Paksa Diri Anda Menabung Untuk Beli Rumah

Hallo para pembaca, apakah anda sudah punya tabungan untuk membeli rumah? Atau kalau anda sudah punya rumah, apakah anda sudah punya tabungan untuk renovasi rumah? Kalau selama ini anda hanya berencana menabung tapi tidak terlaksana juga, maka anda harus MEMAKSA diri anda! Atau anda mungkin perlu orang yang memaksa anda menabung!

Tulisan ini mungkin bisa membuat anda terpacu untuk menabung, atau siap untuk dipaksa menabung. Semua itu karena beberapa waktu lalu di group whatsapp kantor, ramai dengan pelaksanaan TAPERA (Tabungan Perumahan Rakyat) dengan PP (Peraturan Pemerintah)nya, no. 25 Tahun 2020, sudah ditandatangani presiden.

Dipaksa Menabung

Tujuan dari program ini adalah baik, yaitu memaksa para pekerja, untuk menabung sebesar 2,5% dari gajinya. Perusahaan akan menambahkan sebesar 0,5% sehingga total 3% akan ditabung setiap bulan.

Tapera itu bagus, memaksa kita punya Tabungan bukan potongan untuk beli rumah

Dana akan dikelola oleh BP Tapera, dan setelah minimal kepesertaan selama 12 bulan, peserta dapat mulai memanfaatkan dana tersebut. Dengan keterngan bahwa untuk mendapatkan pembiayaan perumahan, peserta harus memenuhi sejumlah persyaratan, yaitu (baca Kompas):

  1. Mempunyai masa kepesertaan paling singkat 12 bulan
  2. Termasuk golongan masyarakat berpenghasilan rendah
  3. Belum memiliki rumah
  4. Menggunakannya untuk pembiayaan pemilikan rumah pertama, pembangunan rumah pertama, atau perbaikan rumah pertama

Jadi jelas tujuan dan manfaatnya yang saya nilai adalah baik, karena pengaaman saya, apabila tidak dipaksa menabung, para karyawan akan menghabiskan uangnya untuk hal-hal yang bukan kebutuhan pokok (sandang, Pangan, Papan).

loading...

Nominal Potongan Sangat Kecil, Dan Tidak Hilang

Gaji yang dipotong tidaklah besar, hanya 2,5%, atau kalau gaji pokok sebsar Rp. 5.000.000,- jumlah nominal yang dipotong hanya Rp. 150.000,- setiap bulannya. Dan dana tersebut tidak hilang, bahkan akan dikelola, tentunya akan ada interest dari hasil investasi, jadi malah berkembang.

Pengelolaan akan seperti BPJS ketenagakerjaan, tentunya dengan beberapa modifikasi agar sesuai dengan tujuan dari Tapera tersebut. Sementara Rp.150.000,- bagi karyawan yang berpenghasilan Rp. 5.000.000,- mungin akan habis hanya untuk membeli 3 (tiga) gelas kopi ternama.

Negatif dan Provokatif

Jadi sebenarnya jumlah yang dipotong tidak akan “terasa”, tetapi dasar sudah banyak orang Indonesia yang terkontaminasi pikiran negatif, maka cukup banyak yang berkomentar miring, dan yang parah tanpa mau membaca dan mencari informasi lengkap, mereka sudah komentar yang cukup memprovokasi, antara lain:

  • “Hadeuh potongan lagi, potongan lagi”
  • “Untuk siapa sih perumahannya? Apa untuk dana subsidi?”
  • “Kondisi seperti sekarang masih saja gaji dipotong”
  • “Pemerintah memeang mau enaknya aja, main potong gaji orang”
  • “Potongan melulu ya!?”

Yang parah ada Media yang menulis judul “Ini Dia Aturan Tapera yang Bakal Pangkas Gaji Anda Semua”. Bayangkan permainan kata seperti ini menurut saya bisa membuat orang resah, karena umumnya orang Indonesia suka baca judul. Kemudian dari judul yang dibaca mereka berdebat panjang. Kenapa saya katakan membuat resah?

Coba anda baca lagi, pasti arti dari judul tersebut bisa menjadi: Tapera akan memangkas semua gaji kita!. Bahaya bukan? Padahal yang dipotong untuk (dipaksa) ditabung hanya sebesar 2,5%, tetapi dengan baca judul orang yang malas berpikir langsung terprovokasi.

Permainan kata di sebuah judul memang jadi hobinya para wartawan dan redaktur, tujuan mereka hanya supaya orang tertarik membaca. Mereka sangat sadar bahwa permainan kata yang sedikit provokatif, pasti akan membuat orang mau membaca.

loading...

Belajar Membuat Judul Yang Positif

Para redaktur merilis berita seperti di atas, dan pasti mereka tidak akan mau kalau judulnya dibuat menjadi kabar gembira, misalnya:

Kabar Gembira, kita akan punya tabungan untuk kepemilikan atau perbaikan rumah”. Sehingga orang-rang yang membaca akan semangat mencari tahu. Bukan seperti tadi baru dapat info sudah ribut.

Saya tidak tulis link untuk berita ngeatif dari Media, silahkan anda copy dan paste di google, pasti anda akan segera menemukannya. Silahkan baca, dan dokumentasikan sebelum mereka hapus.

Pencemaran pikirn negatif dari media, baik media sosial maupun media konvensional sudah cukup parah, sehingga inputan positif kita kepada yang bereaksi negatif (membaca berita di atas), sama sekali tidak mempan.

Ketika saya sampaikan pendapat saya, bahwa ini adalah upaya untuk memaksa orang menabung agar kelak bisa beli rumah, dan uangnya tidak habis untuk membayar hal-hal yang tidak perlu, sama sekali tidak mereke dengarkan. Mereka tetap mengeluh dan melanjutkan pembicaraan di belakang saya.

loading…


Belajar Berpikir Positif

Untuk melatih anda agar selalu berpikir positif, coba lah melihat daerah yang lebih luas di sekitar “hal negatif ” yang sedang anda soroti. Misalnya di wajah anda ada sebuah jerawat baru, cobalah pandangan anda geser ke tempat lain selain jerawat itu, lihat mata anda, hidung anda, pipi anda yang tidak berjerawat, dan nikmati keindahannya. Dengan cara itu maka jeawat tadi tidak akan menjadi masalah.

Kemudian anda coba ingat-ingat berbagai hal yang membuat anda marah, atau kecewa, atau uring-uringan. Kemudian geser pandangan anda melihat area lain yang tidak menimbulkan marah, dan syukuri. Anda pasti akan terkejut dan sadar bahwa, bagian yang patut anda syukuri, ternyata jauh lebih besar daripada bagian yang menyebabkan anda marah.

Saya sudah melakukan sekian lama untuk menghentikan pikiran negatif dengan mengalihkan pandangan ke tempat lain, dan itu terbukti ampuh membuat saya segera kembali berpikiran positif.

Teknik mengalihkan pikiran negatif ini tidak akan berguna kalau anda tidak mencobanya. Coba dan latihlah berkali-kali, niscaya anda akan berhasil mencari hal-hal yang menimbulkan pikiran positif.

loading...

Untuk kasus potongan gaji untuk Tapera, coba anda jangan melihat “potongannya”, tapi hal-hal positif yang ada di sekitar potongan itu:

  1. Anda jadi punya tabungan
  2. Tabungan bisa untuk beli atau renovasi rumah
  3. Uang saya tidak hilang percuma
  4. Uang saya diinvestasikan dengan baik
  5. Ada orang yang mau membantu saya menabung dan menjaga uang saya
  6. Saya tidak akan kesulitan keuangan bila suatu saat ada keperluan mendadak untuk renovasi rumah
  7. Sementara dana saya belum saya perlukan, dana tersebut sementara dapat dipakai orang lain (amal)
  8. dan banyak lagi

Lihatlah, hal positifnya jauh lebih banyak daripada hal negatifnya. Jadi mari menabung untuk Tapera.

God bless you, God bless Indonesia.

@shtobing

Add a Comment