Awas Fitnah Serangan Fajar!

Serangan Fajar

Hallo Bapak, Ibu dan Saudara Saudari sekalian, kita semua tahu politikus memiliki seribu akal dan teknik untuk dapat memenangkan hati pemilih.

Salah satu cara memenangkan hati adalah dengan membuat para pemilih tidak menyukai bahkan membenci lawan.

Sehingga suara untuk lawan akan turun, tidak masalah apakah para pemilih akan berpaling atau tidak, yang penting suara lawan turun dan kalah dalam perolehan suara.

Tujuan hanya asal menang dalam pemilu mengakibatkan tidak perlu perang program, tidak perlu memperlihatkan bahwa visi, misi dan rencana kerja mereka lebih baik dari lawan! Ya, yang penting lawan kalah. Titik.

loading...

Kita sudah melihat contoh pemilu yang menurut saya masuk kategori paling menunjukan rupa buruknya berdemokrasi, seperti yang terjadi di pilkada Jakarta beberapa waktu lalu, perlombaan politik identitas sangat kental dan tujuannya hanya menang! Program kerja tidak penting karena tetap bisa menang.

Prestasi tidak berguna karena dengan mudah akan dikalahkan! Yang penting para pemilih menjadi takut untuk memilih seseorang, segalanya dikerahkan hingga tempat-tempat yang seharusnya bebas dari politik praktis!

Para pemilih dibuat jadi bimbang dan mereka mungkin memberikan suaranya untuk memilih tetapi asal memilih saja agar disebut sebagai warga negara yang baik.

Sebagian malah memilih tidak memberikan suaranya karena takut salah atau takut berdosa, dan mereka dengan rasa pahit di dada menyebut diri mereka golongan putih.

loading...

Padahal di dalam demokrasi, tidak memilih atau abstain, berarti membuat pihak (manapun), menjadi lebih banyak suara dibanding pihak lain (anda tidak bisa lepas tangan atas hasil pemilu atau golongan putih).

Serangan fajar membuat lawan menjadi dibenci dapat terjadi menjelang pelaksanaan pemungutan suara, walaupun tidak ada lagi keriuhan kampanye pada masa hari tenang.

Caranya yaitu di beberapa hari menjelang pemungutan suara dan atribut-atribut kampanye sudah dimusnahkan, tetapi upaya membuat lawan dibenci oleh para pemilih tetap dapat dilakukan.

Cara yang saya duga dapat dilakukan adalah dengan fitnah, ya masa-masa sekarang (bukan hanya di Indonesia), fitnah itu dapat dengan mudah membuat rakyat “bergerak”, bahkan fitnah yang menjangkau rakyat akar rumput saat ini sangat mudah disebarkan dengan menggunakan media sosial. Dan dengan dukungan teknologi visual, baik foto maupun video, maka kebencian masa pemilih dapat dengan mudah diciptakan secara masal.

Baca: Hukum Penyebar Fitnah Seberat-Beratnya

Ingat fitnah bukan hanya tentang segala sesuatu yang terkait dengan kandidat yang akan dipilih, tetapi juga atas partai-partai pendukungnya.

loading...

Contoh fitnah atas kandidat yang akan dipilih atau partai pendukungnya misalnya selingkuh atau korupsi atau melakukan kegiatan yang tidak senonoh misalnya atau tindakan represi (kalau terkait pemerintah).

Atau tindakan yang tidak populer lainnya, misalnya bagi-bagi uang menjelang pemilu, atau bagi-bagi sembako atau berbagai kegiatan lainnya yang dinilai sebagai sogokan akan sangat dibenci oleh pemilih, sehingga bisa dipakai oleh pihak lawan untuk memfitnah lawannya.

Kalau dulu ada yang bilang, bila ditawari uang untuk memenangkan salah satu kandidat, terima saja uangnya, tapi coblos kandidat pilihan anda.

Sekarang bila ada yang menawarkan uang untuk memenangkan salah satu kandidat, maka segera foto dan videonya beredar menjadi viral dan membuat kandidat atau partai pendukungnya dibenci orang!

Anda bisa perkirakan hal-hal apa saja yang akan dibenci oleh pemilih, sehingga mereka urung memberikan suaranya untuk anda.

Oleh karena itu untuk memastikan fitnah tersebut tidak menimpa kandidat yang anda usung, atau partai di mana anda berada dan secara terbuka mendukung sang kandidat, maka anda dan partai anda harus mulai melakukan aktivitas, yang menunjukan bahwa partai anda atau team pemenangan kandidat yang anda usung tidak melakukan hal tersebut.

loading...

Aktivitas itu harus anda sosialisasikan ke seluruh rakyat melalui media sosial dan tempat-tempat lainnya yang strategis.

Contohnya segera umumkan secara masif, agar tidak ada seorangpun dari team pemenangan kandidat anda yang melakukan hal-hal yang dibenci pemilih, dibenci karena diduga sebagai upaya membeli suara.

Seperti bagi-bagi atau menjanjikan uang, sembako, jamuan makanan, parcel bahkan kegiatan sosial seperti beasiswa atau pengobatan gratis. Ayo segera umumkan secara masif supaya tidak terlambat.

Baca juga:
1. Kampanye itu sama dengan Iklan Komersil, yang penting orang membeli dulu, setelah itu urusan belakang!
2. Awas Politik Adu Domba

loading...

Semoga bermanfaat.
God bless you, God bless Indonesia
@shtobing

Add a Comment