ada di sana…salam sejahtera.

Politikus Busuk itu Ular

Di suasana politik yang selalu menghangat, saya ingin menyampaikan pemikirian (opini) saya tentang perbedaan Ulama Tulen, dengan orang yang tampil sebagai Ulama padahal Politikus Busuk (karena memanfaatkan agama untuk menyudutkan lawan politiknya).

Kenali Ulama Anda

Saya Kristen maka Ulama yang saya tulis di sini adalah Ulama Kristen (bukan agama lain), yaitu Pendeta, Pastor, Imam, Majelis, Penginjil, Penatua, Pengajar Agama, Pekerja Gereja dan sebagainya.

Bagi pembaca yang beragama berbeda, coba perhatikan apakah ada orang yang anda sebut ulama yang teryata politikus busuk.

loading...

Tadinya saya ingin menulis perbedaan Ulama dan Politikus saja, tapi rasanya lebih tepat kalau saya tulis sebagai politikus busuk, karena hanya politikus busuk lah yang menghalalkan segala cara untuk memperoleh kemenangan.

Panas Gorengan Politik Praktis

Tulisan ini bertujuan untuk mengingatkan seluruh bangsa Indonesia, yang tergonjang-ganjing dengan suasana politik praktis. Parahnya bangsa kita ini bakal tergonjang-ganjing setiap tahun, karena setiap tahun akan ada pemilu (terutama Pilkada).

Kita tahu bahwa Pilkada walau terjadi di propinsi berbeda, tetapi karena majunya teknologi komunikasi maka terasa juga “panas”nya di dekat kita. Jadi “panasnya” terasa di seantero Indonesia.

Nah yang menurut saya dapat membuat gonjang-ganjing semakin kencang adalah terlibatnya seorang Ulama, atau beberapa Ulama sekaligus, bahkan Gereja.

loading...

Mendukung Yang Satu Menjatuhkan Yang Lain

Masih terbayang dipelupuk mata saya, bagaimana seorang pendeta dengan semangatnya mengaku mendengar suara TUHAN untuk kemenangan seseorang.

Kalau ada pendeta lain yang mengatakan hal yang sama, mendengar suara TUHAN, tapi memenangkan pasangan lain, lalu bagaimana dong? Suara Tuhan yang mana yang mereka dengar? Salah satu pasti bohong!.

Akibatnya membuat bingung Jemaat. Tuhan yang mana yang mereka dengar? Kalau akhirnya salah satu pendeta ternyata salah, dimana pasangan yang didukungnya kalah?

Bisa jadi kata-kata sang Pendeta dinilai bohong oleh Jemaat, karena tidak mungkin TUHAN berbohong bukan? Maka pasti kredibilitas sang pendeta jatuh terjerembab.

Dari gambaran singkat di atas saya rasa kita semua harus bisa membedakan, Ulama yang benar-benar Ulama (Ulama Tulen), atau seseorang yang mengaku Ulama supaya bisa menjalankan politik praktis dengan leluasa.

Sebenarnya dia bukan Ulama tetapi politikus busuk.

loading...

Membedakan Ulama Tulen atau Bukan

Caranya sederhana, sebenarnya semua dapat kita perhatikan dan simpulkan berdasarkan logika agama yang kita imani:

  1. Ulama tulen mengajarkan kasih TUHAN, jadi tidak mungkin dia membenci orang lain. Bila ada yang bergaya ulama tapi membenci dan menjelek-jelekan orang lain itu pasti bukan Ulama Asli!
  2. Ulama tulen harus berdiri di semua pihak, dan bertindak mendamaikan, kalau sukanya membuat panas (provokasi), itu bukan Ulama tapi provokator 🙂
  3. Ulama tulen memiliki hikmat Ilahi, sehingga mampu berbicara dengan bijaksana bahkan mampu mengendalikan emosi apapun yang dihadapi. Kalau tidak bijaksana, emosional bahkan asal ngomong saja berarti dia bukan Ulama
  4. Ulama tulen harus menjadi contoh dan menjalankan apa yang diucapkannya, atau yang dia ajarkan, atau yang dia kotbahkan dengan baik dan benar. Kalau ada yang mengaku Ulama, tapi hanya ngomong doang karena tingkah laku dan hidupnya tidak sesuai yang diucapkan, pasti dia bukan ulama tapi mungkin juru bicaranya politikus
  5. Ulama tulen adalah manusia yang berhikmat, sehingga mampu melihat siapa yang benar-benar berprestasi dan siapa yang tidak. Apabila ada yang mengaku ulama tapi sukanya menyudutkan bahkan memusuhi orang yang berprestasi, demi membela (memenangkan) orang lain, maka dia pasti bukan ulama
  6. Ulama tulen harus mampu memaafkan dengan tulus (bukan dengan negosiasi), sebagaimana yang diajarkan TUHAN, dan yang dia (sang Ulama) ajarkan ke Jemaat TUHAN. Hanya dengan memaafkan dia bisa merangkul umat lebih banyak lagi, kalau sukanya mendendam dan cemberut kepada orang lain, dia itu pasti bukan ulama
  7. Ulama tulen tidak boleh memelintir atau memanipulasi untuk kepentingannya atau teman-temannya, bahkan merugikan pihak lain. Orang yang melakukan itu kita sepakat mengatakan bahwa dia bukan ulama!
  8. dan lain sebagainya, yang jelas kita lihat saja dari kacamata dan ajaran agama, bagaimana seharusnya seorang Ulama tulen bersikap, kalau tidak sesuai pasti dia bukan Ulama Tulen!

Dari 8 hal di atas kita semua sudah dapat ide pemikiran saya, dan dengan mudah kita memisahkan Ulama gadungan itu dari kehidupan kita.

Dan kalau ada yang seperti itu dekat anda maka jangan takut untuk menegornya, percayalah anda yang menegor Ulama gadungan pasti akan diberkati TUHAN.

Ingat TUHAN juga tidak suka pada Ulama Palsu (Gadungan) yang membawa-bawa nama TUHAN untuk kepentingan pribadi.

Bagi Ulama gadungan yang saya uraikan di atas, mungkin saja anda punya surat peneguhan sebagai ulama, tetapi karena bertingkah sebagai politikus busuk (seperti tulisan di atas) maka anda termasuk “GADUNGAN”!

Ayo segera insaf dan bertobat!, kalau tidak, maka anda harus siap-siap menerima hukuman berat dari TUHAN, dan ingat bukan hanya anda yang merasakan efek hukumanNYA tetapi semua orang yang mendukung anda!

loading...

Baca juga:
1. Kenali Ular yang Diperalat Iblis
2. Sisi Gelapmu Gelap Banget
3. Buka Mata anda dan Lihatlah Siapa Dia!
4. Iblis pun ingin mengelabuhi TUHAN melalui Judas Iskariot

Semoga bermanfaat! Majulah bangsa Indonesia!
GBU
@shtobing

Add a Comment