MEMBUAT OPAK SINGKONG

Hari ini kami sedang kehabisan kerupuk.

Dua jenis kerupuk yang biasa kami stok di rumah habis, ada yang stok di pariknya kosong, dan ada yang karena penjual langganan kami pulang kampung.

Sebagai orang Batak asli seharusnya kami tidak bermasalah makan tanpa kerupuk, tetapi setelah puluhan tahun setiap makan ditemani kerupuk, jadi terasa ada yang kurang.

Membuat opak itu mudah
Opak model bebas buatan sendiri

saya coba mencari kerupuk sejenis via toko online, ternyata stoknya hanya tinggal 2 (dua) bungkus.

Kerupuk Alternatif

Kehabisan kerupuk membuat kami bernostalgia, salah satunya adalah kenangan masa kecil saya membuat opak singkong.

loading...

Opak singkong memang berbeda dengan kerupuk, tapi sama-sama kriuk dan enak buat teman makan.

Ketika saya kecil, masih SD kelas 4, ibu saya pernah membuat opak singkong, dan karena rasa ingin tahu saya mengikuti proses membuat opak yang ibu saya lakukan.

Setelah memperhatikan beberapa kali selanjutnya saya minta diajarkan, dan dengan senang hati ibu saya mengajarkan saya membuat opak.

Beberapa kali mencoba, selanjutnya walau saya masih kecil, saya sudah bisa membuat opak yang renyah dan meriah.

Membuat Opak di Sekolah

Pengalaman membuat opak itu kemudian saya praktekan ketika saya sudah sekolah menengah, waktu itu disebut SMP.

Ketika mengikuti pelajaran ketrampilan memasak, maka salah satu yang saya buat adalah opak singkong.

loading...

Opak singkong tersebut rupanya lumayan enak, sehingga disukai oleh teman-teman saya di sekolah.

Walau keterampilan membuat opak singkong tidak saya manfaatkan sebagai bisnis, tetapi pengalaman itu membuat saya yakin bisa membuat opak singkong lagi, karena memang prosesnya tidaklah sulit.

Saya sampaikan ke istri saya, rupanya istri saya tertarik karena memang dia suka opak singkong.

Istri saya suka opak singkong sehingga beberapa kali dia membeli opak singkong di pinggir jalan, dan langsung menikmatinya.

Bahan Baku

Untuk membuat opak singkong sudah pasti kita butuh singkong, hari ini saya beli 1 kilogram saja.

Singkong yang saya beli adalah singkong putih, bukan singkong kuning, karena belum pernah membuat opak dengan singkong kuning.

Lalu bumbu-bumbunya sederhana saja, ketumbar secukupnya (dihaluskan), penyedap masakan, garam secukupnya, bawang daun secukupnya (diiris kecil-kecil).

Adonan, Bersih Pangkal Sehat
loading...
Proses Pembuatan

Singkong dikupas dan dicuci lalu saya rendam dengan air (mentah) supaya benar-benar bersih, dan zat linamarin larut ke air tidak sempat teroksidasi menjadi sianida. Tips menghilangkanRacun Sianida

Sianida yang dihasilkan memang tidak besar, sehingga badan bisa menetralisirnya. Tetapi untuk berjaga-jaga, sebaiknya kita merendam beberapa saat singkong yang baru dikupas.

Setelah itu singkong saya parut. Awal memarutnya tidak susah, tapi karena tidak biasa akhirnya terasa lelah juga 🙂

loading...
saat baru dikukus masih berwarna putih

Setelah itu semua bumbu-bumbu saya campurkan ke singkong yang sudah diparut, aduk rata dan siap untuk dikukus.

Prosesnya saya buat sederhana saja, yaitu adonan parutan singkong dikukus di tutup panci (lihat gambar).

Waktu pengukusan tidak lama, cukup sampai adonan singkong berubah warna dari putih menjadi bening.

Sebenarnya ada proses membuat opak lainnya, yaitu seluruh adonan langsung dikukus, dan setelah berubah wana baru dibentuk dan dijemur.

Lepaskan dari Tutup Panci
Opak Siap Dikeringkan dan Dinikmati

Semua proses berjalan tidak lama, dari memarut singkong 1 kg hingga membuat opak, saya hanya perlu waktu 1 jam.

Tidak lama, tetapi ternyata lelah juga. Maklum selama ini kerjanya di kantor.

Hasilnya memang tidak banyak, kira-kira hanya 2 tampah.

Bentuknya pun beragam, sesuai selera saya, toh opak ini nanti untuk saya makan sendiri.

Seluruh adonan singkong sudah jadi opak, tinggal dikeringkan dan digoreng.

Sudah terbayang suara renyahnya ketika digigit, kriuk kriuk kriuk.

Melakukan Hal Baru
Siap Dikeringkang dan Goreng

Dengan membuat opak singkong, hari ini saya sudah melakukan hal yang baru, sekaligus mengerjakannya bersama keluarga saya.

Dan semua proses dibantu juga oleh istri dan anak saya, ada yang menggerus ketumbar, memotong bawang daun, dan membantu melepaskan opak dari tutup panci dan menyusuknya di tampah.

Memang terasa melelahkan membersihkan singkong, memarut, berdiri dan memeriksa kematangan opak.

Begitu juga suhu kompor dan air mendidih yang menerpa muka saya, terasa panas, tetapi saya rasakan enjoy saja.

Mungkin hal ini bisa pembaca lakukan di rumah, untuk membuang kejenuhan selama self quarantine ini.

Saya juga sudah merencanakan hal baru lainnya, yaitu membuat kerupuk bawang. Oleh karena itu ketika belanja singkong, saya juga telah membeli bahan-bahan untuk membut kerupuk bawang. Kalau berhasil selanjutnya saya kan membuat kerupuk tenggiri, asyik kan?

Semogah berbagai hal baru yang kita lakukan bisa membuat diri kita tetap fresh dan sehat, tidak jenuh dan stress..

Semoga Bermanfaat

Semoga apa yang saya tuliskan ini dapat menginspirasi anda semua, dan kita masing-masing mencari cara untuk melakukan hal-hal yang baru.

Silahkan baca juga: Mau Tetap Sehat? Yuk Belajar Bernyanyi

God bless you, God bless Indonesia.

@shtobing

Add a Comment