HARI BURUH 2018 di JAKARTA

Halo pembaca semua…pasti saat ini sedang santai, karena hari ini adalah hari libur nasional yang diberikan untuk para buruh agar dapat memperingati hari buruh sedunia dengan leluasa. Selamat menikmati hari libur sambil membaca blog saya ini 🙂

Saya juga sedang santai, tetapi setelah melihat acara aksi buruh yang berada di depan istana, dengan berbagai atributnya yang khas, yaitu pengeras suara, dan disertai dengan politikus-politikus yang menjadi oposisi, maka membuat saya tergelitik untuk menulis pemikiran saya ini:

Rekan-rekan para buruh, di hari peringatan buruh sedunia hari ini saya lihat di berita sudah ada pernyataan tidak akan memilih presiden Indonesia saat ini untuk menjabat kembali, dan berarti mencari presiden baru.

Saya tidak tahu apakah itu merupakan sikap seluruh buruh anggota dari serikat tersebut, atau sikap dari pengurusnya saja. Karena bersamaan dengan hadirnya beberapa politikus yang terlibat, maka saya mengajak rekan-rekan sekalian untuk lebih “jeli dan kritis” tidak hanya menuruti emosi sehingga akan dimanfaatkan oleh para politikus.

loading...

Tentunya saat ini saya yakin semua buruh sudah melek huruf bahkan sudah sangat biasa menggunakan teknologi, jadi pastikan anda tidak terjerumus dan diperalat oleh politikus yang memperlakukan anda sebagaimana habis manis sepah dibuang!

Jadilah jeli dan kritis

  1. Kalau tidak memilih lagi presiden yang sekarang sedang memerintah, anda akan memilih siapa?
  2. Kalau sudah ada pilihan anda pastikan rekam jejaknya jelas, orang yang berprestasi dan tidak sekedar besar mulut saja dan tidak menggunakan data otentik (sekedar asumsi dan kata orang saja!)
  3. Orang yang hanya bisa mencerca adalah tipikal orang yang akan mencerca siapa saja yang jadi lawannya, dan memuji serta menjilat siapa saja yang menjadi temannya.
  4. Belajarnya menimbang-nimbang risiko bila ada penggantian presiden dengan calon yang anda pikirkan, apakah ada jaminan dia menjalankan roda pemerintahan lebih baik?
  5. Tanda tangan kontrak politik itu apa hukumnya bila tidak dipenuhi? Anda harus mengerti, suatu kontrak secara hukum bisa tidak dijalankan karena “force mayor”, percayalah bahwa siapapun yang berkuasa dengan mudah membuat kondisi “force mayor” fiktif, dan anda tinggal gigit jari
  6. Minta pertanggungjawaban pengurus serikat pekerja atas penyampaikan pendapat yang mengatasnamakan anda. Kalau anda tidak sependapat, segera buat pernyataan, daripada suatu saat mereka merugikan anda
  7. Berdoalah pada TUHAN Ynag Maha Esa, mohon petunjuk agar anda dijauhkan dari para politikus busuk yang hanya memperalat anda

Saya yakin bahwa buruh di Indonesia sudah semakin pandai dan tidak pasrah saja diperalat dan kemudian dibuang oleh para politikus.

Baca juga: Orang sedang kerja yang sana banyak bicara! dan Jangan mau jadi korban hoax, apalagi ikut menyebarkan hoax!

Semoga bermanfaat
GBU
@shtobing

loading...

Add a Comment